Kompas.com - 07/02/2022, 18:57 WIB

KOMPAS.com - Kawasan Glodok Jakarta Barat merupakan area Pecinan karena kental dengan nuansa budaya China. Di tengah gedung-gedung tinggi dan mal, ada bangunan kuno dengan arsitektur China yang masih berdiri kokoh yaitu rumah Candra Naya.

Rumah ini berada di antara apartemen dan gedung lain di sekitarnya, tepatnya di Jalan Gajah Mada Nomor 188, Jakarta Barat.

Melansir penelitian Candra Naya antara Kejayaan Masa Lalu dan Kenyataan Sekarang oleh Naniek Widayati dari Universitas Tarumanagara, ada salah satu panel lukisan di rumah tersebut.

Baca juga: Sejarah Kedatangan Etnis Tionghoa dan Cerita di Balik Arti Nama Glodok

Salah satu panel lukisan di dinding bangunan memuat tulisan dalam aksara China yang artinya kurang lebih “Pada tahun kelinci di pertengahan bulan musim rontok dicatat kata-kata ini”.

Dari tulisan tadi, diketahui bahwa rumah ini dibangun pada tahun kelinci api yang jatuh 60 tahun sekali yaitu pada tahun 1807 dan 1867.

Menurut informasi yang tertera di sana, bangunan Candra Naya dulunya merupakan rumah seorang mayor Tionghoa di Batavia, mengutip laman Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

Ia adalah Mayor Khouw Kim An yang lahir pada 5 Juni 1879 di Batavia. Pria ini merupakan menantu dari Poa Keng Hek, pendiri organisasi Tionghoa modern pertama di Hindia Belanda yang bernama Tiong Hwa Hwe Kan.

Gedung Candra Naya sudah berusia ratusan tahun dan dulunya dimiliki seorang pengusaha China sukses, Khouw Kim An yang kemudian diangkat sebagai Mayor oleh pemerintah Hindia Belanda.KOMPAS.com/SHEILA RESPATI Gedung Candra Naya sudah berusia ratusan tahun dan dulunya dimiliki seorang pengusaha China sukses, Khouw Kim An yang kemudian diangkat sebagai Mayor oleh pemerintah Hindia Belanda.

Kariernya terbilang cemerlang karena diberi pangkat mayor oleh pemerintah kolonial Belanda untuk mewakili etnis Tiongha di pemerintahan.

Kemudian ia diangkat menjadi Letnan pada 1905, dipromosikan menjadi Kapitan 1908, dan 1910 naik pangkat lagi menjadi Mayor.

Melansir Kompas.com, pada saat itu Mayor Khous Kim An merupakan seorang yang kaya raya dengan harta berlimpah. Selain memiliki gerai toko beras dan bank, istrinya ada 14 orang dengan 24 anak.

Baca juga: Menengok Keanggunan Vihara Tanda Bhakti Jakarta, Simbol Kebangkitan Keturunan Tionghoa dari Masa Kelam

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.