Kompas.com - 31/01/2022, 13:34 WIB

KOMPAS.com – Banyak orang pernah mengalami overpacking atau terlalu banyak membawa barang bawaan saat bepergian. Pernah mengalaminya?

Ada beberapa penyebab overpacking, tergantung dari pengalaman masing-masing pelancong saat melakukan perjalanan pribadi. 

“Saat kita bepergian, emosi kita bisa terasa lebih terpolarisasi karena kita mengalami situasi stres,” kata seorang psikolog klinis dan penulis Mastering Adulthood, Lara Fielding dikutip dari Vox.com, Sabtu (29/1/2022).

Baca juga: 6 Tips Packing Koper Saat Travelling agar Pakaian Tidak Kusut

Ia melanjutkan, tingkat stres saat hendak bepergian meningkat karena mereka tidak berada di zona nyaman. Terlebih, mereka akan berada di tengah orang-orang asing.

Selain itu, sambung Fielding, bagaimana seorang pelancong memilih untuk berkemas akhirnya bermuara kepada pengalaman perjalanan di masa lalu. 

Perilaku seseorang dipengaruhi secara sadar atau tidak sadar oleh apa yang mereka temui sebelumnya, dan kebanyakan orang bertujuan untuk menutupi kesalahan mereka dahulu saat berkemas. 

Meski ada banyak panduan pengepakan cerdas untuk mencegah overpacking, Jan Chipchase, pendiri firma desain Studio D Radiodurans, mengatakan desain tas juga dapat memengaruhi perilaku seseorang dalam mengemas barang untuk bepergian.

Misalnya, Chipchase punya keyakinan bahwa koper beroda bukanlah tas nyaman bagi para pelancong karena akan membatasi selama perjalanan. Ini berbeda dari kepercayaan populer..  

“Orang-orang melihat roda sebagai cara untuk membawa barang bawaan mereka dari titik A ke titik B, tetapi saat mereka memilih koper dengan roda, mereka mengurangi opsi perjalanan yang lebih fleksibel,” kata Chipchase.

Contohnya, kita bakal jauh lebih ribet ketika akan naik kendaraan umum jika membawa koper daripada ransel.

Baca juga: Tips Packing Pakaian untuk Musim Dingin agar Koper Muat Banyak

Ransel juga memungkinkan perjalanan yang lebih spontan, lantaran seseorang hanya perlu khawatir tentang apa yang ada di punggungnya, tanpa memikirkan bawaan lainnya. 

Lewat blognya pada 2015, Chipchase menulis bahwa ketika orang-orang berkemas di rumah, mereka cenderung fokus untuk memasukkan semua yang kira-kira akan mereka butuhkan ke dalam tas. 

Sayangnya, biasanya mereka baru menyadari di perjalanan bahwa barang yang dibawa terlalu banyak. Tapi itu semua sudah terlambat.

Baca juga: 5 Cara Mudah dan Cepat Packing Barang untuk Liburan

Halaman:
Sumber Vox,HuffPost


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.