Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Hijau, Kenapa Lampu Lalu Lintas di Jepang Berwarna Biru?

Kompas.com - 11/03/2022, 10:04 WIB
Desi Intan Sari,
Nabilla Tashandra

Tim Redaksi

Bahkan tak hanya lampu lalu lintas saja. Beberapa hal di Jepang juga masih memakai istilah ao sebagai warna hijau. 

Misalnya, saat akan membeli buah apel. Penjual kemungkinan akan menyebutnya sebagai “ao ringo” atau bila diartikan adalah apel biru. 

Padahal, kenyataanya yang dijual bukan apel warna biru, tetapi apel warna hiaju yang biasa dijual di pasaran. 

Demikian juga, dengan bambu hijau disebut “ao dake” yang sekali lagi jika diartikan adalah bambu biru. 

Baca juga:

Pada awalnya, lampu lalu lintas di Jepang  sudah berwarna hijau, tapi di dokumen lalu lintas resmi, lampu hijau masih disebut sebagai ao daripada midori

Sementara undang-undang lalu lintas internasional menetapkan semua tanda "maju" harus digambarkan dengan lampu hijau.

Ahli bahasa Jepang merasa keberatan dengan keputusan pemerintah dan mereka masih terus menggunakan kata ao untuk menggambarkan warna yang kini jelas-jelas midori

Kemudian, pemerintah Jepang memutuskan untuk berkompromi.

Pada 1973, pemerintah lewat kabinet memutuskan bahwa lampu lalu lintas dibuat tetap berwarna hijau dengan shade kebiruan agar bisa disebut ao.

Jadi, meski kelihatannya di Jepang lampu lalu lintasnya memakai warna biru, pemerintah berusaha memberikan keyakinan bahwa warnya adalah hijau, tapi dibuat sebiru mungkin. 

Itu semua dilakukan agar lampu lalu lintas cukup hijau untuk memenuhi peraturan internasional dan tetap cukup biru untuk tetap disebut ao.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com