Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/10/2021, 10:00 WIB

Bagi mereka yang hobi dengan dunia otomotif, terlebih lagi pencinta mobil klasik, tempat ini pasti menjadi surga yang wajib dikunjungi.

Berbagai mobil klasik yang diproduksi Tuksedo Studio adalah jenis mobil yang diburu para kolektor dunia, seperti Porsche 356 A Coupe (1955-1959), Porsche 550 Spyder (1953-1956), Mercedes Benz 300 SL Gullwing (1954-1957), Toyota 2000 GT 1968 (1967-1970), Jaguar XK 120 (1948-1954), Ferrari 250 GTO (1962-1964), hingga Maserati 450S (1956-1958).

Lapangan kerja baru

Kehadiran Tuksedo Studio Bali bukan cuma bukti kreativitas dan inovasi anak bangsa, tetapi juga ajang membuka kesempatan dan lapangan pekerjaan baru.

Saat berkunjung ke Tuksedo Studio Bali pada Jumat (24/9/2021), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno pun mengapresiasi terobosan tersebut. 

Baca juga: Bali Jadi Destinasi Paling Romantis di Asia 2021 Versi World Travel Awards

"Apresiasi yang tinggi patut kami sampaikan terhadap karya anak bangsa, sehingga lapangan kerja terbuka luas. Kami lihat di sini jajaran mobil klasik Eropa dan di pusat-pusat otomotif dunia hadir di Tuksedo Studio Bali," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (25/10/2021).

Selain membuka lapangan kerja baru, kreativitas yang dihadirkan para pelaku ekonomi kreatif ini juga menjadi daya tarik wisatawan untuk berwisata ke Pulau Bali.

Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap Tuksedo Studio Bali, Sandiaga berjanji akan menjalin komunikasi ke pihak-pihak terkait agar mobil klasik hasil restorasi anak bangsa mendapatkan izin layak jalan.

Pria yang akrab disapa Mas Menteri itu juga berpesan agar para desainer produk lebih termotivasi dan membuat inovasi baru untuk produk-produk menarik lainnya.

Baca juga: 4 Makna Simpul Sarung Wanita di Desa Wisata Ranupani, Apa Saja?

Nah, bagi kamu yang tertarik berkunjung ke Tuksedo Studio, segeralah meluncur ke Bali dan agendakan perjalanannya. Namun, pastikan dulu kamu sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

Lalu, patuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menerapkan 6M, mulai dari menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

Siapkan perjalananmu secara matang dan jadilah wisatawan yang bertanggung jawab terhadap diri dan juga lingkungan.

Beragam informasi seputar perjalanan wisata bisa Sobat dapatkan dengan cara follow akun Instagram @pesonaid_travel, Facebook: @pesonaid_travel, dan kunjungi laman indonesia.travel. Selamat merencanakan liburan!

Baca juga: 5 Desa Wisata Bali yang Jadi Favorit Turis Asing

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+