Kompas.com - 25/11/2021, 14:15 WIB
Jamaah Muslim berdoa di sekitar Ka'bah di kompleks Masjidil Haram, tempat suci umat Islam, di kota suci Mekah di Arab Saudi pada 1 November 2020, ketika pihak berwenang memperluas ziarah umrah sepanjang tahun untuk menampung lebih banyak jemaah sambil melonggarkan pembatasan pandemi coronavirus COVID-19 . - Pihak berwenang Saudi sebelumnya telah mengumumkan bahwa tahap ketiga dari perluasan doa mulai dari 1 November akan mengizinkan pengunjung dari luar negeri. Batas jemaah umrah kemudian akan dinaikkan menjadi 20.000, dengan total 60.000 jemaah diperbolehkan. AFPJamaah Muslim berdoa di sekitar Ka'bah di kompleks Masjidil Haram, tempat suci umat Islam, di kota suci Mekah di Arab Saudi pada 1 November 2020, ketika pihak berwenang memperluas ziarah umrah sepanjang tahun untuk menampung lebih banyak jemaah sambil melonggarkan pembatasan pandemi coronavirus COVID-19 . - Pihak berwenang Saudi sebelumnya telah mengumumkan bahwa tahap ketiga dari perluasan doa mulai dari 1 November akan mengizinkan pengunjung dari luar negeri. Batas jemaah umrah kemudian akan dinaikkan menjadi 20.000, dengan total 60.000 jemaah diperbolehkan.

 

KOMPAS.com – Kementerian Agama (Kemenag) bersama sejumlah pihak terkait tengah menysun dan mempersiapkan teknis keberangkatan umrah perdana bagi warga negara Indonesia (WNI).

Hal ini memungkinkan jemaah asal Indonesia untuk segera beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Baca juga: WNI Bakal Umrah Lagi, Jemaah Tidak Perlu Vaksin Booster?

Kendati demikian, Pemilik Adinda Azzahra Tour & Travel Priyadi Abadi mengatakan bahwa ada kemungkinan biaya umrah mengalami kenaikan.

“Saya pribadi belum mengeluarkan harga karena menunggu biaya pasti yang akan dikeluarkan. Tapi, ada teman-teman yang mengeluarkan harga Rp 30 jutaan, tapi ini masih perkiraan,” jelasnya, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Teknis Keberangkatan Umrah Perdana Masih Dibahas

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) ini melanjutkan, saat ini dirinya belum bisa memberi jawaban pasti kisaran harga biaya umrah terbaru.

Namun, dia tidak menampik bahwa biaya umrah sudah pasti mengalami kenaikan dari sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Kabar Terbaru Soal Karantina Pasca-umrah untuk Jemaah Indonesia

“Belum bisa beri jawaban pasti karena petunjuk jelas belum kita terima. Semua masih menunggu petunjuk teknis dari negosiasi Kemenag dengan pihak Arab Saudi untuk dirembukkan,” sambung Priyadi.

Untuk saat ini, dia masih mengira-ngira komponen apa saja yang akan memberi dampak pada kenaikan biaya umrah terbaru termasuk durasi perjalanannya.

Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.SHUTTERSTOCK / AHMAD FAIZAL YAHYA Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.

“Intinya, kita minta semua pihak terkait seperti Kemenag untuk benar-benar mendorong dan memaksimalkan negosiasi dengan Arab Saudi. Agar jemaah tidak terbebani dengan biaya terbaru,” ujarnya.

Di Adinda Azzahra Tour & Travel, biaya umrah sebelum pandemi berada pada kisaran Rp 22 juta-Rp 26 juta.

Baca juga: Jangan Lakukan Ini di Jabal Rahmah Saat Haji dan Umrah

Priyadi mengatakan, harga tersebut berdasarkan fasilitas, pesawat, hotel, dan periode keberangkatan yang dipilih.

“Kalau pesawat langsung mendarat di Madinah, lebih mahal. Lalu, hotel juga jadi faktor karena ada yang menginap di hotel bintang 5, bintang 4, atau bintang 3,” jelas Priyadi.

Baca juga: Saat Umrah, Sempatkan Berkunjung ke Makam Baqi di Madinah

“Bisa juga tergantung dari bulan keberangkatan. Kalau pada ramadhan akhir akan mahal karena hotel juga mahal. Di sini biasanya disebut sebagai musim ramai,” imbuh dia.

Komponen yang bikin biaya umrah bengkak

Menurut Priyadi, komponen-komponen terbaru dalam syarat umrah seperti karantina dan tes PCR memengaruhi harga paket.

Sebab, sebelum pandemi Covid-19 melanda, kedua hal itu tidak perlu dilalui oleh jemaah umrah. Hal ini membuat biaya umrah lebih murah dari perkiraan saat ini.

Baca juga: 3 Hal Unik yang Bisa Ditemukan di Masjidil Haram Saat Umrah

“Yang jelas tes PCR dan karantina tentu akan menjadi biaya baru. Informasi apakah bisa terbang langsung ke Arab Saudi juga belum ada kepastian. Semua masih menunggu, sudah tidak sabar karena banyak jemaah yang tertunda,” kata Priyadi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.