Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Museum Kota Lama Semarang Dibuka, Tiket Masuknya Masih Gratis

Kompas.com - 11/02/2022, 18:28 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Nabilla Tashandra

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com - Museum Kota Lama di Semarang, Jawa Tengah resmi dibuka pada Rabu (09/02/2022). Pembukaan museum yang berada di bundaran Bubakan ini diresmikan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Museum ini menghadirkan sejarah kota lama di Semarang mulai dari tahun 1547 saat kota ini didirikan.

"Menggambarkan perkembangan petumbuhan kota Semarang, khususnya kota lama. Intinya berisi sejarah kota Semarang," ujar Plt Kepala Disbudpar Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono saat dihubungi Kompas.com, Jumat (11/02/2022).

Baca juga: 25 Tempat Wisata di Semarang, Mulai dari Alam Sampai Sejarah

Museum yang dibangun Kementerian PUPR ini menampilkan sejumlah artefak peninggalan kuno dengan teknologi imersif.

"Isinya artefak peninggalan kuno. Kami buat dengan teknologi imersif, layar 3D yang menggambarkan kota Semarang. Misalnya dulu kereta api Depo itu ada di sana. Situs aslinya masih ada," lanjut Sapto.

Museum Kota Lama disebutkan menjadi museum berteknologi imersif pertama di Indonesia. Artinya, teknologi yang dapat membawa pengunjung seolah masuk ke dalam dunia simulasi antara dunia nyata dengan digital.

Sapto mengatakan, tiket masuk masih gratis. Menurutnya, ketentuan harga tiket masuk Museum Kota Lama Semarang masih menunggu ketentuan dasar peraturan pemerintah daerah terlebih dahulu.

Baca juga:

"Sementara ini masih gratis, kami tunggu dulu Perda-nya (Peraturan Daerah). Kapan? Ya secepatnya sampai landasan hukum kita bisa ada," jelas dia.

Untuk pembelian tiket, tidak dilayani langsung di museum, melainkan melalui aplikasi Lunpia yang bisa diunduh di Playstore.

Setelah mendaftar, pengunjung bisa melakukan pemindaian barcode di museum dan mendapatkan seorang tour guide (pemandu wisata) untuk satu rombongan.

Kota Lama, Semarang DOK. Dinas Pariwisata Kota SemarangDOK. Dinas Pariwisata Kota Semarang Kota Lama, Semarang DOK. Dinas Pariwisata Kota Semarang

Titik kumpul bagi pengunjung adalah berada di sekitar Kampung Batik, karena ketersediaan parkir museum yang saat ini belum ada.

"Dari jalan Agus Salim bisa. Untuk parkir sedang kami siapkan kantong parkir dekat Museum Kota Lama. Saat ini baru bisa parkir di pinggir jalan, di sekitar Kampung Batik bisa," jelas Sapto.

Tak hanya itu, ia menambahkan, wisata Museum Kota Lama nantinya akan menjadi satu dengan obyek wisata lainnya di Kota Lama Semarang.

"Kami bisa menyatu dengan Kota Lama. Di Kota Lama sendiri ada beberapa tempat yang menarik untuk didatangi," terang dia.

Saat ini, berhubung masih pandemi, satu kelompok rombongan yang bisa masuk dibatasi hanya untuk 10 orang, dengan durasinya 15-20 menit.

"Di masa pandemi ini, kita harus jaga protokol kesehatan. Kita atur agar tidak terlalu padat, sambil nunggu lainnya dilengkapi dan dievaluasi," tukas Sapto.

Baca juga: Curug Lawe Benowo Kalisidi, Air Terjun untuk Refreshing di Semarang

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

Travel Update
KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

Travel Update
Sri Sultan HB X Gelar 'Open House' untuk Umum Pekan Depan

Sri Sultan HB X Gelar "Open House" untuk Umum Pekan Depan

Travel Update
5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

Travel Update
Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Travel Update
10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

Travel Update
6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

Travel Tips
Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Travel Update
6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

Jalan Jalan
Ribuan Orang Padati Kawasan Pantai Gunungkidul pada Libur Lebaran

Ribuan Orang Padati Kawasan Pantai Gunungkidul pada Libur Lebaran

Travel Update
Hingga Hari Kedua Lebaran, Candi Prambanan Dikunjungi 15.000 Orang

Hingga Hari Kedua Lebaran, Candi Prambanan Dikunjungi 15.000 Orang

Travel Update
Lebih dari 200.000 Orang ke Ancol Lebaran 2024, Puncaknya Hari Kedua

Lebih dari 200.000 Orang ke Ancol Lebaran 2024, Puncaknya Hari Kedua

Travel Update
Cegah Parkir Penuh Saat Lebaran 2024, Ancol Siapkan 97 Bus Gratis

Cegah Parkir Penuh Saat Lebaran 2024, Ancol Siapkan 97 Bus Gratis

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com