Kompas.com - 02/04/2022, 20:04 WIB

KOMPAS.com - Umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan 2022, yang bertepatan dengan 1443 Hijriah. Selama puasa, para muslim cenderung mengurangi aktivitasnya guna menjaga stamina tubuh. 

Namun demikian, ada masyarakat yang harus bepergian jauh pada periode ini. Bepergian jarak jauh kala puasa tentunya berbeda dengan pada hari-hari biasa, karena energi berkurang akibat tidak makan dan minum. 

Tapi, jangan khawatir karena ada sejumlah tips bepergian jarak jauh saat puasa. Tips ini dapat dicoba oleh masyarakat, sehingga perjalanan tetap lancar dan stamina tubuh tetap terjaga.

Baca juga:

1.  Persiapan diri 

Head Of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, mengatakan bahwa hal utama yang harus dilakukan sebelum bepergian jarak jauh saat puasa adalah menyiapkan diri. 

Persiapan tersebut bertujuan agar tubuh kita siap untuk melakukan perjalanan jarak jauh, yang meliputi makan sahur dan istirahat cukup. 

“Misalnya, saat sahur kita konsumsi makanan cukup. Kemudian, istirahat harus cukup supaya tidak kelelahan saat berkendara,” terangnya kepada Kompas.com, Sabtu (2/4/2022). 

2. Sahur dengan sayur dan buah 

Ilustrasi varian buah dan sayur.Unsplash/Anna Pelzer Ilustrasi varian buah dan sayur.

Dihubungi terpisah, Ahli Gizi Masyarakat Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum, menuturkan hal serupa. Menurutnya, seseorang yang akan melakukan perjalanan jauh saat puasa wajib sahur dengan hidangan bergizi lengkap, khususnya sayur dan buah. 

Alasannya, sayur dan buah membantu seseorang menghindari lapar sebelum pertengahan hari. 

“Sebab, serat memberi rasa kenyang lebih lama dan kandungan fruktosa buah jauh lebih aman, ketimbang gula tambahan dalam makanan dan minuman,” terangnya. 

Selain itu, mereka wajib memastikan kecukupan air minum untuk menghindari dehidrasi tubuh.

Baca juga: 9 Negara dengan Durasi Puasa Ramadhan Terpanjang di Dunia

3. Cari waktu yang tepat

Suasana kemacetan yang terjadi di jalan Bouraq pada Senin (21/2/2022) karena jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, menerapkan sistem satu arah. KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Suasana kemacetan yang terjadi di jalan Bouraq pada Senin (21/2/2022) karena jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, menerapkan sistem satu arah.

Agus mengimbau pengendara jarak jauh untuk menghindari bepergian pada pertengahan hari ketika puasa. Pasalnya, terik matahari menyebabkan dehidrasi atau kondisi tubuh yang kekurangan cairan. 

“Usahakan jangan berkendara saat siang hari bolong, karena cuaca panas sekali. Ketika panas itu otomatis tubuh kita jadi dehidrasi, kekurangan cairan ini bisa mempengaruhi kondisi tubuh menjadi lelah,” ujarnya.

Sebaliknya, ia menyarankan pengendara memilih perjalanan saat sore menjelang senja. Namun, pengendara juga harus memperhitungkan lama perjalanan. 

Jika perjalanan terpaksa melewati pertengahan hari, maka upayakan untuk beristirahat di tempat teduh saat matahari sedang terik. 

Baca juga: 10 Tempat Bukber Instagramable di Malang, Ada Paket Buka Puasa dan Gratis Takjil

4. Perlengkapan berkendara aman dan nyaman 

Ilustrasi riding gear (jaket motor)Dok. DAM Ilustrasi riding gear (jaket motor)

Tips selanjutnya untuk bepergian jauh saat puasa dari Agus adalah menggunakan perlengkapan berkendara (riding gear) yang aman dan nyaman. 

“Jangan lupa untuk tetap selalu menggunakan perlengkapan berkendara yang aman dan nyaman,” ujarnya. 

Perlengkapan berkendara jarak jauh juga harus mempertimbangkan faktor kenyamanan, khususnya jika menggunakan kendaraan roda dua. Misalnya, lanjut Agus, memiliki jaket yang tidak terlalu tebal namun juga tidak terlalu tipis. 

Jaket yang tebal dan sempit membuat tubuh gerah serta tidak leluasa bergerak. Oleh sebab itu, ia menyarankan pemilihan bahan jaket yang memiliki lubang udara sehingga tubuh tidak kepanasan selama perjalanan. 

“Ada beberapa desain di bagian tertentu jaket, bisa masuk udara, supaya tubuh tetap nyaman,” katanya. 

Baca juga: Mohibadaa, Cara Perempuan Gorontalo Jaga Kecantikan Selama Ramadhan

5. Memetakan perjalanan 

Ilustrasi peta dan roadtrip.Pexels/Leah Kelley Ilustrasi peta dan roadtrip.

