Kompas.com - 24/12/2021, 22:28 WIB

“Perlu standardisasi siapa saja yang bisa di Wisma Atlet. PMI wajar, pelajar juga boleh, kalau ASN apalagi pejabat negara itu kita lihat lagi," kata Azril. 

“ASN jangan asal namanya ASN jadi gratis. Harus lihat juga apakah ada penugasan atau kegiatan lain misalnya murni berlibur,” tegasnya. 

Baca juga:

Ia juga melihat perlunya sosialisasi menyeluruh kepada semua lapisan masyarakat melalui satu pintu atau satu sumber saja. Sehingga, hal-hal seperti kecemburuan atau yang tidak sesuai dengan aturan bisa diminimalisasi. 

Tidak hanya soal standardisasi dan konsistensi, wisatawan nasional juga harus bertanggung jawab, ujarnya. 

“Kalau mampu pergi dan pulang, berwisata di sana, seharusnya siap juga bikin pernyataan sebelum ke luar negeri. Kan ada e-Hac, bisa dari situ bikin sistem pernyataan bersedia bayar sendiri,” kata Azril.

Standardisasi yang dimaksud tidak hanya untuk karantina, tetapi juga peraturan perjalanan secara umum, seperti antara perjalanan darat, laut, dan udara. 

Ia melanjutkan bahwa sosialisasi dan konsistensi aturan juga harus diperhatikan, agar tidak ada lagi pihak yang mengabaikan ketentuan yang berlaku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.