Kompas.com - 07/04/2022, 15:08 WIB

BORONG, KOMPAS.com - Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi pariwisata yang berlimpah, sebagian di antaranya masih alami dan tersembunyi.

Semua potensi tersebut dapat menjadi pilihan wisata para delegasi G20.

Baca juga: 5 Fakta Garuda Wisnu Kencana Bali, Lokasi Makan Malam KTT G20

Jika ingin menyuguhkan wisata budaya, misalnya, para delegasi bisa melihat rumah adat Mbaru Gendang dengan bentuk atap kerucutnya yang unik.

Di kabupaten yang baru berusia 14 tahun tersebut juga terdapat sejumlah goa alam, seperti goa alam Tetes Tana, goa alam Ramba, dan goa alam Cing Coleng.

Goa alam Tetes Tana adalah goa yang mengeluarkan air melalui, sementara Goa Ramba berbentuk gantung dengan keunikan di pintu masuknya berbentuk lambang cinta atau simbol love.

Baca juga: Kopi Colol dan Tradisi Menyambut Tamu di NTT

Sementara goa alam Cing Coleng merupakan tempat ziarah rohani bagi warga sekitar yang memeluk agama Katolik. Goa ini juga menjadi obyek wisata yang selalu dikunjungi, meskipun pengunjungnya berkurang akibat hantaman pandemi Covid-19.

Di bagian Pantai Selatan, ada pula goa lainnya, yakni goa alam Lia Mbala, yang terletak di pinggir pantai Lia Mbala.

Kecantikannya membuat goa ini banyak dijadikan spot foto prewedding bagi para calon pengantin.

Baca juga: Tiwu Cewe, Wisata Danau Tersembunyi di Manggarai Timur NTT

 

Obyek wisata Gua Alam Tetes Tana Desa Rana Kulan, Manggarai Timur, NTT, Senin, (4/4/2022).DOK KADES RANA KULAN-FRANSISKUS SANJAY Obyek wisata Gua Alam Tetes Tana Desa Rana Kulan, Manggarai Timur, NTT, Senin, (4/4/2022).

Menurut Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, kunjungan para delegasi bisa mrnjadi salah satu bentuk promosi untuk mengundang lebih banyak wisatawan ke destinasi ini.

"Potensi pariwisata di Manggarai Timur masih sangat tersembunyi. Banyak yang belum dipromosikan secara luas lewat berbagai berita dan iklannya."

"Untuk itu, satu per satu dipromosikan agar wisatawan asing dan Nusantara berwisata di obyek wisata yang masih alamiah," kata Supratman kepada Kompas.com, Selasa (05/04/2022).

Baca juga: Hiu Tikus di Alor NTT Dikhawatirkan Akan Punah

Sementara itu, Kepala Desa Rana Kulan, Kecamatan Elar, Fransiskus Sanjay menilai, latar fenomena di balik munculnya goa alam Tetes Tana adalah sesuatu yang menarik bagi para delegasi G20.

"Gua alam Tetes Tana adalah gua yang memiliki cerita mistis. Air yang keluar dari sebuah tebing memiliki cahaya seperti pelangi saat mengenai kolam dibawahnya. Tetes dalam bahasa Manggarai tetesan air sedangkan tana artinya Tanah. Jadi kalau diterjemahkan, tetesan air tanah," ucapnya, Senin (04/04/2022).

Fransiskus Sanjay berharap, pandemi Covid-19 akan segera berlalu, sehingga lebih banyak wisatawan bisa mengunjungi Manggarai Timur, terutama menyaksikan keindahan goa-goa alam yang ada.

Baca juga: Wisata di Hutan Enau Flores Barat NTT, Belajar Manfaat Aren

"Kiranya pandemi Covid-19 cepat berlalu agar semua aktivitas berjalan normal," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.