Museum Mini Santa Maria Kota Metro, Menelisik Sejarah Penyebaran Katolik di Lampung

Kompas.com - 13/02/2022, 07:07 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com - Sejarah penyebaran agama Katolik di Lampung tidak lepas dari dunia kedokteran pada masa kolonial Belanda. Beragam alat kedokteran berusia puluhan tahun terpampang di salah satu sudut Rumah Sakit Bersalin (RSB) Santa Maria, Kota Metro.

Usia alat-alat kedokteran seperti gunting, pinset, hingga boks bayi itu hampir seumur RSB Santa Maria yang berdiri sekitar tahun 1938. Alat-alat tersebut kini menjadi koleksi Museum Mini Santa Maria, museum pertama di Kota Metro.

"Klinik Santa Maria ini sebenarnya rumah sakit pertama sekaligus yang tertua di Kota Metro. Sudah kita tetapkan sebagai obyek cagar budaya sejak pertengahan 2021," kata Wali Kota Kota Metro Wahdi usai peresmian Museum Mini Santa Maria, Sabtu (12/2/2022).

Baca juga: Super Air Jet Akan Buka Rute ke Lampung, Jambi, Balikpapan, dan Batam-Pekanbaru

Klinik Santa Maria ini merupakan harta berharga bagi Kota Metro. Menurut Wahdi, warga bisa belajar banyak hal banyak dari museum ini.

"Di sini masih banyak tersimpan alat-alat kedokteran yang menolong persalinan anak bangsa dahulu dengan segala kesulitannya," kata Wahdi.

Museum mini Santa Maria Kota Metro diresmikan, Sabtu (12/2/2022). Museum ini menampilkan alat-alat kedokteran yang digunakan pada masa kolonial dahulu.KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYA Museum mini Santa Maria Kota Metro diresmikan, Sabtu (12/2/2022). Museum ini menampilkan alat-alat kedokteran yang digunakan pada masa kolonial dahulu.

Wahdi menuturkan, sebuah kota tidak bisa dilepaskan dari sejarah terbentuknya. Sehingga, pengetahuan bisa didapatkan dari museum tersebut.

"Saya tidak mau anak kita tidak tahu sejarah kota kita. Ini harus dilestarikan," kata Wahdi.

Sejarah Museum Mini Santa Maria kota Metro

Sejarahwan Kota Metro, Adi Setiawan menuturkan, Klinik Santa Maria ini pertama kali berdiri bernama Saint Elisabeth yang dibangun oleh pemerintahan Belanda untuk para kolonis dari Pulau Jawa.

"Seiring berjalannya waktu, makin banyak pasien, terutama para kolonis (transmigran), terutama saat itu wabah malaria," kata Adi.

Menurut Adi, misi penyebaran agama Katolik di Kota Metro berhubungan erat dengan perkembangan di sektor kesehatan.

Baca juga: 25 Tempat Wisata Alam Lampung yang Wajib Dikunjungi

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.