Kompas.com - 09/11/2021, 08:27 WIB
Bregodo Jogo Malioboro Dok. Situs Visiting JogjaBregodo Jogo Malioboro

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 135 tempat wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dibuka dan diperbolehkan beroperasi, sejalan dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Singgih Raharjo mengatakan, 135 tempat wista yang buka selama PPKM level 2 itu sudah mengantongi QR Code aplikasi PeduliLindungi.

"Total ada 135 di 4 kabupaten 1 kota, tempat wisata yang sudah beroperasi dan sudah ada QR Code PeduliLindungi. 135 itu termasuk pantai kita mulai buka dengan protokol ketat," kata dia, Senin (8/11/2021).

Baca juga: Bandara Yogyakarta Jadi Wisata Dadakan, Ada Panggung Tari Tradisional

Singgih melanjutkan, tempat wisata wajib memenuhis syarat sebelum diizinkan buka. Salah satu syarat adalah sudah mendapatkan QR Code aplikasi PeduliLindungi.

Selain itu, Dispar DIY meminta masyarakat menggunakan aplikasi Visiting Jogja untuk melakukan reservasi dan pembayaran nontunai.

"Penerapan reservasi dengan Visiting Jogja terus kita galakkan. Juga ada program diskon 50 persen di beberapa tempat wisata yang melakukan reservasi dan pembayaran dengan menggunakan cashless," ujarnya.

Baca juga: Wisata Keraton Yogyakarta Sudah Buka, Ini Syarat Berkunjungnya

Singgih menyampaikan, untuk kapasitas lokasi wista juga masih dibatasi selama penerapan PPKM level 2 ini. Pembatasan yakni maksimal 25 persen dari total kaasitas destinasi wisata.

Masalah internet untuk PeduliLindungi

Menurut dia selama penerapan aplikasi PeduliLindungi di tempat wisata, yang menjadi kendala adalah masih banyak lokasi yang belum tersambung dengan jaringan internet.

Ilustrasi pengunjung pusat perbelanjaan atau mal saat memindai barcode PeduliLindungi saat akan masuk. KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO Ilustrasi pengunjung pusat perbelanjaan atau mal saat memindai barcode PeduliLindungi saat akan masuk.

"Kalau saya melihat pelaksanana scan QR Code atau skrining pedulilindungi ini lebih banyak dikeluhkan di sisi sinyal. Sinyal internet tidak stabil kemudian proses pengiriman data keganggu," kata dia.

Ia mengungkapkan bahwa selama penerapan aplikasi pedulilindungi di kawasan wisata, hingga saat ini belum menemukan kasus yang signifikan terkait wisatawan dengan status warna hitam.

Baca juga: Turis di Malioboro Jogja Bisa Vaksin dan Tes Antigen pada Akhir Pekan

"Mitigasinya kalau merah (status pedulilindungi) tidak boleh masuk karena belum divaksin," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.