Kompas.com - 19/12/2021, 18:39 WIB

KOMPAS.com - Pemberangkatan jemaah umrah dilaporkan kembali tertunda hingga tahun 2022, lantaran kemunculan varian baru Covid-19 Omicron.

Keputusan ini diambil usai adanya imbauan dari Presiden RI dan arahan Menteri Agama agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Kami tentu mengutamakan aspek perlindungan jemaah di tengah pandemi Covid-19, terlebih setelah adanya varian baru Omicron. Untuk itu, keberangkatan jemaah umrah kembali ditunda hingga awal tahun 2022," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief, melansir laman Kemenag, Sabtu (18/12/2021).

Hilman juga menyampaikan bahwa, dalam mengambil keputusan ini, pihaknya telah menggelar rapat dengan Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Baca juga:

Tentunya keputusan ini membawa kekecewaan dan kesedihan, lantaran rencana umrah yang sudah lama, harus tertunda kembali.

Meski begitu, semua pihak telah memahami kondisi pandemi yang belum usai, ditambah lagi dengan kemunculan varian baru Omicron.

Asosiasi PPIU juga turut mendukung imbauan pemerintah untuk menunda keberangkatan ke luar negeri.

Jemaah haji menjaga jarak sosial di kota suci Mekkah. Pemerintah RI tetap akan memberangkatkan jemaah umrah ke Arab Saudi meski ditemukan varian baru virus Covid-19 di negara itu.REUTERS via VOA INDONESIA Jemaah haji menjaga jarak sosial di kota suci Mekkah. Pemerintah RI tetap akan memberangkatkan jemaah umrah ke Arab Saudi meski ditemukan varian baru virus Covid-19 di negara itu.

"Ada harapan agar tetap ada pemberangkatan, meski jumlahnya diperkecil. Namun secara umum, asosiasi PPIU memahami dan menaati imbauan untuk tidak ke luar negeri," jelas Hilman.

Ia pun berharap agar imbauan itu diberlakukan kepada seluruh rencana penerbangan ke luar negeri, tidak hanya umrah saja.

Sebagai regulator dan pengawas penyelenggaraan ibadah umrah, Kemenag juga terus melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait untuk terus mengupayakan terselenggaranya ibadah umrah yang sehat dan aman.

Baca juga: 10 Masjid Terindah di Dunia yang Wajib Dikunjungi

Hilma mengatakan bahwa penyelenggaraan umrah di masa pandemi ini sekaligus menjadi barometer penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M.

"Penundaan ini tentu keputusan yang pahit. Tapi ini dilakukan demi kebaikan bersama. Kami harap semua bisa memahami dan semoga ada hikmah dari keputusan ini," pungkasnya.

Sebagaimana yang diberitakan Kompas.com sebelumnya, sesuai kesepakatan seluruh asosiasi perjalanan umrah bersama Kemenag, keberangkatan umrah perdana akan dilakukan pada 23 Desember 2021. Namun, wacana ini harus tertunda kembali karena pandemi yang belum usai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.