Kompas.com - 08/04/2022, 21:02 WIB

KOMPAS.comMasjid Agung Xi'an atau Great Mosque of Xi'an adalah salah satu masjid tertua di China.

Masjid ini termasuk salah satu masjid terunik di dunia karena bangunannya yang memadukan arsitektur China dan Islam secara apik.

Berikut sejumlah fakta tentang Masjid Agung Xi'an yang perlu diketahui.

Baca juga: 7 Masjid Bersejarah di Dunia, Ada yang Berwarna Merah Muda

Sejarah Masjid Agung Xi'an 

Menurut catatan sejarah yang terukir pada loh batu di dalamnya, seperti dikutip dari China Travel, Masjid Agung Xi'an dibangun pada tahun 742 masehi, tepatnya pada masa pemerintahan Kaisar Xuanzong dari Dinasti Tang (618-907).

Namun, sebagian besar kompleks modern dibangun selama Dinasti Ming (1368-1644), dengan beberapa tambahan dibangun oleh Dinasti Qing (1644-1911).

Baca juga: 7 Masjid Unik di Yogyakarta, Ada yang Usianya 249 Tahun 

Masjid ini diperkenalkan ke China Barat Laut oleh para pedagang dan pelancong Arab dari Persia dan Afghanistan selama pertengahan abad ke-7, ketika beberapa dari mereka menetap di China dan menikahi wanita berkebangsaan Han.

Meski diperkirakan ada sejak abad ke-7, namun Masjid Agung Xian yang berdiri hari ini dimulai pada 1392 atau tahun ke-25 Dinasti Ming.

Menurut Archnet, sejak abad ke-14, masjid telah mengalami sejumlah rekonstruksi.

Sebagian besar bangunan yang ada saat ini berasal dari Dinasti Ming dan Qing pada abad ke-17 dan ke-18.

Baca juga: 8 Masjid Bandung yang Unik, Cocok untuk Wisata Religi

Menurut China Travel, setelah Perang Saudara China, Partai Komunis China sempat menutup masjid ini dan mengybahnya menjadi pabrik baja.

Namun, pada 1956, Masjid Agung Xi'an dinyatakan sebagai Situs Sejarah dan Budaya yang Dilindungi di tingkat Provinsi Shaanxi. Sementara pada 1988, masjid ini dinyatakan dilindungi di tingkat nasional.

Arsirektur Masjid Agung Xi'an

Dikutip Kompas.com dari Archnet, tata letak Masjid Agung Xi'an mirip dengan kuil China, yakni halaman yang tak berurutan pada sebuah poros tunggal, dengan adanya paviliun dan pagoda yang disesuaikan dengan fungsi Islam.

Namun, tak seperti kuil Buddha, poros utama masjid yang dibangun di atas tanah seluas 6.000 meter persegi ini sejajar dari timur ke barat, menghadap ke Mekkah.

Baca juga: 7 Masjid Bersejarah di Dunia, Ada yang Berwarna Merah Muda

 

Lima halaman, yang masing-masing memiliki paviliun signature atau gerbang, mengarah ke ruang doa yang terletak di ujung barat porosnya.

Taman-tamannya sangat mengabarkan kebudayaan China, mulai dari bebatuannya, pagoda, lengkungan bangunan, genteng, dan lain-lain. 

Dikutip dari Lonely Planet, masjid ini cocok dikunjungi saat musim semi.

Alasannya adalah karena pada musim, bunga magnolia putih dan merah muda yang tumbuh di kawasan masjid tengah bermekaran.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.