Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Geosite Open Pit Nam Salu, Bisa Jadi Alternatif Wisata Saat KTT G20

Kompas.com - 27/02/2022, 17:04 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Nabilla Tashandra

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Geosite Open Pit Nam Salu merupakan destinasi wisata sejarah tambang timah terbuka yang terdalam dan terbesar di Asia Tenggara yaitu sekitar 100 meter. Geosite ini berlokasi di Desa Senyubok, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur.

Melansir laman resmi Open Pit Nam Salu Geosite, selama operasi komersil penambangannya pada tahun 1980-1993, mereka telah memproduksi 500 ribu ton bijih timah dengan kadar 2 persen.

Ini merupakan endapan bijih timah primer terbesar dalam satu cebakan yg pernah ditemukan.

Baca juga:

Pada Sabtu (26/02/2022) kemarin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno melakukan peninjauan ke geosite yang berlokasi di Kabupaten Belitung Timur itu.

"Formasi Bebatuan Kelapa Kampit ini terbentuk 300 juta tahun yang lalu. Jadi sebelum zaman Jurassic, boleh dibilang inilah site tertua," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (27/02/2022).

Wisata Geosite Open Pit Nam Salu di Belitung TimurDok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wisata Geosite Open Pit Nam Salu di Belitung Timur

Sandiaga mengungkapkan, wisata berbasis heritage yang ada di kawasan Geosite Open Pit Nam Salu ini menjadi salah satu poin ditetapkannya Geopark Nasional Belitung sebagai UNESCO Global Geopark pada sidang ke-211 Dewan Eksekutif Unesco pada 2021.

Ia menambahkan, geosite ini merupakan satu-satunya geosite berbentuk kepulauan di Indonesia.

"Geopark maritim yang kita kembangkan ini harus berbasis berkelanjutan. Menjadi pemicu kebangkitan ekonomi kita melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi serta bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja," katanya.

Baca juga: Serunya Memancing Kakap dan Kuwe Giant Trevally di Belitung Timur

Alternatif wisata saat side events KTT G20

Belitung merupakan salah satu lokasi penyelenggaraan side events dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada September 2022.

Untuk itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menilai, Geosite Open Pit Nam Salu bisa menjadi alternatif wisata di tengah perhelatan tersebut.

Ini, kata dia, dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat Belitung.

"Pemerintah hadir untuk memberdayakan UMKM, tadi kita juga sudah meninjau UMKM-UMKM di Kelapa Kampit. Sehingga saatnya sekarang kita bergandengan tangan mempercepat pemulihan ekonomi kita," ujar Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Geosite Open Pit Nam Salu, Sabtu (26/2/2022)Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Geosite Open Pit Nam Salu, Sabtu (26/2/2022)

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Belitung Timur, Burhanuddin, mengungkapkan kedatangan Menparekraf ke Belitung Timur dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk membenahi sektor pariwisata dalam rangka mempersiapkan diri sebagai lokasi side events KTT G20.

"Semoga (KTT) dapat menjadi kesempatan bagi kami untuk membangkitkan kembali ekonomi kreatif pascapandemi ini," kata Burhanuddin.

Baca juga: Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam ke Belitung Bareng Teman-teman

Sebagai potensi wisata, terdapat lubang bekas penambangan yang membentuk semacam kawah dengan air berwarna biru kehijauan di sana. Ada pula terowongan sepanjang kurang lebih 700 meter, mengutip Kompas.id.

Ada beragam aktivitas rekreasi serta hiburan yang bisa dilakukan di Geosite Open Pit Nam Salu, antara lain panjat tebing, susur gua (caving), dan kayaking.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Jalan Jalan
Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Travel Update
Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Jalan Jalan
Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Travel Update
The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

Jalan Jalan
Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Travel Tips
Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Travel Update
Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Travel Update
13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

Travel Update
Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja 'Overtime' Sopir Bus Pariwisata

Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja "Overtime" Sopir Bus Pariwisata

Travel Update
Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

BrandzView
Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Travel Update
Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Travel Update
ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com