Bepergian jarak jauh, khususnya saat puasa membutuhkan pemetaan perjalanan yang matang.

Pemetaan perjalanan tersebut, antara lain mengetahui durasi perjalanan, rute jalan, tempat istirahat, tempat salat, dan tempat mengisi bahan bakar.

“Persiapan perjalanan itu merencanakan perjalanan dengan baik. Artinya, pengendara tahu tempat akan berhenti, tempat salat, isi bensin, rute, dan lain -lain supaya perjalanan terencana dengan baik,” jelasnya.  

Baca juga: 10 Tempat Bukber Instagramable di Malang, Ada Paket Buka Puasa dan Gratis Takjil

6. Istirahat cukup

Selama bepergian jauh saat puasa, pengendara wajib untuk beristirahat secara berkala.

Agus mengatakan, jarak berkendara yang ideal selama tidak berpuasa adalah 2-2,5 jam bagi pengendara sepeda motor. Artinya, maksimal perjalanan 2,5 jam, pengendara wajib beristirahat. 

“Kalau kondisi puasa, maka jarak perjalanan disesuaikan jadinya mungkin 1,5-2 jam maksimal perjalanan, kemudian harus istirahat,” katanya. 

Meskipun kondisi tubuh orang berbeda-beda, namun ia tetap menyarankan pengendara untuk beristirahat jika sudah menempuh perjalanan motor selama dua jam. 

Manfaatkan waktu istirahat itu untuk melakukan peragangan badan. Hal ini karena selama perjalanan, banyak bagian tubuh yang menekuk yakni tangan dan kaki. Dengan meregangkan badan, maka aliran darah dalam tubuh bisa kembali lancar. 

“Ketika aliran darah lancar, maka oksigen yang dihasilkan ke otak kita jadi penuh. Kalau oksigen penuh otamatis berkendara lebih fokus dan konsentrasi,” ujarnya. 

Senada dengan Agus, dr. Tan Shot Yen juga menyarakan pengendara untuk istirahat dengan cukup jika bepergian jauh saat puasa. Pasalnya, puasa menyisakan rasa kantuk di perjalanan. 

Selain kantuk dan lelah, faktor kurang makan dan minum akan menurunkan fokus berkendara. 

“Biasakan, sekali waktu tidur sebentar. Jika tiba waktu berbuka, minggir dan parkir kendaraan, jangan demi mengejar waktu makan sambil nyetir,” tegasnya. 

Baca juga: Sejarah Dandangan, Tabuh Bedug Jelang Ramadhan Warisan Sunan Kudus

7. Persiapan bekal 

Membawa makanan bekal menjadi salah satu cara mencegah penularan Covid-19 di kereta api.Shutterstock/New Africa Membawa makanan bekal menjadi salah satu cara mencegah penularan Covid-19 di kereta api.

Meskipun terdengar sepele, namun dr. Tan Shot Yen menganjurkan pengendara membawa bekal dari rumah untuk buka puasa. Dengan demikian, makanan terjamin lebih higienis dibandingkan beli di pinggir jalan ketika waktu berbuka tiba. 

“Dengan membawa bekal, kita tidak terjebak dengan pilihan makan seketemunya,” ujarnya. 

Ia menerangkan, makanan di pinggir jalan belum dijamin higienitas dan tingkat kematangannya. Padahal, kualitas makanan dan minuman sangat penting bagi pengendara yang bepergian jauh saat puasa.

Untuk takjil, ia menganjurkan cukup dengan air dan kurma. 

“Nah, tinggal makan malam yang harus dipikirkan. Jangan sampai mengantre di restoran atau warung, dan risiko diare atau keracunan makanan muncul karena faktor kebersihan,” imbuhnya. 

Baca juga: 4 Tips Mencegah Badan Pegal dan Sakit Punggung Saat Berkemah

8. Bawa obat-obatan

Efek samping antibiotik biasanya ringan, dan akan reda ketika Anda berhenti mengonsumsi antibiotik yang ada.Unsplash/Christine Sandu Efek samping antibiotik biasanya ringan, dan akan reda ketika Anda berhenti mengonsumsi antibiotik yang ada.

Ketika bepergian jarak jauh saat puasa, tak ada salahnya membawa obat-obatan, seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (10/6/2018). 

Hal tersebut disebabkan terjadinya berbagai kemungkinan selama bepergian jarak jauh. Terlebih, kondisi tubuh orang puasa yang lebih rentan.

Jadi tidak ada salahnya membawa obat-obatan secara mandiri. Beberapa obat yang bisa dibawa, antara lain obat sakit kepala, minyak angin, obat anti-mabuk, kasa, dan obat merah. 

Baca juga: Kuramasan, Ritual Sucikan Diri Jelang Ramadhan Kampung Adat Miduana di Cianjur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.