Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Kota Mati Terpopuler di Dunia, Ada Bekas Taman Main Para Miliarder

Kompas.com - 06/01/2022, 09:34 WIB
Desi Intan Sari,
Nabilla Tashandra

Tim Redaksi

Sumber History

Hingga saat ini bangunan rusak dan estalase toko yang hangus terbakar masih ada. Tak hanya itu, kuburan bagi mobil dan sepeda yang telah berkarat juga masih bisa ditemukan. 

Situs ini kemudian menjadi rumah bagi museum yang menyimpan koleksi relik dan kenang-kenangan yang ditemukan dari puing-puing.

Baca juga: 5 Kota Paling Modern dan Maju di Dunia, Ada Kota dari India

Pulau Hashima memiliki labirin kosong dari bekas reruntuhan beton, tembok laut, dan bangunan lainnya. 

Sebelum menjadi kota tak berpenghuni, tempat ini pernah menjadi salah satu lokasi dengan penduduk terpadat di dunia.

Pulau kecil di lepas pantai Nagasaki ini pertama kali dihuni pada 1887 sebagai hunian bagi pekerja pertambangan batu bara. 

Kemudian, pulau ini sempat dibeli oleh Mitsubishi yang membangun beberapa gedung beton bertulang bertingkat pertama di dunia untuk menampung populasinya yang terus bertambah. 

Selama beberapa dekade setelahnya tempat ini semakin ramai. Terutama pada Perang Dunia kedua ketika Jepang memaksa ribuan buruh Korea dan tawanan perang China untuk bekerja keras di tambangnya. 

Pada 1950-an, area seluas 16 hektar itu dipenuhi oleh lebih dari 5.200 penduduk.

Sebagian besar pekerja menganggap kondisi itu tak lagi layak huni dan kota itu perlahan ditinggalkan setelah tambang tutup pada 1974.

Setelah sekitar 40 tahun ditinggalkan, bangunannya juga menjadi usang karena dimakan usia.

Banyak dari gedung bertingkatnya yang masih dipenuhi dengan televisi tua dan peninggalan lainnya dari pertengahan abad ke-20.

Fasilitas seperti kolam renang, tempat pangkas rambut, dan ruang kelas sekolah kini menjadi berantakan. 

Pulau ini secara resmi dibuka untuk turis pada 2009, dan sejak itu menjadi inspirasi tempat persembunyian penjahat dalam film James Bond 2012 Skyfall.

Baca juga: 10 Masjid Terindah di Dunia yang Wajib Dikunjungi

  • Varosha, Siprus

Varosha, CyprusCommons Wikimedia Varosha, Cyprus

Pantai Varosha, Siprus pada awal 1970-an merupakan salah satu taman bermain para miliarder paling populer di Mediterania.

Pinggiran kotanya menjadi ekonomi pariwisata yang berkembang. Selebritas seperti Elizabeth Taylor dan Brigitte Bardot juga pernah menikmati pasir dan matahari di hotel tepi pantai kelas atas. 

Sayangnya, semua itu berubah pada Agustus 1974, ketika Turki menginvasi Siprus dan menduduki sepertiga bagian utaranya sebagai tanggapan atas kudeta yang dipimpin oleh nasionalis Yunani. 

Akibatnya sekitar 15.000 penduduk Varosha melarikan diri dari kota dalam ketakutan, meninggalkan barang-barang berharga dan mata pencaharian mereka. 

Sebagian besar berasumsi bahwa mereka akan kembali setelah pertempuran berhenti, tetapi perselisihan politik yang berlangsung telah membuat Varosha ditinggalkan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com