Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tempat di Surabaya untuk Memperingati Hari Pahlawan

Kompas.com - Diperbarui 08/11/2022, 20:14 WIB
Kistin Septiyani,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pertempuran di Surabaya pada 10 November 1945 menjadi peristiwa yang melatarbelakangi munculnya peringatan Hari Pahlawan.

Peristiwa tersebut meninggalkan jejak di berbagai sudut wilayah Surabaya, Jawa Timur. Jejak-jejak tersebut dapat berupa bangunan ataupun infrastruktur bersejarah.

Baca juga: 25 Ucapan Selamat Hari Pahlawan 10 November 2022, Kobarkan Jiwa Nasionalisme

Berikut ini adalah sejumlah bangunan dan infrastruktur bersejarah yang menjadi jejak perjuangan warga Surabaya melawan pasukan sekutu.

Tempat untuk memperingati Hari Pahlawan

1. Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang menjadi kebanggaan masyarakat Surabaya, salah satu bangunan ikonik di Jawa Timur.tourism.surabaya.go.id Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang menjadi kebanggaan masyarakat Surabaya, salah satu bangunan ikonik di Jawa Timur.

Monumen Tugu Pahlawan menjadi salah satu bangunan ikonik jika berbicara tentang Hari Pahlawan.

Tugu yang terletak di Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya ini dibangun secara khusus dengan tujuan mengenang peristiwa 10 November 1945 silam.

Monumen ini memiliki tinggi 41,15 meter atau setara dengan 45 yard yang melambangkan tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca juga: Hari Pahlawan 10 November Apakah Tanggal Merah?

Tugu Pahlawan dibangun dengan 10 lengkungan yang terbagi atas 11 ruas. Jumlah lengkungan dan ruas tersebut menjadi simbol dari Hari Pahlawan.

Tugu ini diresmikan oleh Presiden Pertama Indonesia Soekarno pada 10 November 1952.

Setelahnya, dilakukan sejumlah renovasi dan pembangunan fasilitas pendukung lainnya di kawasan tersebut.

Salah satunya adalah Muesum Sepuluh Nopember yang dibangun sekitar tahun 1999. Museum tersebut berisi replika ilustrasi pertempuran di Surabaya tahun 1945.

Wisatawan juga bisa menjumpai kumpulan pidato Bung Tomo untuk mengobarkan semangat pemuda dalam pertempuran tersebut.

Baca juga: Tugu Pahlawan, Jejak Pertempuran 10 November di Surabaya

Untuk dapat mengunjungi Museum Sepuluh Nopember, wisatawan perlu membayar mulai dari Rp 5.000 per orang.

2. Benteng Kedung Cowek

Pemerintah Kota Surabaya berencana menetapkan Benteng Kedung Cowek di pesisir pantai utara Surabaya itu sebagai kawasan Bangunan Cagar Budaya.Dok. Pemkot Surabaya Pemerintah Kota Surabaya berencana menetapkan Benteng Kedung Cowek di pesisir pantai utara Surabaya itu sebagai kawasan Bangunan Cagar Budaya.

Benteng Kedung Cowek merupakan sebuah benteng peninggalan Belanda yang terletak di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya.

Berdasarkan penelitian dan uji material yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, benteng ini diperkirakan berdiri sekitar tahun 1915 sehingga telah berusia lebih dari 100 tahun.

Baca juga: Benteng Kedung Cowek Surabaya, Saksi Bisu Serangan 10 November 1945

Benteng Kedung Cowek menjadi markas dari pasukan Sriwijaya. Pasukan ini merupakan kelompok yang dibentuk oleh sejumlah pemuda untuk melawan tentara sekutu yang saat itu menguasai Surabaya.

Wisatawan dapat menjumpai bangunan benteng di kawasan tersebut, serta menikmati pemandangan Selat Madura yang berada tak jauh dari lokasi.

3. Gedung Internatio

Sesaat setelah Pasukan Sekutu mendarat di Tanjung Perak, mereka langsung menguasai gedung ini dan menjadikannya markas Tentara Sekutu.cagarbudaya.kemdikbud.go.id Sesaat setelah Pasukan Sekutu mendarat di Tanjung Perak, mereka langsung menguasai gedung ini dan menjadikannya markas Tentara Sekutu.

Gedung Internatio menjadi kawasan pertama yang jatuh ke tangan tentara sekutu pada November 1945. Gedung ini juga menjadi markas tentara Inggris pada masa itu.

Lokasinya kini berada di Krembangan Selatan, Krembangan, Surabaya, Jawa Timur. Gedung Internatio dulunya bernama Internatio Willamplein.

Baca juga: 7 Museum di Surabaya, Ada Tempat Tinggal WR Supratman

Salah satu bangunan bersejarah tersebut telah berdiri sejak tahun 1927. Kawasan ini berbatasan dengan Jembatan Merah dan Jembatan Merah Plaza.

Gedung Internatio juga berada tak jauh dari Gedung Cerutu dan Gedung Polwiltabes.

4. Jembatan Merah

Pemandangan Willemskade di Surabaya sekitar 1910. Tampak gedung Algemeene menjadi tengara ikonik kawasan Jembatan Merah.Dokumen KITLV Pemandangan Willemskade di Surabaya sekitar 1910. Tampak gedung Algemeene menjadi tengara ikonik kawasan Jembatan Merah.

Seperti Monumen Tugu Pahlawan, Jembatan Merah juga menjadi salah satu lokasi bersejarah yang ada di Kota Surabaya.

Sesuai namanya, bangunan ini berupa jembatan berwarna merah yang memiliki peran penting pada masa pendudukan VOC di Surabaya.

Infrastruktur ini dulunya menghubungkan kawasan Kalimas dengan Gedung Karesidenan Surabaya.

Baca juga: 5 Tempat Healing di Surabaya, Bisa Santai di Hutan Kota

Kawasan Jembatan merah dulunya menjadi kawasan perniagaan karena perjanjian antara Paku Buwono II dan VOC pada 11 November 1743.

Jembatan tersebut dulunya terbuat dari kayu, namun kini telah direnovasi dan diganti menjadi besi.

Secara fisik, Jembatan Merah terlihat mirip dengan jembatan pada umumnya. Pembedanya hanyalah warna merah di bagian pagar jembatan.

5. Hotel Majapahit

Taman di Hotel Majapahit via shutterstockSHUTTERSTOCK Taman di Hotel Majapahit via shutterstock

Hotel Majapahit menjadi lokasi peristiwa perobekan bagian warna biru dari bendera Belanda menjadi Bendera Merah Putih.

Hotel ini dulunya bernama Yamato namun berubah nama menjadi Hotel Majapahit.

Hotel Yamato atau Majapahit ini telah berdiri sejak tahun 1910. Awalnya bangunan ini diperuntukkan bagi kaum elite Belanda yang tinggal di Surabaya.

Pada zaman kolonial, hotel ini bernama Hotel Oranje yang didirikan oleh Sakies Bersaudara dari Amerika Serikat.

Baca juga: Hari Pahlawan, Kisah Hotel Majapahit Surabaya yang Legendaris

Selama pendudukan Jepang di Tanah Air, hotel ini berubah nama menjadi Hotel Yamato.

Hotel Majapahit terletak di Jalan Tunjungan Nomor 65, Genteng, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Hotel Majapahit kini menjadi salah satu hotel bintang lima di Surabaya. Setidaknya ada 143 kamar dengan fasilitas lengkap yang tersedia di hotel ini.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com