Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/03/2022, 11:11 WIB

KOMPAS.com – Setiap perayaan Hari Raya Nyepi, Ogoh-ogoh bisanya akan dibuat, diarak keliling desa, dan berakhir dibakar. Ogoh-ogoh adalah patung boneka yang dibuat dengan menggambarkan kepribadian dari bhuta atau raksasa kala. 

Pantung besar Ogoh-ogoh tersebut dibuat dari bahan bubur kertas dan rangka yang diwarnai serta dibentuk bermacam-macam. 

Adapun, Bhuta kala biasanya menggambarkan sifat buruk manusia. Wujudnya biasanya berupa sosok yang besar dan menakutkan, seperti yang dikutip dari Kompas.com (24/3/2020). 

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Memberi Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi?

Sebenarnya, Ogoh-ogoh tak harus tampil dalam Upacara Hari Raya Nyepi. Namun sejak menjadi populer, dibuatlah Ogoh-ogoh untuk Upacara Tawur. 

Upacara Tawur dilakukan sehari sebelum perayaan Nyepi dan acaranya sangat identik dengan pawai atau arak-arakan Ogoh-ogoh.

Upacara Tawur sebelum ada Ogoh-ogoh

Dari buku Beragam Makna Ogoh-ogoh dalam Tradisi Nyepi (2020) yang disusun oleh Pusat Data dan Analisa Tempo, sebelum ada Ogoh-ogoh ritual membersihkan alam hanya berupa doa dan sesajen. 

Namun, kini masyarakat merasa ada yang kurang jika tak ada visualisasi. Oleh karena itu, terciptalah Ogoh-ogoh yang dibuat untuk memeriahkan acara nyepi.

Meski tak harus ada, Ogoh-ogoh juga memiliki fungsi yang diharapkan bisa menjadi pesan yang baik untuk manusia. 

Warga mengangkat ogoh-ogoh saat pawai di Kampung Bali di Harapan Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (2/3/2022). Ogoh-ogoh yang diarak sehari sebelum Hari Raya Nyepi bertemakan toleransi umat beragama di Kota Bekasi dan menggambarkan kondisi kehidupan masyarakat selama pandemi COVID-19.Antara Foto/Fakhri Hermansyah Warga mengangkat ogoh-ogoh saat pawai di Kampung Bali di Harapan Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (2/3/2022). Ogoh-ogoh yang diarak sehari sebelum Hari Raya Nyepi bertemakan toleransi umat beragama di Kota Bekasi dan menggambarkan kondisi kehidupan masyarakat selama pandemi COVID-19.

Ogoh-ogoh berfungsi sebagai simbol pembersihan alam dari sifat-sifat jahat agar di masa depan manusia bisa terhindar dari kehancuran. 

Baca juga: 15 Ucapan Hari Raya Nyepi 2022 yang Penuh Makna

Bentuk dan sosok Ogoh-ogoh wajib berukuran besar dan berbentuk menakutkan untuk menggambarkan dengan baik soal sifat buruk yang ada di dunia. 

Oleh karena itu, setelah diarak keliling dan digotong ramai-ramai oleh masyarakat dan wisatawan, Ogoh-ogoh akan dibakar. Selain sebagai simbol menghalau kejahatan, Ogoh-ogoh kini juga dijadikan sebagai sarana kritik sosial. 

Dengan kemajuan perkembangan zaman sosok Ogoh-ogoh yang dibuat kini bermacam-macam ada yang tokoh terkenal hingga sosok penjahat di dunia nyata. 

Baca juga: 4 Rangkaian Perayaan Nyepi 2022 di Bali, Melasti hingga Ngembak Geni

Saat ada kasus bom Bali yang menyengsarakan banyak orang, sosok teroris yang keji ikut dibuat. Kemudian ketika penggunaan obat terlarang merajalela, ada Ogoh-ogoh yang memakan sampah. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Pesawat ke Yogyakarta dari Jakarta PP per Juni 2023

Harga Tiket Pesawat ke Yogyakarta dari Jakarta PP per Juni 2023

Travel Update
Batik Air Terbang Langsung dari Kualanamu ke Chennai per Agustus 2023

Batik Air Terbang Langsung dari Kualanamu ke Chennai per Agustus 2023

Travel Update
3 Tips ke Pasar Barang Antik Jalan Surabaya, Cari Tahu Sebelum Beli

3 Tips ke Pasar Barang Antik Jalan Surabaya, Cari Tahu Sebelum Beli

Travel Tips
7 Wisata di Kabupaten Bandung yang Populer, Bisa untuk Liburan Sekolah

7 Wisata di Kabupaten Bandung yang Populer, Bisa untuk Liburan Sekolah

Jalan Jalan
5 Aktivitas di GWN Expo 2023, Bisa Cari Info Wisata dan Bikin Paspor

5 Aktivitas di GWN Expo 2023, Bisa Cari Info Wisata dan Bikin Paspor

Travel Tips
Syarat Masuk ke Korea Selatan Terbaru, Tetap Wajib Isi Q-Code

Syarat Masuk ke Korea Selatan Terbaru, Tetap Wajib Isi Q-Code

Travel Update
Itinerary Seharian di Pangandaran, Bisa Jelajah Pantai dan SungaiĀ 

Itinerary Seharian di Pangandaran, Bisa Jelajah Pantai dan SungaiĀ 

Itinerary
Aturan Baru Turis Asing di Bali, Ada 8 Larangan

Aturan Baru Turis Asing di Bali, Ada 8 Larangan

Travel Update
16 Tempat Wisata di Maluku Barat Daya, Ada Gunung di Tengah Sabana

16 Tempat Wisata di Maluku Barat Daya, Ada Gunung di Tengah Sabana

Jalan Jalan
Wisata Cai Pinus Kuningan: Harga Tiket Masuk, Jam Buka, dan Kulinernya

Wisata Cai Pinus Kuningan: Harga Tiket Masuk, Jam Buka, dan Kulinernya

Jalan Jalan
GWN Expo 2023, Bisa Cari Paket-paket Wisata Lokal

GWN Expo 2023, Bisa Cari Paket-paket Wisata Lokal

Travel Update
Daftar Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dibawa Pada Penerbangan Internasional

Daftar Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dibawa Pada Penerbangan Internasional

Travel Tips
Puluhan Ekor Monyet Turun ke Jalan Payung di Kota Batu, Pengendara Berfoto

Puluhan Ekor Monyet Turun ke Jalan Payung di Kota Batu, Pengendara Berfoto

Travel Update
Kabupaten Bandung Akan Hadirkan Wisata Bertaraf Internasional di Rancabali

Kabupaten Bandung Akan Hadirkan Wisata Bertaraf Internasional di Rancabali

Travel Update
Uniknya Transaksi di Pasar Barang Antik Jalan Surabaya, Seperti apa ?

Uniknya Transaksi di Pasar Barang Antik Jalan Surabaya, Seperti apa ?

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com