Kompas.com - 29/01/2022, 11:02 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Hong Kong akan mengurangi lama karantina untuk kedatangan dari luar negeri menjadi 14 hari mulai Sabtu (5/2/2022).

Sebelumnya, otoritas setempat menerapkan wajib karantina selama 21 hari dengan peraturan ketat.

Mengutip laman resmi Pemerintah Hong Kong, Sabtu (29/01/2022), keputusan tersebut diumumkan pada Kamis (27/01/2022). Pertimbangan pengurangan masa karantina berdasarkan informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai Covid-19 varian Omicron.

Baca juga: 

WHO menyatakan varian Omicron telah menyebar ke seluruh dunia. Meskipun transmisi varian Omicron lebih cepat, namun data ilmiah terbaru menunjukkan bahwa masa inkubasinya lebih pendek.

Oleh sebab itu, Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong atau Centre for Health Protection menyesuaikan rekomendasi para ahli. Jadi, periode karantina dipangkas menjadi 14 hari.

“Pemerintah mengumumkan hari ini (27/01/2022), bahwa mulai 5 Februari 2022, masa karantina wajib bagi pelaku perjalanan yang masuk dari luar negeri akan disesuaikan menjadi 14 hari di hotel karantina (DQHs), diikuti dengan periode pemantauan mandiri selama tujuh hari,” tulis pengumuman tersebut.

Ilustrasi Hong KongPIXABAY/stokpic Ilustrasi Hong Kong

Selain itu, Pemerintah Hong Kong mengkategorikan semua negara pada Grup A karena varian Omicron telah menyebar ke seluruh negara. Namun, ada larangan masuk untuk negara-negara tertentu.

Penduduk Hong Kong yang tinggal di negara tertentu tersebut dalam 14 hari sebelumnya, hanya dapat terbang ke Hong Kong jika telah divaksinasi lengkap dan memiliki catatan vaksinasi yang diakui pemerintah.

Selanjutnya, mereka akan menjalani masa karantina selama 14 hari dan akan menjalani sebanyak enam tes. Usai karantina selama 14 hari, mereka akan kembali menjalani tes Covid-19 pada hari ke-16 dan ke-19.

Tidak selesai sampai di situ, mereka masih perlu melakukan pemantauan mandiri selama tujuh hari.

Baca juga:

Pemerintah Hong Kong menyatakan tidak ada perubahan untuk syarat kedatangan lainnya. 

Hal ini termasuk menunjukkan hasil negatif tes PCR dalam kurun waktu 48 jam sebelum waktu keberangkatan, serta konfirmasi pemesanan kamar di DQHs untuk masa karantina wajib.

Otoritas setempat juga akan menyesuaikan aturan baru tersebut bagi masyarakat yang telah menjalani masa karantina sebelum 5 Februari 2022.

Apabila mereka telah menjalani karantina selama 14 hari dan mendapatkan hasil negatif tes PCR, maka akan diperbolehkan pergi dari DHQs.

“Pemerintah akan terus memantau dengan cermat situasi epidemi di berbagai tempat, dan akan mempertimbangkan serangkaian faktor berdasarkan prinsip berbasis risiko,” imbuh pengumuman tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panduan Wisata ke Bangsring Underwater Banyuwangi, Masuk Cuma Rp 5.000

Panduan Wisata ke Bangsring Underwater Banyuwangi, Masuk Cuma Rp 5.000

Jalan Jalan
Scoot Sediakan Rute ke Jeju Korea Selatan, Harga Mulai Rp 4 Jutaan

Scoot Sediakan Rute ke Jeju Korea Selatan, Harga Mulai Rp 4 Jutaan

Travel Update
Tempat Foto Pre-wedding Maudy Ayunda, Ini Pesona Bukit Wairinding di Sumba

Tempat Foto Pre-wedding Maudy Ayunda, Ini Pesona Bukit Wairinding di Sumba

Jalan Jalan
Mesut Özil ke Indonesia, Sandiaga Harapkan Ini untuk Pariwisata

Mesut Özil ke Indonesia, Sandiaga Harapkan Ini untuk Pariwisata

Travel Update
Sandiaga: Viralnya Rowo Bayu Bisa Bantu Kembangkan Wisata Banyuwangi

Sandiaga: Viralnya Rowo Bayu Bisa Bantu Kembangkan Wisata Banyuwangi

Travel Update
Rute ke Air Terjun Kapas Biru dari Malang, Bisa Naik Bus Umum

Rute ke Air Terjun Kapas Biru dari Malang, Bisa Naik Bus Umum

Travel Tips
Jabodetabek PPKM Level 1, Kapasitas Mal hingga Bioskop 100 Persen

Jabodetabek PPKM Level 1, Kapasitas Mal hingga Bioskop 100 Persen

Travel Update
8 Tempat Trekking di Sentul Bogor, Bisa Buat Anak dan Keluarga

8 Tempat Trekking di Sentul Bogor, Bisa Buat Anak dan Keluarga

Jalan Jalan
Fasilitas Bangsring Underwater Banyuwangi, Bisa Renang dengan Hiu 

Fasilitas Bangsring Underwater Banyuwangi, Bisa Renang dengan Hiu 

Jalan Jalan
Jembatan Gantung Terpanjang Dunia, Capai 721 Meter di Republik Ceko 

Jembatan Gantung Terpanjang Dunia, Capai 721 Meter di Republik Ceko 

Travel Update
5 Negara Sumbang Kunjungan Turis Asing Terbanyak di Bali

5 Negara Sumbang Kunjungan Turis Asing Terbanyak di Bali

Travel Update
Wisata Cuntel: Mau Glamping, Agrowisata, atau Sekadar Cuci Mata di Lereng Merbabu, Bisa!

Wisata Cuntel: Mau Glamping, Agrowisata, atau Sekadar Cuci Mata di Lereng Merbabu, Bisa!

Jalan Jalan
6 Persiapan Trekking buat Pemula, Jangan Langsung Berangkat

6 Persiapan Trekking buat Pemula, Jangan Langsung Berangkat

Travel Tips
Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Jalan Jalan
Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.