Kompas.com - 29/01/2022, 18:07 WIB

KOMPAS.com - Dijuluki sebagai "Provence Kecil-nya Italia", Sancto Lucio de Coumboscuro adalah desa yang berada di dekat perbatasan antara Piedmont, Italia dan Perancis.

Untuk mencapai desa ini, wisatawan harus terbang ke Turin lalu naik kereta api dan bus ke selatan Provence.

Wilayah di Italia yang tidak pakai bahasa Italia

Meski berada di Italia, bahasa resmi masyarakat Coumboscuro adalah Provençal, yaitu dialek neo-Latin abad pertengahan kuno dari Occitan. Bahasa ini digunakan di seluruh wilayah Occitania, Perancis.

Salah satu warga lokal bernama Agnes Garrone justru menganggap Provençal, yang sering dicirikan sebagai campuran antara bahasa Prancis dan Italia, sebagai bahasa ibunya, daripada bahasa Italia.

Mayoritas penduduknya adalah keluarga pengembala

Desa Coumboscuro merupakan desa yang cukup lambat hampir dalam segala hal, yang mana sebagian besar penduduknya berasal dari keluarga pengembala. Bahkan tak jarang ternak mereka diserang oleh gerombolan serigala liar.

Penduduk Coumboscuro sebagian besar adalah pengembalaTANGKAP LAYAR Coumboscuro Centre Prouvençal VIA CNN Penduduk Coumboscuro sebagian besar adalah pengembala

"Saya terbiasa bangun subuh untuk menggembalakan domba. Saya bekerja 365 hari per tahun, tidak ada hari libur. Saya tidak mengenal Natal atau Malam Tahun Baru, karena bahkan selama perayaan, ternak saya perlu makan dan dirawat," kata seorang pengembala lokal bernama Garrone, dikutip dari CNN Travel (24/1/2022).

Ia melanjutkan, kerja keras tersebut akan terbayar saat mereka melihat kelahiran anak dombanya.

Baca juga:

Di Coumboscuro, listrik sering padam hingga berminggu-minggu selama musim dingin. Koneksi internet pun sangat terbatas. Penduduk setempat menganut gaya hidup sederhana yang selaras dengan alam.

Padamnya listrik juga tidak menyebabkan kepanikan di sana. Sebab, mereka telah menyediakan lampu minyak di rumah masing-masing.

Ketenangan desa yang pas untuk beristirahat

Bentang alam Coumboscuro berupa padang rumput, pegunungan, dan ladang lavender ungu, sangat ideal bagi pengunjung yang mencari tempat peristirahatan. Bahkan ada pula pemandangan menakjubkan dari puncak Alpine yang membentang ke Cote dAzur.

"Pengunjung dipersilakan untuk tinggal bersama kami. Kami membutuhkan orang untuk menemukan dunia kami. Kami tidak ingin dilupakan dan kami memiliki begitu banyak warisan untuk dibagikan," kata Garrone.

Lupakan bar, supermarket, restoran, dan keramaian sosial apa pun karena di sini wisatawan bisa memulai akhir pekan mereka dengan berburu jamur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Tempat Ngopi di Trawas, Bisa Santai Sambil Nikmati Panorama Alam

10 Tempat Ngopi di Trawas, Bisa Santai Sambil Nikmati Panorama Alam

Jalan Jalan
Tahun Ini, Dieng Culture Festival Tak Lagi Digelar Online

Tahun Ini, Dieng Culture Festival Tak Lagi Digelar Online

Travel Update
Panduan Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun, Wajib Reservasi

Panduan Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun, Wajib Reservasi

Travel Tips
KJRI Penang Lirik Kerjasama Pariwisata dengan Kota Batu

KJRI Penang Lirik Kerjasama Pariwisata dengan Kota Batu

Travel Update
Universal Studio Singapore Bakal Punya Wahana Serba Minion

Universal Studio Singapore Bakal Punya Wahana Serba Minion

Jalan Jalan
Lion Air Buka Rute Ambon-Langgur, Pangkas Waktu Tempuh

Lion Air Buka Rute Ambon-Langgur, Pangkas Waktu Tempuh

Travel Update
Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Jalan Jalan
Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Jalan Jalan
Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Travel Update
Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Travel Update
6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

Travel Update
8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

Jalan Jalan
Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Travel Update
Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Travel Update
Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.