Kompas.com - 02/01/2022, 13:01 WIB
Ilustrasi varian Omicron dari riwayat perjalanan luar negeri. Kasus Omicron di Indonesia bertambah, kebanyakan berasal dari perjalanan luar negeri dari Turki. SHUTTERSTOCK/Eduard GoricevIlustrasi varian Omicron dari riwayat perjalanan luar negeri. Kasus Omicron di Indonesia bertambah, kebanyakan berasal dari perjalanan luar negeri dari Turki.

KOMPAS.com - Kasus Omicron di Indonesia bertambah 68 orang pada Jumat (31/12/2021). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pun mengimbau masyarakat tidak bepergian ke negara-negara dengan transmisi penularan Omicron yang tinggi.

Adapun bertambahnya kasus Omicron di Indonesia menjadi 68 orang pada Jumat, menjadikan total kasus Omicron yang terkonfirmasi sebanyak 136 orang, mengutip laman Kemenkes RI, Minggu (2/1/2022).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi menghimbau masyarakat untuk menahan diri tidak bepergian ke negara-negara tertentu.

Baca juga: Turis Diimbau Tidak Naik Kapal Pesiar akibat Omicron

''Jangan egois, harus bisa menahan diri untuk tidak bepergian dulu ke negara dengan transmisi penularan Covid-19 yang sangat tinggi, seperti Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat,'' kata Nadia.

Ia melanjutkan, 68 kasus baru ini berasal dari pelaku perjalanan luar negeri dan 11 diantaranya merupakan WNA.

''Semua kasus merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri dengan asal negara kedatangan paling banyak dari Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat,” ujar dia.

Baca juga: Cegah Omicron, Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri Diperketat

Dari 68 kasus Konfirmasi Omicron tersebut, sebanyak 29 orang tidak memiliki gejala, 29 orang sakit dengan gejala ringan, satu orang sakit dengan gejala sedang, dan sembilan orang lainnya tanpa keterangan.

Data WHO dari penghitungan prediksi peningkatan kasus akibat Omicron dibandingkan dengan Delta dan mempertimbangkan tingkat penularan serta risiko keparahan, hasilnya adalah kemungkinan akan terjadi peningkatan penambahan kasus yang cepat akibat Omicron.

Namun, hal ini diiringi dengan tingkat penggunaan tempat tidur rumah sakit atau ICU yang lebih rendah dibandingkan dengan periode Delta.

Baca juga: 5 Cara Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19 Omicron Saat Traveling

Artinya, varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi tapi dengan risiko sakit berat yang rendah.

Kendati demikian, masyarakat tetap harus waspada karena situasi dapat berubah dengan cepat dan tidak terduga.

Masyarakat diminta untuk terus melakukan upaya pencegahan dan pengendalian. Serta upaya mitigasi lainnya, dengan tidak bepergian ke negara-negara dengan transmisi penularan Omicron yang tinggi kecuali untuk keperluan darurat.

Perkembangan kasus Omicron di Indonesia

Total kasus Omicron yang terkonfirmasi di Indonesia berjumlah 136 orang, berawal dari adanya kasus pertama pada Kamis (16/12/2021).

Ilustrasi varian Omicron. Studi menemukan masa inkubasi varian Omicron hanya 3 hari.SHUTTERSTOCK/Naeblys Ilustrasi varian Omicron. Studi menemukan masa inkubasi varian Omicron hanya 3 hari.

Melansir Kompas.com, varian Omicron atau B.1.1.529 diumumkan terdeteksi di Jakarta, tepatnya pada seorang petugas kebersihan yang bertugas di RS Wisma Atlet.

Perkembangan Omicron terus dipantau. Bahkan, kini sudah diketahui adanya transmisi lokal varian baru ini.

Lalu, pada Sabtu (18/12/2021), Kemenkes RI kembali menyebutkan penambahan dua kasus varian Omicron pada dua orang yang baru kembali dari Amerika Selatan dan Inggris.

Baca juga: Kasus Omicron Bertambah 2, Pasien Punya Riwayat Perjalanan dari Inggris dan Amerika Selatan

Angka ini terus bertambah, hingga mencapai total 68 kasus Omicron dari penambahan terakhir 21 orang pada Rabu (29/12/2021).

Seperti disebutkan Kompas.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan bahwa 21 kasus baru omicron berasal dari perjalanan luar negeri, yaitu Arab Saudi, Turki dan Uni Emirat Arab.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Travel Update
15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Jalan Jalan
Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Travel Update
Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.