Kompas.com - 31/03/2022, 15:08 WIB

KOMPAS.com – Seorang pria berusia sekitar 50 tahunan bernama Wei Jianguo, telah tinggal di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing, China, selama hampir 10 tahun demi menghindari keluarganya.

Ia telah menetap di dalam dan luar Terminal 2 bandara. Menurutnya, area tersebut lebih hangat dibanding area lainnya.  

"Saya tidak bisa pulang ke rumah karena saya tidak punya kebebasan di sana," kata Wei, dikutip dari China Daily, Kamis (31/3/2022).

Adapun rumah Wei berada di daerah Wangjing yang jaraknya sekitar 20 kilometer (km) dari bandara. Ia dulu tinggal bersama istri dan orangtuanya. 

"Keluarga saya memberi tahu saya, jika saya ingin tinggal, saya harus berhenti merokok dan minum,” ujar Wei.

"Jika saya tidak bisa melakukannya, saya harus memberi mereka semua tunjangan bulanan pemerintah saya sebesar 1.000 yuan (sekitar Rp 2,1 juta). Lalu bagaimana saya akan membeli rokok dan alkohol saya?" tambahnya. 

Baca juga: Kode Rahasia Pramugari Jika Naksir Penumpang Pesawat, Ini Contohnya

Tinggal dikelilingi pengguna bandara setiap harinya

Bandara BeijingCurbed Bandara Beijing

Setiap harinya, Wei terbangun di tengah-tengah para pelaku perjalanan di bandara dengan wajah memerah karena terlalu banyak minum. 

Dia bahkan tidak tahu pukul berapa ia bangun, setelah terlelap di "area tidur"-nya yang berupa selimut dan jaket hitam. 

Ia tidak akan memedulikan tatapan penuh tanya dari orang-orang di sekitarnya, kecuali ketika petugas datang untuk membersihkan bandara. Pada saat itulah ia akan menyingkir. 

Kendati demikian, hidup Wei terlihat cukup teratur. 

Tiap pagi, Wei akan mengunjungi pasar terdekat untuk membeli enam roti kukus dan semangkuk bubur untuk sarapan. 

Beberapa hidangan tersebut nantinya akan ia santap saat makan siang, serta sebotol baijiu atau minuman beralkohol yang akan ia habiskan di kawasan bandara. 

Baca juga: 

Sebelum tinggal di bandara, Wei pernah bekerja selama 20 tahun di sebuah pabrik mesin. Namun, ia diberhentikan setelah menginjak usia 40 tahunan.

Ia juga sempat mendapat pekerjaan lain, tapi berakhir dipecat lantaran dinilai terlalu tua. Pada akhirnya Wei memutuskan untuk berhenti mencari kerja. 

Perselisihan dengan keluarganya juga terjadi, sekaligus membuatnya mulai tidur di stasiun kereta api dan bandara. 

Sebelum Natal, ada seorang polisi yang meminta Wei meninggalkan bandara, lalu mengantarnya pulang ke rumahnya di Wangjing. Adapun hal itu juga terjadi usai tersebarnya video yang menampilkan Wei makan mi di ruang tunggu terminal. 

Namun, beberapa hari setelah kembali ke rumahnya, ia datang lagi ke bandara. 

"Saya diusir, berbaring, dan kemudian saya kembali, seperti dulu. Setidaknya saya memiliki kebebasan (saat) saya di bandara,” kata Wei. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batik Air dan Thai Lion Air Rute Internasional Akan Pindah ke Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta

Batik Air dan Thai Lion Air Rute Internasional Akan Pindah ke Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta

Travel Update
Isu KA Argo Parahyangan Dihapus Saat Ada Kereta Cepat, KAI Ikut Pemerintah

Isu KA Argo Parahyangan Dihapus Saat Ada Kereta Cepat, KAI Ikut Pemerintah

Travel Update
5 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Jakarta, Ada yang Suasananya Mirip Qatar

5 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Jakarta, Ada yang Suasananya Mirip Qatar

Jalan Jalan
Wisata ke Malang, Kunjungi Spot Gerbong Trem di Kayutangan Heritage

Wisata ke Malang, Kunjungi Spot Gerbong Trem di Kayutangan Heritage

Jalan Jalan
Pandemi hingga Longsor Persulit Gunungkidul Capai Target Pendapatan Sektor Wisata Tahun 2022

Pandemi hingga Longsor Persulit Gunungkidul Capai Target Pendapatan Sektor Wisata Tahun 2022

Travel Update
Sejarah Loji Gandrung di Kota Solo yang Jadi Tempat Ngunduh Mantu Kaesang

Sejarah Loji Gandrung di Kota Solo yang Jadi Tempat Ngunduh Mantu Kaesang

Jalan Jalan
Biaya Bikin Visa Schengen, Syarat Berkunjung ke Sejumlah Negara Eropa

Biaya Bikin Visa Schengen, Syarat Berkunjung ke Sejumlah Negara Eropa

Travel Tips
Festival Budaya Jalin Merapi di Deles Indah Klaten, Berlatar Panorama Gunung Api

Festival Budaya Jalin Merapi di Deles Indah Klaten, Berlatar Panorama Gunung Api

Travel Update
3 Tips Bikin Visa Schengen, Jangan Beri Itinerary Fiktif

3 Tips Bikin Visa Schengen, Jangan Beri Itinerary Fiktif

Travel Tips
3 Rumah Sakit di Malang Siap Beri Layanan Wisata Medis

3 Rumah Sakit di Malang Siap Beri Layanan Wisata Medis

Travel Update
7 Alasan Mengapa Kamu Perlu Jalan-jalan #DiIndonesiaAja untuk Liburan Akhir Tahun Ini

7 Alasan Mengapa Kamu Perlu Jalan-jalan #DiIndonesiaAja untuk Liburan Akhir Tahun Ini

Jalan Jalan
Itenarary 3 hari 2 malam di Lombok dan Gili Trawangan, Gowes di Desa

Itenarary 3 hari 2 malam di Lombok dan Gili Trawangan, Gowes di Desa

Itinerary
Lokasi Ngunduh Mantu Kaesang-Erina, Ini 5 Fakta Loji Gandrung Solo

Lokasi Ngunduh Mantu Kaesang-Erina, Ini 5 Fakta Loji Gandrung Solo

Jalan Jalan
Taman Langit Gunung Banyak Ditetapkan Jadi Shelter Tourism, Apa Itu?

Taman Langit Gunung Banyak Ditetapkan Jadi Shelter Tourism, Apa Itu?

Travel Update
Warga Hawaii Beramai-ramai Tonton Letusan Mauna Loa yang Langka

Warga Hawaii Beramai-ramai Tonton Letusan Mauna Loa yang Langka

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.