Kompas.com - 29/01/2022, 19:07 WIB

KULON PROGO, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meluncurkan Calendar of Event 2022.

Ada ratusan kegiatan, meliputi festival, pentas seni budaya, pertunjukkan, peresmian, dan lomba yang akan berlangsung sepanjang 2022. Semua agenda itu ditujukan untuk meningkatkan citra pariwisata Kulon Progo.

“Saya mengapresiasi upaya mengembangkan daerah ini semakin menarik, sehingga mendatangkan peluang untuk mengembangkan daerah kita," kata Bupati Kulon Progo Sutedjo, Jumat (28/1/2022).

Baca juga: Berburu Oleh-oleh Khas Kulon Progo, Bisa ke Pasar Sentolo Baru

Pernyataan itu ia sampaikan dalam peluncuran Kalender Event 2022 di Kawasan Tugu Malioboro, Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, Jumat (28/1/2022).

Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) Kulon Progo pun melakukan kerja sama untuk mendorong perkembangan pariwisata, baik Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, sampai Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Pertanian dan Pangan.

Daftar event Kulon Progo 2022

Kalender Event 2022 Kulon Progo terdiri banyak sekali kegiatan. Setidaknya, paling sedikit tiga kegiatan dalam satu bulan. Paling banyak 20 gelaran atau kegiatan per bulan, terutama pada Agustus dan Oktober.

Beberapa gelaran di antaranya familiarization trip (famtrip) dan gelar kolaborasi wisata perbatasan, juga lalu lomba cipta lagu ikon pariwisata. Selanjutnya, ada Gala Premier Film Pariwisata dan festival makanan pada Bulan Mei. 

Festival Paralayang juga akan kembali digelar pada Juli 2022. Kemudian, Pacak Sepuran atau memperindah kawasan sepanjang jalur kereta bandara pada Agustus 2022.

Pantai Glagah Kulon Progo tahun 2019.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pantai Glagah Kulon Progo tahun 2019.

Tidak ketinggalan, lomba lari di pinggir pantai wisata dengan tajuk Glagah Tropical Run akan digelar pada September 2022. Sejumlah kegiatan lain juga berlangsung hingga November 2022.

Untuk event budaya, di antaranya adalah pentas seni tradisi, pentas seni budaya, hingga festival wayang kulit cilik dengan dalang anak dan remaja pada Februari 2022. Awal Maret, akan ada peringatan Serangan Umum 1 Maret, juga kegiatan Nyadran Agung.

Disbud juga akan gelar sendratari Api di Bukit Menoreh pada April 2022, disusul apresiasi sastra hingga pentas seni tradisi pada Juni 2022. Ada pula kegiatan macapat rutin pada Juli 2022.

Baca juga: Dafam Hotel Management akan Buka Hotel Dekat Bandara YIA Kulon Progo

Kemudian, gelar potensi warisan budaya tak benda akan digelar Agustus 2022. Pada September 2022, ada lomba fotografi budaya hingga cerdas cermat budaya.

Selanjutnya, Manunggal Fair maupun parade budaya perbatasan digelar pada Oktober 2022. Sedangkan November 2022, akan diadakan launching karya film sineas Kulon Progo.

Bagi pencinta kopi, Festival Kopi Menoreh bakal digelar Juni dan September 2022. Lalu, Festival burung digelar Agustus 2022. Ada pula Festival Panen Hasil Buah Kulon Progo pada Februari dan Maret 2022.

Baca juga: Taman Tresno Jasa Marga di Kulon Progo, Tambang Pasir yang Jadi Tempat Wisata

“Melalui sosmed kita akan gencarkan promosi ini. Kami juga menyampaikan lewat reklame di tiga titik media luar ruang. Kami juga menggandeng media massa agar semua tersampaikan ke masyarakat secara efektif, juga media sosial,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Joko Mursito.

Pameran Ekonomi Kreatif Kulon Progo

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengawali event pariwisata 2022 dengan Pameran Ekonomi Kreatif (Ekraf) selama 3 hari di Kawasan Tugu Malioboro Bandar Udara Yogyakarta International Airport (YIA). Pameran Ekraf dibuka Jumat (28/1/2022).

Sebanyak 16 desa wisata dan 6 desa rintisan wisata mengikuti pameran bertajuk Desa Wisata Menebar Pesona tersebut.

Sutedjo yang membuka pameran mengatakan, perkembangan ekraf menunjukkan bahwa wisata di Kulon Progo terus tumbuh dan memiliki daya tarik besar.

Ilustrasi area keberangkatan Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA di Kulon Progo, Yogyakarta, pada Sabtu (18/12/2021).KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Ilustrasi area keberangkatan Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA di Kulon Progo, Yogyakarta, pada Sabtu (18/12/2021).

“Kulon Progo tidak hanya nature dan culture saja, tetapi potensi ekrafnya juga nyata ada ditunjukkan di sini," kata dia.

Sebanyak 20 stan berdiri. Semua stan berbahan alami, dari bambu hingga atap nyiur. Tiap stan rata-rata menonjolkan produk olahan warga yang dikembangkan di desa untuk jadi oleh-oleh.

Beberapa di antaranya adalah Desa wisata Sermo yang memamerkan produk dari bahan kelapa, mulai dari gula aren, gula semut, hingga air nira.

Baca juga: Desa Wisata Tinalah di Kulon Progo yang Indah dan Masuk 50 Besar ADWI 2021

Beberapa desa di Kecamatan Sentolo, seperti Tuksono juga menonjolkan keberhasilan desa mendorong usaha kerajinan dari serat alam.

Kemudian, Desa wisata Sidoharjo di Kecamatan Samigaluh memajang keberhasilan mengembangkan produksi kopi Bukit Menoreh. Desa wisata Gerbosari menonjolkan perajin sarung keris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.