Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Makanan buat Kurangi Jet Lag, Traveler Wajib Tahu

Kompas.com - 17/01/2022, 14:02 WIB
Ulfa Arieza ,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

Beil juga menegaskan bahwa minum air bukanlah satu-satunya cara memastikan tubuh mendapatkan asupan cairan.

3. Timun

Selain semangka, buah yang memiliki kandungan air tinggi adalan timun. Kandungan air dalam timun mencapai 96 persen, bahkan lebih tinggi dari semangka.

Timun juga mengandung antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan. Oleh sebab itu, mengonsumsi timun sebelum dan sesudah perjalanan membantu mengatasi dehidrasi.

4. Alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian

Tiga jenis makanan tersebut kaya akan elektrolit yang meliputi magnesium, kalium, dan klorida. Poon mengatakan elektrolit adalah kunci untuk mengatur jumlah air dalam tubuh.

Ilustrasi granola dari beragam biji-bijian dan kacang yang sehat. UNSPLASH/ ABHISHEK HAJARE Ilustrasi granola dari beragam biji-bijian dan kacang yang sehat.

Usai penerbangan jauh yang melelahkan, tubuh terancam mengalami dehidrasi. Oleh sebab itu, elektrolit penting untuk menyeimbangkan kembali kadar air dalam tubuh.

Baca juga: Konsumsi Makanan Ini Mencegah Jetlag

“Konsumsi makanan yang tinggi magnesium dan potasium dapat membantu Anda menghindari malaise yang disertai dengan dehidrasi ringan," kata Poon.

Elektrolit ini biasanya terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Pisang, alpukat, dan bayam kaya akan potasium. Sedangkan kacang-kacangan dan biji-bijian banyak mengandung magnesium.

5. Jeruk

Kandungan vitamin C pada buah jeruk membantu Anda meningkatkan konsentrasi. Utamanya, setelah melintasi perbedaan zona waktu hingga berjam-jam.

Jeruk jangan dikonsumsi berdekatan dengan obat, karena zat asamnya bisa mengganggu kerja sel saluran cerna dalam mencerna obat.PEXELS/PIXABAY Jeruk jangan dikonsumsi berdekatan dengan obat, karena zat asamnya bisa mengganggu kerja sel saluran cerna dalam mencerna obat.

"Mengonsumsi makanan yang mengandung konsentrasi vitamin C tinggi dapat meningkatkan fungsi kognitif seperti perhatian, fokus, dan pengambilan keputusan," kata Poon.

Makanan dan minuman yang menyebabkan jet lag

Sebaliknya, ada dua jenis makanan yang hendaknya dihindari guna menekan risiko jet lag. Keduanya adalah kopi dan makanan minuman yang banyak mengandung gula.

1. Kopi dan alkohol

Meskipun menggoda, Poon menganjurkan traveller menghindari konsumsi kopi sebelum penerbangan jauh.

Kopi berisiko menimbulkan jet lag karena kandungan kafein dalam kopi dapat menunda peningkatan melatonin dalam tubuh.

Untuk menambah citarasa dan nutrisi di dalam segelas kopi, Anda bisa menambahkan bubuk kayu manis.Unsplash/Charisse Kenion Untuk menambah citarasa dan nutrisi di dalam segelas kopi, Anda bisa menambahkan bubuk kayu manis.

Selain itu, kopi dapat memperburuk dehidrasi selama perjalanan. Peringatan serupa juga berlaku untuk alkohol.

Baca juga: 5 Tips Atasi Rasa Takut Naik Pesawat Saat Cuaca Buruk

“Minuman tersebut (kopi dan alkohol) dapat menimbulkan dehidrasi dan dapat mengganggu siklus tidur alami,” ujarnya.

2. Makanan dan minuman kaya gula

Makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan sebaiknya dihindari demi mengurangi jet lag. Poon mengatakan kandungan gula berlebih bisa berdampak negatif pada tingkat energi.

Minuman bersoda.SHUTTERSTOCK/VINTAGE TONE Minuman bersoda.

Sejumlah makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan meliputi yoghurt dengan variasi rasa, smoothie, dan susu gandum.

Demikian, makanan yang dapat mengurangi jet lag serta pemicunya. Selain faktor makanan, tak kalah pentingnya adalah istirahat cukup sehingga tubuh tetap fit usai bepergian jauh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com