Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wahana Ngopi In The Sky Masih Tunggu Sertifikasi Keamanan

Kompas.com - 06/01/2022, 12:14 WIB
Markus Yuwono,
Nabilla Tashandra

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Wahana wisata baru Ngopi in the Sky yang berlokasi di kawasan Pantai Nguluran, di Kapanewon Pangang, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, mengundang polemik di masyarakat.

Menindaklanjuti keramaian yang muncul di kalangan warganet usai peluncuran Ngopi in the Sky, Minggu (2/1/2022), Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Muhamad Arif Aldian mengatakan, pihaknya langsung mengunjungi lokasi, Rabu (5/1/2022).

Dari hasil koordinasi dengan pengelola, ia menyebut bahwa wahana Ngopi in the Sky belum dibuka untuk umum dan masih diuji coba.

"Belum beroperasi, masih dalam uji coba kemarin itu," kata Arif saat dihubungi melalui sambungan telepon Kamis (6/1/2022).

Baca juga: Pertama di Indonesia, Ngopi sambil Terbang Naik Gondola di Teras Kaca Pantai Nguluran Gunungkidul

Arif melihat langsung alat yang digunakan untuk wahana tersebut bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP), Disperkop UMKM, dan Disnaker Gunungkidul.

Ia mengatakan, prinsipnya pemerintah mengapresiasi inovasi wahana baru tersebut karena dianggap dapat mengangkat nama Gunungkidul. 

Namun, alat yang digunakan merupakan alat berisiko tinggi. Oleh karena itu, demi keamanan dan kenyamanan, diperlukan uji kelayakan atau sertifikasi keamanan. 

"Agar ketika semuanya ada keyakinan alat yang digunakan otomatis tidak ada masalah. Jika belum ada keyakinan alat nanti kalau ada apa-apa kasihan keduanya, baik dari pengunjung maupun pengelola," ucap Arif.

"Termasuk untuk perizinan kami harapkan untuk segera mengurus ke DPMPTSP."

Ngopi di atas Awan menggunakan Gondola di Teras Kaca, Gunungkidul, DI YogyakartaKOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Ngopi di atas Awan menggunakan Gondola di Teras Kaca, Gunungkidul, DI Yogyakarta

Selain Ngopi in the Sky, ada pula beberapa wahana ekstrem lain di Gunungkidul, seperti Gondola Pantai Timang dan Jembatan Pantai Nglambor.

Namun, Pemkab meninjau kembali wahana di kawasan Teras Kaca tersebut karena alat yang digunakan untuk mengangkat beban menjadi pertanyaan di masyarakat.

“Jadi, kan ramai, ya, diperbincangkan soal itu (wahana Ngopi in the Sky). Banyak yang mempertanyakan jaminan keselamatan dan lain-lain," kata Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul Purnamajaya.

Menurut dia, kewenangan ada di pemerintah provinsi. Namun, pemerintah di tingkat kabupaten meminta agar wahana Ngopi in the Sky dihentikan sementara hingga hasil kajian keluar.

"Sekali lagi ya, kewenangan ada di provinsi. Tapi kami dari Pemkab meminta agar aktivitas wahana Ngopi in the Sky dihentikan sementara sambil menunggu keluarnya hasil kajian dan izin operasional," tambahnya.

Sementara itu, pengelola wahana Ngopi in the Sky, Nur Nasution, mengatakan bahwa wahana tersebut masih dalam tahap uji coba. Pihaknya saat ini memang tengah mengajukan izin operasional.

"Supaya saat beroperasi nanti, sudah memiliki sertifikasi," kata Nur saat dihubungi wartawan.

Baca juga:

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Gunungkidul, Puas Nikmati Keindahan Alam

Itinerary Sehari di Gunungkidul Yogyakarta, Kemah di Bukit Pengilon

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Jalan Jalan
Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Travel Update
Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Travel Update
Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Jalan Jalan
10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

Jalan Jalan
Tanggapi Larangan 'Study Tour', Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Tanggapi Larangan "Study Tour", Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Travel Update
Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com