Kompas.com - 02/04/2022, 22:02 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah memastikan tidak ada penyekatan saat mudik Lebaran 2022, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Kamis (31/3/2022).

"Dalam hal melakukan kontrol kita memang tidak akan melakukan penyekatan, tetapi mungkin kita akan melakukan random sampling. Jadi tidak semua tempat kita periksa," jelas Budi dalam konferensi pers Penyesuaian Regulasi Perjalanan Aman Covid-19, dikutip dari Kompas.com, Kamis (31/3/2022).

Baca juga:

Adapun pengecekkan secara acak akan digelar di beberapa titik, seperti rest area (area peristirahatan), terminal, dan jembatan timbang, atas koordinasi Kementerian Perhubungan bersama TNI, Polri, Kementerian Kesehatan, dan Pemerintah Daerah setempat.

 

Ilustrasi mudik bersama keluargaSHUTTERSTOCK Ilustrasi mudik bersama keluarga

Sejalan dengan hal tersebut, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) juga akan turut mendirikan pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik selama periode perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah.

Nantinya, pos pengamanan dan pelayanan itu bertujuan untuk memastikan setiap orang yang mudik sudah menerima booster atau vaksin Covid-19 tahap ketiga.

Namun, belum ada rincian detail lokasi pos yang akan didirikan, sebab masih dalam tahap pembahasan.

Baca juga:

 

"Untuk pelaksanaan random checking kalau di ruas jalan tol ada di rest area resta, untuk di jalur alternatif ada di tempat-tempat yang nanti ditentukan oleh satuan kewilayahan masing-masing," jelas Kabagops Korlantas Polri Kombes Eddy Djunaedi, dilansir dari Kompas.com, Jumat (1/4/2022).

Untuk diketahui, pemerintah tidak melarang masyarakat untuk mudik Lebaran 2022, asalkan mereka telah mendapat booster, atau dosis ketiga.

Oleh sebab itu, Eddy menambahkan, jika ada pemudik yang ditemukan belum mendapat booster, polisi akan meminta pemudik tersebut untuk melakukan vaksinasi di pos yang disediakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.