Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/03/2022, 18:04 WIB

MAUMERE, KOMPAS.com - Seusai menyaksikan perhelatan MotoGP Mandalika 2022 atau Pertamina Grand Prix of Indonesia, saatnya berburu buah tangan untuk dibawa pulang ke rumah.

Seperti diketahui, ada banyak pilihan oleh-oleh tersedia di sekitar Pertamina Mandalika International Street Circuit atau Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca juga:

Setelah menyaksikan sesi balapan, penonton juga bisa mampir ke area pameran produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah.

Salah satu daerah yang hadir dan menyediakan pilihan suvenir adalah Nusa Tenggara Timur (NTT).

14 produk UMKM dari NTT dinyatakan lolos setelah dikurasi oleh tim kurator nasional dan sudah dipamerkan di Mandalika. Dua diantaranya berasal dari Kabupaten Sikka.

Produk UMKM asal Sikka ini tidak hanya cocok untuk dikenakan saat menonton balap, tetapi bisa dijadikan oleh-oleh sepulang dari Mandalika.

Berikut dua produk UMKM asal Sikka yang dipamerkan di Sirkuit Mandalika dan dapat dijadikan pilihan oleh-oleh:

  • Produk UMKM ASDG

Angelia Sonya Da Gama (ASDG) Ikat Production merupakan salah satu UMKM andalan asal Kabupaten Sikka yang ikut pameran MotoGP Mandalika.

Foto: Topi salah produk andalan  Angelia Sonya Da Gama (ASDG) Ikat Production yang dipamerkan di Mandalika  Dokumen ASDG Ikat ProductionDokumen ASDG Ikat Production Foto: Topi salah produk andalan Angelia Sonya Da Gama (ASDG) Ikat Production yang dipamerkan di Mandalika Dokumen ASDG Ikat Production

Pemilik ASDG Ikat Production, Angelia Sonya Da Gama mengatakan, beberapa produk ASDG, seperti topi, selempang, bandana, tas, dan beberapa produk lainnya sudah dipasarkan di Mandalika.

Sonya berujar, produk buatannya merupakan produk tenun wastra, dan turunan berbahan dasar tenun ikat khas Kabupaten Sikka.

Baca juga: 8 Oleh-oleh Khas Mandalika, Bisa Dibeli Saat Nonton MotoGP 2022

la mengatakan, ASDG memilih barang-barang yang sederhana saat pameran, karena disesuaikan dengan pangsa pasar atau selera konsumen yang datang menonton balapan MotoGP.

"Orang yang datang tidak mungkin mereka beli kain tenun. Karena itu kami sesuaikan dengan lokasi. Kalau sirkuit pasti orang butuh topi, mungkin cewek-cewek butuh bandana. Kami buat produk yang simpel saja," katanya saat dihubungi, Minggu (20/03/2022).

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+