Kompas.com - 14/12/2021, 22:51 WIB
Jamaah Muslim berdoa di sekitar Ka'bah di kompleks Masjidil Haram, tempat suci umat Islam, di kota suci Mekah di Arab Saudi pada 1 November 2020, ketika pihak berwenang memperluas ziarah umrah sepanjang tahun untuk menampung lebih banyak jemaah sambil melonggarkan pembatasan pandemi coronavirus COVID-19 . - Pihak berwenang Saudi sebelumnya telah mengumumkan bahwa tahap ketiga dari perluasan doa mulai dari 1 November akan mengizinkan pengunjung dari luar negeri. Batas jemaah umrah kemudian akan dinaikkan menjadi 20.000, dengan total 60.000 jemaah diperbolehkan. AFPJamaah Muslim berdoa di sekitar Ka'bah di kompleks Masjidil Haram, tempat suci umat Islam, di kota suci Mekah di Arab Saudi pada 1 November 2020, ketika pihak berwenang memperluas ziarah umrah sepanjang tahun untuk menampung lebih banyak jemaah sambil melonggarkan pembatasan pandemi coronavirus COVID-19 . - Pihak berwenang Saudi sebelumnya telah mengumumkan bahwa tahap ketiga dari perluasan doa mulai dari 1 November akan mengizinkan pengunjung dari luar negeri. Batas jemaah umrah kemudian akan dinaikkan menjadi 20.000, dengan total 60.000 jemaah diperbolehkan.

KOMPAS.com - Umrah perdana direncanakan akan dilakukan pada 23 Desember 2021.

Namun, umrah perdana rencananya belum memberangkatkan masyarakat umum, melainkan penyelenggara atau pemilik biro perjalanan umrah terlebih dahulu.

Kepala Bidang Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Zaky Zakaria Anshary menjelaskan, hal itu dilakukan sebagai bagian dari uji coba regulasi baru yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia terkait ibadah umrah.

"Keberangkatan Umrah perdana bisa dikatakan umrah uji coba semua regulasi baru yang dikeluarkan Saudi dan Indonesia, dan semua harus dirasakan oleh penyelenggara atau owner travel," dikutip melalui keterangan tertulis yang diterima dikutip Kompas.com, Selasa (14/12/2021).

Baca juga:

Selain itu, Zaki meminta agar masyarakat tidak khawatir akan regulasi keberangkatan umrah. Sebab, segala hal telah diupayakan agar terorganisasi dengan baik, termasuk dalam hal penerapan protokol kesehatan.

"Tentunya dengan mengutamakan protokol kesehatan serta menaati aturan yang telah disepakati, masyarakat bisa melakukan ibadah umrah dengan tenang," sambungnya.

Adapun aktivitas umrah tidak berbaur dengan masyarakat Saudi Arabia karena ruang lingkup peserta umrah yang terbatas, yaitu hanya di sekitar hotel dan masjid.

Penyelenggaraan ibadah umrah tahun ini dinilai sudah cukup aman dibandingkan masa awal Pandemi Covid-19 di 2020. Sebab, saat itu belum ada vaksin dan tes PCR belum terintegrasi ke aplikasi PeduliLindungi. Pertambahan kasus harian pun semakin menurun.

Selain itu, vaksinasi Saudi Arabia sudah mencapai angka di atas 70 persen Herd Immunity.

Bagi masyarakat muslim yang berencana untuk umrah, biaya terbaru diperkirakan sekitar Rp 28-30 juta, di luar karantina dan tes PCR kepulangan.

"Harga referensi terbaru umrah sebesar Rp 28 juta, seperti yang disepakati oleh Kemenag dan Asosiasi," jelas Zaki.

Baca juga:

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.