Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bebas Karantina Bisa Bangkitkan Lagi Pariwisata Indonesia, Tapi...

Kompas.com - 23/03/2022, 17:17 WIB
Wasti Samaria Simangunsong ,
Nabilla Tashandra

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan bebas karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) serta penambahan negara dalam daftar Visa on Arrival (VOA) khusus wisata, tentu menjadi kabar gembira bagi pelaku usaha pariwisata Tanah Air.

Adapun kebijakan bebas karantina kini diterapkan di seluruh Indonesia, sementara subyek Visa on Arrival kini berjumlah 42 negara.

Baca juga:

Menurut pengamat pariwisata Universitas Jenderal Soedirman, Chusmeru, kebijakan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kembali gairah sektor pariwisata yang sempat lesu di masa pandemi Covid-19, serta bisa menciptakan situasi "back to normal".

Kendati demikian, ia mengingatkan agar kebijakan ini dijalani secara berhati-hati.

"Kebijakan bebas karantina dan penambahan VoA khusus wisata tentu diharapkan bisa menciptakan situasi baru back to normal, akan tetapi kekhawatiran dan kehati-hatian perlu menjadi perhatian," tutur Chusmeru kepada Kompas.com, Selasa (22/03/2022).

Sebab, lanjut Chusmeru, hingga saat ini pemerintah belum memutuskan status Indonesia bebas dari pandemi Covid-19.

Guna mengantisipasi kondisi dan situasi pandemi yang belum berakhir, ia mengimbau pemerintah agar melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan.

"Pemerintah perlu mengambil langkah siap siaga, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dan fasilitas kesehatan apabila terjadi situasi gawat darurat yang menimpa wisatawan, yang berkaitan dengan Covid-19," katanya.

Baca juga:

Pemerintah harus siap siaga

Suasana pesta kembang api saat malam perayaan pergantian tahun di kawasan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Ungasan, Badung, Bali, Rabu (1/1/2020).ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Suasana pesta kembang api saat malam perayaan pergantian tahun di kawasan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Ungasan, Badung, Bali, Rabu (1/1/2020).

Salah satu kesiagaan yang harus dimiliki pemerintah adalah mempersiapkan pelayanan dan fasilitas kesehatan jika ada situasi gawat darurat yang menimpa wisatawan.

Hal ini penting mengingat Indonesia belum berstatus bebas pandemi.

Baca juga:

Di samping itu, industri pariwisata melibatkan dua aktor penting, yakni host (tuan rumah) dan guest (tamu). Keduanya diharapkan dapat saling bekerja sama dalam menyambut penerapan bebas karantina ini.

Misalnya, wisatawan mancanegara (wisman) berartiyang datang ke Indonesia diimbau untuk benar-benar dalam kondisi sehat, begitu pula dengan tuan rumah yang akan melayani wisatawan.

Oleh karena itu, vaksinasi Covid-19 tentu dianggap penting sebagai syarat bagi wisman yang akan datang ke Indonesia.

"Diharapkan pemerintah dapat mempercepat vaksinasi booster bagi pelaku pariwisata di tanah air," imbuhnya.

Baca juga:

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com