Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/03/2022, 14:30 WIB

KOMPAS.com - Indonesia kaya akan tradisi menjelang bulan Ramadhan. Banyak daerah di Nusantara memiliki tradisi unik menyambut bulan suci.

Salah satunya adalah malamang di Sumatera Barat. Hingga saat ini, masyarakat setempat tetap melestarikan tradisi turun temurun tersebut.

Baca juga:

Apa itu malamang?

Mengutip Portal Resmi Provinsi Sumatera Barat, (24/06/2016), malamang adalah tradisi turun temurun Minangkabau. Malamang dilakukan dengan memasak lamang, makanan tradisional Minangkabau.

Tradisi malamang biasanya dilaksanakan menjelang Ramadhan, serta hari-hari besar umat Islam lainnya seperti kelahiran Nabi Muhammad SAW, peringatan Isra Miraj, dan lainnya. Masyarakat Minang juga menggelar malamang pada peringatan meninggal dunia warga.

Tradisi turun temurun ini dapat ditemukan di seluruh Nagari di Sumatera Barat, antara lain Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, Padang Pariaman, serta daerah lainnya.

Lamang, makanan khas Ramadhan

Lamang tapai makanan khas minangkabauPixabay/Husnil Khawatim Lamang tapai makanan khas minangkabau

Lantas, apa itu lamang? Berdasarkan informasi dari Tribun Travel, (25/02/2021), lamang merupakan kuliner tradisional masyarakat Minang. Kudapan ini selalu diburu untuk berbuka puasa.

Bahan utama lamang adalah beras ketan yang dicampur dengan air santan. Selanjutnya, campuran beras ketan dan air santan tersebut dimasukkan ke dalam bambu yang telah dilapisi daun pisang.

Baca juga: Lamang Tapai, Hidangan Purba khas Tanah Datar yang Masih Eksis

Setiap daerah di Sumatera Barat memiliki ciri khas dalam menyajikan lamang. Namun, saat Ramadhan lamang biasanya disajikan bersama tapai.

Tapai merupakan makanan hasil fermentasi beras ketan hitam dengan ragi. Sajian lamang khas Sumatera Barat ini disebut lamang tapai.

Tidak hanya dengan tapai, lamang juga bisa disajikan dengan makanan pendamping lainnya bercita rasa manis atau gurih.

Untuk lamang manis biasanya diberi tambahan seperti seperti selai, cairan gula merah (kinca), durian, dan sarikaya. Sedangkan, lamang gurih biasanya disajikan bersama rendang, telur, atau makanan pendamping lainnya.

Baca juga: Mengenal Padusan, Tradisi Unik Masyarakat Jawa Menyambut Ramadhan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

100 Tahun Bosscha, Observatorium Modern Pertama di Asia Tenggara

100 Tahun Bosscha, Observatorium Modern Pertama di Asia Tenggara

Travel Update
3 Event Unggulan Aceh 2023, Ada Sabang Marine Festival

3 Event Unggulan Aceh 2023, Ada Sabang Marine Festival

Travel Update
Legenda Danau Toba, Tercipta akibat Amarah Putri Jelmaan Ikan

Legenda Danau Toba, Tercipta akibat Amarah Putri Jelmaan Ikan

Jalan Jalan
4 Maskapai Disebut Ajukan Penerbangan Langsung China-Bali

4 Maskapai Disebut Ajukan Penerbangan Langsung China-Bali

Travel Update
Tarif Bus BST di Kota Solo Awal 2023, Tak Lagi Gratis

Tarif Bus BST di Kota Solo Awal 2023, Tak Lagi Gratis

Travel Update
Pendakian Gunung Raung via Kalibaru Buka Kembali 1 FebruariĀ 2023

Pendakian Gunung Raung via Kalibaru Buka Kembali 1 FebruariĀ 2023

Travel Update
Panduan Lengkap ke Holeo Golf & Museum di Jakarta Barat

Panduan Lengkap ke Holeo Golf & Museum di Jakarta Barat

Travel Tips
Aturan Bagasi Pesawat Terbaru dari 7 Maskapai Indonesia

Aturan Bagasi Pesawat Terbaru dari 7 Maskapai Indonesia

Travel Update
Cara ke Solo Safari Naik Batik Solo Trans dari Stasiun Purwosari dan Solobalapan

Cara ke Solo Safari Naik Batik Solo Trans dari Stasiun Purwosari dan Solobalapan

Travel Tips
Sampah Plastik Masih Jadi Masalah di Area Konservasi TN Komodo

Sampah Plastik Masih Jadi Masalah di Area Konservasi TN Komodo

Travel Update
Naik Bus Macito di Malang, Wisatawan Segera Bisa Berfoto di Kampung Heritage Kayutangan

Naik Bus Macito di Malang, Wisatawan Segera Bisa Berfoto di Kampung Heritage Kayutangan

Jalan Jalan
Waterfront Marina dan Puncak Waringin Labuan Bajo, Ruang Aktivitas Kreatif Masyarakat dan Wisatawan

Waterfront Marina dan Puncak Waringin Labuan Bajo, Ruang Aktivitas Kreatif Masyarakat dan Wisatawan

Jalan Jalan
Pantai Sekitar Samarinda dan Bontang, Ada yang Harus Menyeberang Dahulu

Pantai Sekitar Samarinda dan Bontang, Ada yang Harus Menyeberang Dahulu

Jalan Jalan
Hari Terakhir Grebeg Sudiro 2023, Lampion Pasar Gede Tetap Menyala sampai Cap Go Meh

Hari Terakhir Grebeg Sudiro 2023, Lampion Pasar Gede Tetap Menyala sampai Cap Go Meh

Travel Update
Kafe Unik di Malang, Bisa Ngopi Sambil Bikin Kaus

Kafe Unik di Malang, Bisa Ngopi Sambil Bikin Kaus

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+