Kompas.com - 03/03/2022, 16:04 WIB

KOMPAS.com - Hawaii berencana untuk mencabut persyaratan karantina saat kedatangan pelancong pada 26 Maret 2022.

Pada tanggal itu, pelancong domestik yang datang dari wilayah Amerika Serikat tidak akan perlu lagi menunjukkan bukti vaksinasi atau tes negatif dan bebas dari karantina.

Sementara itu, turis internasional juga akan bebas dari karantina asalkan memenuhi syarat, yakni membawa bukti vaksinasi dua dosis minimal 14 hari sebelum bepergian dan tes negatif Covid-19 yang diambil 72 jam sebelum keberangkatan.

Baca juga:

Melansir laman Pemerintah Hawaii, pelancong internasional yang menggunakan penerbangan langsung ke Hawaii tetap harus menunjukkan bukti vaksin dan tes negatif Covid-19, tetapi tidak perlu memakai aplikasi Safe Travel.

Apabila pelancong menggunakan penerbangan tidak langsung atau transit, pelancong dari luar negeri juga masih harus mematuhi pedoman federal Amerika Serikat yang bervariasi, tergantung dari aturan memasuki negara tersebut.

Ilustrasi Hawaii - Tempat wisata bernama Hanauma Bay di Pulau O'ahu, Hawaii, Amerika Serikat.SHUTTERSTOCK / By Shane Myers Photography Ilustrasi Hawaii - Tempat wisata bernama Hanauma Bay di Pulau O'ahu, Hawaii, Amerika Serikat.

Menurut Covid-19 State of Hawaii Portal, pelancong dengan penerbangan tidak langsung harus mengunggah dokumen bukti vaksinasi dalam aplikasi Safe Travel yang dibawa dalam bentuk hard copy saat tiba di Hawaii.

Pemerintah Hawaii hanya akan menerima bukti vaksinasi yang telah divalidasi oleh Digital Health Pass Partners seperti AZOVA, CLEAR, dan CommonPass.

Adapun Hawaii menjadi satu-satunya negara bagian Amerika Serikat yang menerapkan program karantina Covid-19 semacam ini.

Baca juga: Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Gubernur David Ige mengatakan saat konferensi pers bahwa persyaratan ini menyelamatkan nyawa dan merupakan faktor utama dalam membatasi penyebaran COVID-19 di Pulau Hawaii.

"Hawaii memiliki salah satu tingkat infeksi virus corona terendah di negara (Amerika Serikat) ini," ujar Ige, melansir AP News, Kamis (3/3/2022).

Negara bagian ini, katanya, telah menyaring 11,3 juta penumpang sejak pengecualian tes Covid-19 diluncurkan pada Oktober 2020.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AP News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.