Kompas.com - 23/12/2021, 06:04 WIB

KOMPAS.com - Ratu Boko merupakan situs reruntuhan keraton di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang tingginya sekitar 196 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Untuk wisatawan yang mendarat di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Kulon Progo, maka jaraknya 65 kilometer dengan lama berkendara sekitar 1 jam 30 menit. 

Beragam aktivitas dapat dilakukan di situs yang berkembang pada abad ke-8 hingga 10 Masehi ini, di antaranya menikmati pemandangan matahari terbenam, piknik, dan berfoto di beberapa lokasi. 

Jika ingin berkunjung ke situs yang berada tidak jauh dari Candi Prambanan ini, wisatawan bisa mengikuti sejumlah tips wisata seperti berikut:

1. Perhatikan waktu berkunjung

Pengunjung di Ratu Boko, Yogyakarta, saat hujan turun pada Jumat (17/12/2021).KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Pengunjung di Ratu Boko, Yogyakarta, saat hujan turun pada Jumat (17/12/2021).

Waktu berkunjung merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan wisatawan.

Hal ini karena, jika hujan turun, wisatawan akan kesulitan menemukan tempat berteduh di area setelah gerbang utama. Jika tidak membawa payung atau jas hujan, mereka bisa berteduh di gerbang utama yang luasnya terbatas.

Namun mereka tetap bisa menyewa payung atau jas hujan sekali pakai dengan tarif mulai dari Rp 10.000. 

Selain itu, jika berkunjung saat musim hujan pada akhir tahun, kesempatan untuk menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset) juga akan terbatas.

Oleh sebab itu, wisatawan, khususnya pemburu sunset, bisa berkunjung menjelang pertengahan tahun atau sekitar bulan Februari dan Maret. 

Baca juga: Waktu Terbaik Berburu Sunset di Ratu Boko Yogyakarta

2. Izin sebelum terbangkan drone

Apabila wisatawan ingin menerbangkan drone, ada tata cara yang wajib diikuti. 

"Harus izin ke Lanud (Pangkalan Angkatan Udara) Adisutjitpo, terus ke Kepolisian terdekat - jadi Polsek Prambanan Sleman, (lalu) nanti ke BPCP - Badan Pelestarian Cagar Budaya. Jadi ada tiga," kata Staf Operasional dan Marketing Ratu Boko, Bayu, kepada Kompas.com pada Jumat (17/12/2021) sebagai rangkaian dari Traveloka Garuda Flyers Club Media Trip to Yogyakarta.

Bayu menyarankan wisatawan yang ingin menerbangkan drone untuk melakukan permohonan izin tersebut jauh-jauh hari, misalnya sebulan sebelumnya. Apabila sudah diberi izin, mereka akan diberi jadwal untuk menerbangkan drone

Menurutnya, area tersebut masih dijadikan wilayah latihan TNI AU. 

"Dulu sebelum bandara pindah ke Kulon Progo (YIA), memang setiap 20 menit sekali pesawat lewat di atas ini," ujarnya. 

Sebagai informasi, jarak dari Ratu Boko ke Bandara Adisutjipto terbilang cukup dekat yaitu 8-11 kilometer dengan waktu tempuh sekitar hampir 20 menit. 

Baca juga: 5 Aktivitas Wisata di Ratu Boko Yogyakarta, Bisa Piknik di Gazebo

3. Dilarang mengambil peninggalan bersejarah

Wisatawan berjalan menuju gerbang utama Ratu Boko, Yogyakarta, pada Jumat (17/12/2021).KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Wisatawan berjalan menuju gerbang utama Ratu Boko, Yogyakarta, pada Jumat (17/12/2021).

Ratu Boko merupakan situs bersejarah yang terdiri dari beberapa bagian, di antaranya Gapura Utama, Candi Pembakaran, Paseban, Pendopo, Goa Lanang dan Goa Wadon, Candi Batu Putih, dan Kaputren. Setiap bagian memiliki arti dan fungsi masing-masing. 

Candi Pembakaran, misalnya, merupakan bangunan bujur sangkar yang dindingnya terdiri dari selapis batu andesit dengan batu putih di bagian dalamnya. Candi ini diduga sebagai bangunan suci yang berguna sebagai pelengkap dalam upacara keagamaan. 

