Kompas.com - 01/04/2022, 18:31 WIB

KOMPAS.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang salah satunya mengatur batas kecepatan di jalan tol, mulai 1 April 2022.

Dengan bantuan speed camera di sejumlah titik jalan tol, pengendara yang memacu kecepatan melewati batas dapat terdeteksi oleh kamera tersebut.

"Jadi bila mobil sudah berjalan di atas 120 kilometer (km) per jam, pasti akan ter-capture dan setelah diverifikasi akan ada 'surat cinta' untuk pelanggar membayar denda," kata Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan, mengutip laman Korlantas Polri, Jumat (1/4/2022).

Baca juga: Kendaraan Kecepatan Lebih dari 120 Km Per Jam di Tol Akan Ditilang Per 1 April

Ia mengatakan, batas kecepatan di jalan tol sudah diatur oleh peraturan pemerintah No. 79 tahun 2013 tentang jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 23 ayat 4.

Aturan ini diperkuat dengan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan pasal 3 ayat 4 pada pasal 23 ayat 4.

Disebutkan, untuk berkendara di tol dalam kota, kecepatan minimalnya adalah 60 km per jam dengan maksimal 80 km per jam. Sementara, untuk berkendara di tol luar kota, kecepatan minimal 60 km per jam dan maksimal 100 km per jam.

Adapun dalam keterangan yang Aan sampaikan, speed camera baru akan mendeteksi kendaraan yang melaju di atas 120 km per jam.

Ketentuan bagi kendaraan di bawah batas kecepatan

Aan melanjutkan, sejauh ini memang kamera pintar yang ada di beberapa titik jalan tol baru bisa menangkap dua jenis pelanggaran yaitu overload (kelebihan muatan) dan overspeed (kecepatan berlebih).

"Sekarang kamera kami pakai Artificial Intellegence baru bisa meng-capture yang overspeed dan overload saja. Tapi tidak menutup kemungkinan ke depannya akan bisa menangkap kendaraan underspeed juga," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat. 

Baca juga:

Menurutnya, prioritas utama untuk saat ini lebih menitikberatkan pada pelanggaran kendaraan overspeed.

Pasalnya, tingkat kecelakaan yang terjadi akibat kendaraan dengan kecepatan berlebihan ini relatif lebih tinggi. Data dari Korlantas Polri juga menunjukkan banyaknya kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan overspeed.

Namun, ia mengatakan bahwa kendaraan dengan kecepatan terlalu rendah juga memiliki risiko.

"Ini lebih berpotensi kepada kelambatan dan kemacetan. Meski ada juga kasus (kecelakaan) yang melibatkan underspeed, kebanyakan tabrak belakang. Mungkin konsentrasi sudah berkurang. Ada beberapa kasus seperti itu," kata Aan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.