Kompas.com - 01/11/2021, 08:11 WIB
Museum Timah Pangkal Pinang, Pulau Bangka, Bangka Belitung. KOMPAS.com/APRILLIA IKAMuseum Timah Pangkal Pinang, Pulau Bangka, Bangka Belitung.

"Kami mendorong investasi bidang usaha perdagangan dan jasa, karena kota ini bukan kawasan penambangan. Setidaknya sejumlah gerai makanan yang sudah masuk bisa membuat kota ini sejajar dengan kota lainnya," ujar Maulan.

Sejarah nama Pangkalpinang

Sejarawan Bangka Belitung, Akhmad Elvian mengatakan, Pangkalpinang merupakan salah satu daerah otonom yang letaknya di bagian timur Pulau Bangka.

"Secara administratif pada 9 Februari 2001 Kota Pangkalpinang ditetapkan sebagai ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Secara Etimologi Pangkalpinang berasal dari dua kata yaitu Pangkal atau Pengkal dan Pinang (areca chatecu)," ujar Elvian.

Dalam bahasa Melayu Bangka, Pengkal atau Pangkal berarti "pusat" atau awal mulanya sebagai pusat perkumpulan timah.

Namun kemudian berkembang artinya sebagai pusat distrik, kota tempat pasar, tempat berlabuh kapal atau perahu, dan pusat segala aktivitas.

Baca juga: 7 Kuliner Khas Bangka yang Wajib Dicoba

Sementara itu, pohon Pinang, adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia, dan Afrika bagian timur. Buah pinang juga merupakan buah yang diperdagangkan.

Saat ini, wisata sejarah menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata di Pangkalpinang. Sebab, terdapat 21 bangunan dan situs tua bersejarah di Pangkalpinang.

"Ada gereja tua depan alun-alun yang menjadi titik nol. Lalu rumah residen pejabat Belanda dan Tamansari Wilhelmina di sebelahnya. Ini baru di sekitar alun-alun," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.