Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Health Tourism Sebelum dan Saat Pandemi di Malaysia, Tawarkan Alam serta Paket Check Up

Kompas.com - 25/03/2022, 15:03 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Malaysia sebagai salah satu negara yang mengusung konsep health tourism atau wisata kesehatan, memberikan penawaran baru bagi turis asing, khususnya Indonesia, yang ingin berkunjung.

Adapun tren wisata berbasis kesehatan ini sudah semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama saat dunia dilanda pandemi Covid-19.

Dengan pembukaan perbatasan sepenuhnya pada 1 April 2022, Malaysia menawarkan pengalaman berbeda pada sektor health tourism, yaitu dengan memperkenalkan destinasi alam dan paket medical check up lebih lengkap.

Baca juga:

Untuk diketahui, health tourism atau pariwisata kesehatan adalah istilah bagi perjalanan yang berfokus pada perawatan medis dan penggunaan layanan kesehatan, atau perjalanan wisata yang memanfaatkan penggunaan layanan medis.

Dalam masa pandemi menuju peralihan, Director & Market Development Malaysia Healthcare Tourism Council (MHTC) Indonesia Farah Delah Suhaimi mengatakan, paket wisata kesehatan telah diperlengkap.

"Sebelum Covid, kita lebih tawarkan paket health screening atau medical check up. Tapi sekarang, paketnya lebih lengkap. Ada long covid, three in one cancer, dan lainnya yang lebih menyeluruh," kata Farah saat ditemui di Central Park Mall, Jakarta Barat, Kamis (24/3/2022).

Menurutnya, paket lebih lengkap ini disesuaikan dari melihat banyaknya permintaan wisatawan medis untuk mengecek kondisi penyakit serius di rumah sakit Malaysia.

Merambah wellness tourism dengan promosikan wisata alam

Farah menjelaskan, semakin banyak masyarakat mencari destinasi liburan yang dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, pihaknya juga berupaya fokus terhadap wellness tourism.

"Kita bawa tempat-tempat wisata yang belum banyak diketahui orang. Sebab biasanya hanya tahu tempat tertentu saja, padahal sebenarnya banyak. Turis Indonesia biasanya suka belanja, tapi di sini kita tawarkan juga wisata yang berbeda yaitu alam, contoh ke hutan atau laut," terangnya.

Baca juga: Pulihkan Fisik dan Mental, Intip Itinerari 5 Hari 4 Malam Wisata Wellness di Korea Selatan

Adapun wellness tourism, mengutip Kompas.com, adalah liburan yang mengutamakan tujuan memelihara, mengelola, serta meningkatkan kesehatan dan kondisi tubuh keseluruhan. Jadi, tidak sekedar bersenang-senang atau berfoto ria.

Kini, banyak pelancong yang lebih memilih melakukan perjalanan kaki atau hiking ke alam bebas, bersepeda, melakukan spa, meditasi, olahraga, dan lainnya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Jalan Jalan
Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Travel Update
Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Jalan Jalan
Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Travel Update
The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

Jalan Jalan
Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Travel Tips
Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Travel Update
Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Travel Update
13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

Travel Update
Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja 'Overtime' Sopir Bus Pariwisata

Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja "Overtime" Sopir Bus Pariwisata

Travel Update
Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

BrandzView
Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Travel Update
Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Travel Update
ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com