Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/12/2021, 16:19 WIB

KOMPAS.com – Liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 sudah di depan mata. Banyak keluarga yang sudah berencana untuk berwisata bersama. 

Jika ingin mengisi pengalaman liburan dengan aktivitas yang berbeda, berwisata dengan mengunjungi gereja-gereja kuno di sekitar Jakarta bisa menjadi pilihan.

Setidaknya, ada enam gereja kuno di Jakarta yang dapat dikunjungi lantaran memiliki arsitektur bangunan yang indah. Berikut rangkumannya, seperti dirangkum Kompas.com saat mengikuti kegiatan Jelajah Gereja Kuno virtual bersama Wisata Kreatif Jakarta, Rabu (22/12/2021).

Baca juga: Gereja Ganjuran Bantul, Salah Satu Wisata Religi di Yogyakarta

Gereja Immanuel 

Bangunan utama GPIB Immanuel, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Sabtu (24/12/2017).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Bangunan utama GPIB Immanuel, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Sabtu (24/12/2017).

Gereja Immanuel bisa dibilang tempat ibadah golongan elit pada zaman Belanda. Jadi, hanya petinggi, raja dan bangsawan yang beribadah di tempat ini. 

Awal mula gereja ini dibangun karena Kota Tua pada saat itu mulai ditinggalkan lantaran ada banyak wabah penyakit. 

Kemudian di Kota Baru ini didirikanlah sebuah gereja berdesain megah dengan pilar-pilar besar berwarna putihnya. 

Selain arsitektur yang indah, ada juga sebuah alat musik orgel yang sudah berusia ratusan tahun dan masih bisa digunakan hingga saat ini. 

Baca juga: Indahnya Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral

Gereja Katedral 

Gereja Katedral Shutterstock Gereja Katedral

Gereja kuno di Jakarta lainnya yang menarik untuk dikunjungi adalah Gereja Katedral. Ini adalah gereja Katolik pertama di Jakarta dengan gaya gotik dengan bangunan berwarna gelap. 

Meski sempat terbakar dan roboh, keindahan Gereja Katedral masih sangat indah dan terlihat megah. 

Nama resminya adalah Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, atau dalam bahasa Inggrisnya adalah The Church of Our Lady of the Assumption

Tempat ibadah ini diresmikan pada 1901 dan memiliki monumen granit hitam dari Belgia untuk mengenang Komisaris Jendral Leonardus Petrus Josephus Burggraaf Du Bus de Gisignies. Ia dianggap sebagai sosok yang sangat penting dalam sejarah pembangunan Gereja Katedral.

Keunikan dari gereja ini adalah memiliki museum yang dibangun di dekatnya dan menyimpan berbagai benda sejarah yang berhubungan dengan Gereja Katedral. 

Baca juga: Bukit Rhema Gereja Ayam Tutup Sementara Guna Cegah Penyebaran Corona

Gereja Pniel 

Gereja PneilShutterstock Gereja Pneil

Gereja ini memiliki nama lain dan lebih terkenal yakni Gereja Ayam.

Disebut Gereja Ayam karena di atas gereja ada patung ayam yang berfungsi sebagai penunjuk arah.

Ini adalah gereja peninggalan Belanda yang dirancang oleh Ed Cuypers dan Hulswit, serta dibangun antara tahun 1913 sampai 1915. 

Gereja dengan gaya bangunan campuran arsitektur Italia dan Portugis ini awalnya sangat kecil dan hanya sebuah kapel. 

Namun, Gereja Pniel kemudian dipugar dan menjadi lebih luas sehingga bisa menampung ribuan orang yang beribadah.

Interior bangunan ini masih dipertahankan dan tak ada yang diubah meski sudah berdiri ratusan tahun lamanya.

Mimbar, kursi, dan benda lain yang terbuat dari kayu jati masih asli dari sejak gereja ini diresmikan. 

Gereja ini juga masih menyimpan sebuah Alkitab kuno berukuran besar dan berbahasa Belanda yang disimpan di mimbar gereja. Sayangnya, karena termakan umur, Alkitab itu sudah sangat rapuh. 

Baca juga: Membelah Makau dari Gereja Tua St Paul

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buana Life Pangalengan: Harga Menu, Jam Buka, dan Daya Tarik 

Buana Life Pangalengan: Harga Menu, Jam Buka, dan Daya Tarik 

Jalan Jalan
Uniknya Masjid Hidayatullah di Jakarta Selatan, Sajikan Akulturasi 4 Budaya

Uniknya Masjid Hidayatullah di Jakarta Selatan, Sajikan Akulturasi 4 Budaya

Jalan Jalan
Usai Acara, Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023 Akan Jelajah Yogyakarta

Usai Acara, Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023 Akan Jelajah Yogyakarta

Travel Update
Ada Apa di Museum Taman Prasasti Jakarta?

Ada Apa di Museum Taman Prasasti Jakarta?

Travel Update
5 Tips Berkunjung ke Buana Life Pangalengan, Reservasi Lebih Dulu

5 Tips Berkunjung ke Buana Life Pangalengan, Reservasi Lebih Dulu

Jalan Jalan
ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogya Dimulai, Ada Pameran Parekraf Selama 4 Hari

ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogya Dimulai, Ada Pameran Parekraf Selama 4 Hari

Travel Update
Strategi Indonesia Pulihkan Pariwisata Pascapandemi, Luncurkan Visa sampai Pameran di Luar Negeri

Strategi Indonesia Pulihkan Pariwisata Pascapandemi, Luncurkan Visa sampai Pameran di Luar Negeri

Travel Update
Kelenteng Hok Tek Tjengsin, Tempat Ibadah 3 Agama di Kuningan Jakarta

Kelenteng Hok Tek Tjengsin, Tempat Ibadah 3 Agama di Kuningan Jakarta

Jalan Jalan
6 Hotel Dekat ICE BSD Tangerang, Ada yang Tinggal Jalan Kaki

6 Hotel Dekat ICE BSD Tangerang, Ada yang Tinggal Jalan Kaki

Travel Tips
Dikunjungi Iriana Jokowi, Ini Kisah Kampung Pathuk di Yogyakarta

Dikunjungi Iriana Jokowi, Ini Kisah Kampung Pathuk di Yogyakarta

Jalan Jalan
5 Aktivitas di Buana Life Pangalengan, Bisa Prewedding

5 Aktivitas di Buana Life Pangalengan, Bisa Prewedding

Jalan Jalan
Ada Vaksin Booster Kedua, Bakal Jadi Syarat Perjalanan?

Ada Vaksin Booster Kedua, Bakal Jadi Syarat Perjalanan?

Travel Update
6 Wisata Malam di Surabaya, Pas untuk Anak-anak dan Dewasa

6 Wisata Malam di Surabaya, Pas untuk Anak-anak dan Dewasa

Jalan Jalan
6 Prediksi Tren Liburan 2023, Staycation hingga Wisata Hemat

6 Prediksi Tren Liburan 2023, Staycation hingga Wisata Hemat

Travel Update
Catat, Daftar Kantong Parkir untuk Pengunjung Cap Go Meh Bogor

Catat, Daftar Kantong Parkir untuk Pengunjung Cap Go Meh Bogor

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+