Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gereja Katedral, Gereja Katolik Pertama di Jakarta yang Usianya Lebih dari Seabad

Kompas.com - Diperbarui 25/12/2022, 16:51 WIB
Desi Intan Sari,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.comGereja Katedral menjadi gereja Katolik pertama di Jakarta yang diresmikan pada tahun 1901. Gereja ini beralamat di Jalan Katedral Nomor 7B, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. 

Jaraknya dua hingga 3 kilometer dari Monumen Nasional (Monas) dengan waktu tempuh sekitar 9-11 menit. 

Baca juga: 12 Gereja Tertua di Indonesia, Bisa Dikunjungi Saat Libur Natal

Tempat ibadah yang berumur lebih dari satu abad itu memiliki nama resmi Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga atau, dalam bahasa Belanda, De Kerk Van Onze Lieve Vrouwe Ten Hemelopneming.

Gereja ini memiliki arsitektur gotik dengan warna bangunan yang cenderung gelap.

Perancang Gereja Katedral awalnya adalah Antonius Dijkimans yang kemudian diteruskan oleh Cuypers Hulswit. Sedangkan, untuk peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Pro Vikaris. 

Bangunan gereja yang berdiri saat ini sesungguhnya bukan bangunan aslinya karena sebelumnya gereja Katedral yang asli telah diresmikan pada 1810. 

Baca juga: 8 Gereja Unik di Indonesia, Ada yang Mirip Kuil dan Pura 

Sayangnya, pada tahun 1826, bangunan gereja terbakar dan ratusan rumah penduduk yang ada di sekitarnya juga dilalap api. Setelah peristiwa itu, barulah dilakukan renovasi. 

Di sekitar area gereja terdapat monumen yang terbuat dari batu granit hitam dari Belgia.

Monumen itu didirikan untuk mengenang Komisaris Jenderal Leonardus Petrus Josephus Burggraaf Du Bus de Gisignies, yang dinilai sebagai sosok penting dalam sejarah pembangunan Gereja Katedral. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Terdapat pula patung Burung Garuda berukuran besar di halaman gereja yang biasanya digunakan sebagai spot foto para pengunjung. 

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Travel Update
19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

Travel Update
Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Travel Update
Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Travel Tips
BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com