Ada sejumlah pantangan untuk wisatawan guna menjaga kelestarian tempat ini, di antaranya menginjak batuan yang ada di luar gerbang utama dan mengambil peninggalan bersejarah yang ada di lokasi. 

Bayu sempat mengatakan, wisatawan yang nekat mengambil peninggalan bersejarah di lokasi ini akan kesurupan.

Namun, terlepas dari cerita tersebut, sudah menjadi kewajiban bagi pengunjung untuk menjaga kelestarian dan kebersihan situs ini.

Baca juga: Candi Ratu Boko Uji Coba Buka pada 25 September, Kuota Pengunjung 1.700 Orang

4. Pakai alas kaki yang nyaman

Tangga menuju Ratu Boko di Yogyakarta, Jumat (17/12/2021).KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Tangga menuju Ratu Boko di Yogyakarta, Jumat (17/12/2021).

Kompleks Ratu Boko memiliki luas sekitar 16-25 hektare. Dari pintu masuk, wisatawan harus berjalan selama 5-10 menit untuk bisa mencapai area dengan tulisan #Covidsafe.

Meski durasi perjalanan tidak terlalu lama, namun jalan menuju lokasi tersebut menanjak dan disertai tangga di beberapa bagian. 

Tidak hanya itu, wisatawan perlu menaiki sejumlah anak tangga jika ingin ke gerbang utama. Apabila ingin menuju ke Pendopo dan Keputren, mereka harus berjalan lagi ditambah menuruni dan menaiki tangga. 

Oleh sebab itu, wisatawan dianjurkan memakai alas kaki yang nyaman, salah satunya sepatu, agar tidak terpeleset. 

Namun, jika kelelahan di tengah jalan, mereka bisa istirahat sejenak di gazebo dan bangku-bangku panjang yang sudah disediakan. 

Baca juga: Anak Usia di Bawah 12 Tahun Sudah Boleh Wisata ke Ratu Boko

Ratu Boko berada di Jalan Raya Piyungan - Prambanan Nomor 2, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jam operasionalnya dari pukul 09.00 WIB sampai 17.15 WIB.  

Tiket masuk ke Ratu Boko dimulai dari Rp 40.000 untuk orang dewasa dan Rp 20.000 untuk anak-anak. Sedangkan tarif parkir kendaraan roda dua mulai dari Rp 3.000 dan roda empat mulai dari Rp 10.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa Buat Nongkrong dan Ngopi

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa Buat Nongkrong dan Ngopi

Travel Promo
Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik Hingga Perawatan Wajah

Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik Hingga Perawatan Wajah

Travel Update
Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Travel Update
5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

Jalan Jalan
Pendaki Rinjani Jatuh Mengaku Didorong Perempuan Cantik, Pemandu Imbau 3 Hal Ini

Pendaki Rinjani Jatuh Mengaku Didorong Perempuan Cantik, Pemandu Imbau 3 Hal Ini

Travel Tips
Festival Cahaya di Marina Bay, Ada 20 Instalasi Bertema Lingkungan

Festival Cahaya di Marina Bay, Ada 20 Instalasi Bertema Lingkungan

Jalan Jalan
5 Tempat Berburu 'Sunrise' Eksotis di Perbukitan Pantura NTT

5 Tempat Berburu "Sunrise" Eksotis di Perbukitan Pantura NTT

Jalan Jalan
10 Tempat Ngopi di Trawas, Bisa Santai Sambil Nikmati Panorama Alam

10 Tempat Ngopi di Trawas, Bisa Santai Sambil Nikmati Panorama Alam

Jalan Jalan
Tahun Ini, Dieng Culture Festival Tak Lagi Digelar Online

Tahun Ini, Dieng Culture Festival Tak Lagi Digelar Online

Travel Update
Panduan Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun, Wajib Reservasi

Panduan Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun, Wajib Reservasi

Travel Tips
KJRI Penang Lirik Kerjasama Pariwisata dengan Kota Batu

KJRI Penang Lirik Kerjasama Pariwisata dengan Kota Batu

Travel Update
Universal Studio Singapore Bakal Punya Wahana Serba Minion

Universal Studio Singapore Bakal Punya Wahana Serba Minion

Jalan Jalan
Lion Air Buka Rute Ambon-Langgur, Pangkas Waktu Tempuh

Lion Air Buka Rute Ambon-Langgur, Pangkas Waktu Tempuh

Travel Update
Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Jalan Jalan
Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.