Kompas.com - 19/11/2021, 10:10 WIB
Foto dirilis Rabu (22/7/2020), memperlihatkan wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi Keraton Ratu Boko di Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta. Pihak pengelola dan penyedia jasa wisata di Yogyakarta mencoba kembali bangkit dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan melakukan simulasi untuk membiasakan tatanan era adaptasi kebiasaan baru. ANTARA FOTO/HENDRA NURDIYANSYAHFoto dirilis Rabu (22/7/2020), memperlihatkan wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi Keraton Ratu Boko di Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta. Pihak pengelola dan penyedia jasa wisata di Yogyakarta mencoba kembali bangkit dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan melakukan simulasi untuk membiasakan tatanan era adaptasi kebiasaan baru.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 serentak pada saat libur Natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru).

Menanggapi rencana itu, pelaku wisata di Yogyakarta berharap kebijakan tersebut tidak sampai menutup kawasan wisata.

"Kami juga berharap PPKM Level 3 tidak terjadi penutupan obyek-obyek wisata agar kami sedikit sedikit juga masih bisa cari makan," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gunungkidul Sunyoto saat dihubungi wartawan, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: PPKM Level 3 Serentak Berlaku Selama Libur Nataru, Pesta Kembang Api Dilarang

Menurut dia, kebijakan pemerintah itu bertujuan baik karena kadang masyarakat juga abai protokol kesehatan.

Namun, lanjut Sunyoto, kebijakan memperketat protokol kesehatan merupakan solusi paling baik bagi pelaku wisata dan juga masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.

"Perketat saja protokol kesehatan khususnya masker dan kartu vaksin," kata Sunyoto.

Ia melanjutkan, tempat-tempat wisata di Yogyakarta dianggap layak beroperasi karena berbagai kesiapannya sudah cukup baik.

Pantai Parangtritis, YogyakartaNaufal Image/Shutterstock Pantai Parangtritis, Yogyakarta

Misalnya semua tempat wisata dan sektor usaha terkait, hampir seluruhnya memegang sertifikat CHSE dan memakai aplikasi PeduliLindungi.

Salah satu pengelola Bintang Nglambor Snorkeling (BNS) Pantai Nglambor bernama Adhitya Putratama pun berharap jangan sampai sektor pariwisata kembali ditutup saat libur Natal dan Tahun Baru (nataru).

"Jika kembali ditutup, kemarin sudah tutup beberapa bulan. Ini saja belum normal, ditambah saat ini musim penghujan. Bagaiamana nasib kami?" kata Adhitya. 

Baca juga: Itinerary Wisata 1 Hari di Kaliurang Yogyakarta, Kemah di Lereng Merapi

"Perketat saja protokol kesehatan, semoga tidak sampai ditutup kembali," kata dia.

Masih tunggu instruksi dari pusat

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat dan DIY, terkait kebijakan PPKM Level 3.

Pemandangan Gunung Api Purba di Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta (Shutterstock/Berta Alviyanto).Shutterstock/Berta Alviyanto Pemandangan Gunung Api Purba di Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta (Shutterstock/Berta Alviyanto).

"Kebijakan mengenai pemberlakuan PPKM level 3 selama akhir tahun 2021 ini akan diterapkan menunggu Instruksi Mendagri (Inmendagri) terbaru," kata Harry.

Ia melanjutkan bahwa apabila mengacu pada aturan PPKM Level 3 sebelumnya, tempat wisata bisa saja dibuka dengan syarat dan ketentuan tertentu.

Selain itu, tempat wisata yang diperbolehkan buka terbatas ditentukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.