Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/11/2021, 17:26 WIB

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, kapal Live On Board (LOB) menjadi alternatif tempat karantina bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia. 

Hal tersebut berdasarkan rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan. 

Tidak hanya itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19 terkait permohonan verifikasi kapal LOB. 

"Asosiasi Jaringan Kapal Rekreasi (Jangkar) (juga) telah bersurat ke Kemenparekraf terkait kesiapan kapal dan verifikasi," kata Sandiaga saat Weekly Press Briefing, Senin (1/11/2021).

Baca juga:

Sebagai informasi, menurut Kompas.com, Minggu (31/10/2021), LOB adalah kegiatan wisata menginap di kapal.

Biasanya kegiatan ini termasuk dalam paket perjalanan yang terdiri dari kunjungan ke beberapa lokasi wisata dan bermalam di tengah laut. 

38 kapal didaftarkan sebagai tempat karantina

Ilustrasi panorama Pantai Sanur. SHUTTERSTOCK/TAKE PHOTO Ilustrasi panorama Pantai Sanur.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa, mengatakan bahwa saat ini pihaknya berkoordinasi dengan Jangkar untuk LOB di Bali. 

"Sudah ada 38 kapal yang mendaftar untuk jadi tempat karantina dan pada hari ini sedang dilakukan verifikasi beberapa kapal (tentang) bagaimana kelengkapan CHSE karena, pada dasarnya, sejak tahun lalu kami sudah mempunyai pedoman CHSE untuk kegiatan diving, termasuk LOB," ujarnya, Senin.

Adapun, CHSE adalah singkatan dari Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability.

Untuk karantina di kapal LOB, prosedur masuknya wisman dari bandara tetap sama. 

"Terkait dengan kapalnya, jadi kalau memang nanti (karantina) harus lima hari di kapal, mereka akan berlayar dan tidak boleh meninggalkan kapal tersebut di tempat lain," terangnya.

Baca juga:

Selanjutnya, sehari sebelum periode karantina selesai, kapal yang mereka tumpangi akan merapat ke pelabuhan. Namun wisman belum diizinkan keluar dari kapal lantaran mereka harus menjalani tes RT-PCR. 

Jika hasilnya negatif, maka mereka boleh turun dari kapal tersebut. 

Biaya karantina mandiri di kapal tidak ditanggung pemerintah alias harus berasal dari biaya pribadi wisman. Oleh karena itu, sebelum menuju ke Bali, mereka harus menunjukkan bukti booking kapal. 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+