Kompas.com - 01/02/2022, 16:46 WIB

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengimbau pemilik homestay di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), agar bersiap untuk menerima kunjungan wisatawan terkait perhelatan G20.

"Pemilik homestay siap-siap kebanjiran permintaan. Pelayanan ditingkatkan. Kamar yang (tarifnya) di atas Rp 200.000 dan di bawah Rp 180.000, nanti jika banyak permintaan jangan dinaikkan harganya terlalu tinggi. Awas wisatawan kapok untuk menginap di homestay," katanya saat mengunjungi Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) Adira Homestay di Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (27/1/2021) sore.

Adapun Sarhunta itu dibangun sebagai upaya mengoptimalkan fungsi hunian dan membentuk konektivitas antarbangunan, sekaligus penataan lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Sebagai informasi, Adira Homestay dibangun pada Oktober 2020 lalu dan telah digunakan sejak April 2021.

Tempat penginapan tersebut memiliki lima kamar. Setiap kamarnya telah dilengkapi dengan tempat tidur, kamar mandi di dalam, dan AC.

Baca juga:

Sandiaga menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah daerah, dan semua stakeholder.

"Apresiasi dan ucapan terima kasih saya ucapan kepada Pemerintah melalui PUPR atas bantuan penyediaan Sarhunta di sini. Kehadiran Sarhunta merupakan salah satu wujud dan menjadi ikon dari pariwisata yang berkeadilan, sehingga bukan hanya hotel-hotel besar yang dibangun tetapi Sarhunta juga," ujar Sandiaga.

Foto : Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno,  mengunjungi Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) Andira Homestay, di kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (27/1/2021) sore.Dokumen Kemenparekraf Foto : Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengunjungi Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) Andira Homestay, di kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (27/1/2021) sore.

Ia menerangkan bahwa Kementerian PUPR telah membangun sekitar 241 unit homestay, 25 unit workshop, 99 unit toko, 44 unit kuliner, 18 jasa lainnya, dan 213 unit koridor di Labuan Bajo.

Setelah pandemi, lanjutnya, Indonesia akan kembali fokus pada kebangkitan ekonomi, pemulihan pariwisata, dan terbukanya lapangan pekerjaan yang lebih banyak.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina, menyampaikan komitmennya untuk bersama-sama memperkuat daya tarik dan pengembangan tata kelola Sarhunta.

Baca juga:

"Kami akan membantu mendampingi lewat pengembangan tata kelola, peningkatan layanannya, serta pemasaran," kata Shana.

Ia mengatakan, Sarhunta juga nanti akan diikutsertakan dalam venue event-event yang akan mendatang, salah satunya G20 yang sudah semakin dekat.

Menurutnya, Sarhunta adalah salah satu implementasi dari pariwisata yang berkeadilan, ramah, memberi kenyamanan. Selain itu juga sebagai salah satu wujud dari pemberian ruang partisipasi masyarakat dalam perkembangan pariwisata di Labuan Bajo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.