Kompas.com - 14/04/2022, 12:03 WIB

KOMPAS.com - Setelah sekitar dua tahun pandemi, pembatasan kegiatan selama bulan Ramadhan mulai melonggar di banyak negara, termasuk salah satunya di Turki.

Kelonggaran itu juga dirasakan oleh beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang melaksanakan studi di negara yang berada di kawasan Eurasia (Eropa-Asia) tersebut.

"Dua tahun pas puasa itu lockdown, baru sekarang ini kembali ke seperti ini. Dulu tarawih sama bukber (buka bersama) dilarang, sholat jamaah dan termasuk sholat Ied juga (dilarang)," jelas Alinda Putri Dewanti atau akrab disapa Alin kepada Kompas.com, Jumat (8/4/2022). 

Baca juga: Cerita WNI Jalani Puasa Ramadhan di Turki, Ini 5 Hal Unik yang Dialami

Alin, mahasiswi S1 Jurnalistik di AHBV Universitesi, Ankara, menjelaskan dirinya sudah datang ke Turki sejak 2017, serta merasakan puasa pertama kali di Turki sejak tahun 2018.

Senada dengan Alin, Tezar Aditya Rahman, yang kini juga tengah melanjutkan pendidikan di Turki, mengakui bahwa saat ini umat Islam di Turki lebih bebas melakukan ibadah Ramadhan.

Ia sendiri telah menjalani tahun ketiga puasa di Turki selama menjadi mahasiswa S2 Jurnalistik di Selcuk University, Konya.

"Ketika aku di sini, Ramadhan pertama sudah pandemi dan tahun lalu juga. Tahun pertama ketat karena awal pandemi jadi di asrama. Itu ketat banget bahkan enggak boleh ada iftar di asrama".

"Jadi kalau mau berkerumun, dalam jumlah yang kecil, maksimal 10 orang. Nah, tahun ini berbeda, udah enggak ada pelarangan, kami sudah bisa ngumpul-ngumpul di taman, jalan-jalan, buka bareng," jelas Tezar, Minggu (10/4/2022). 

Beberapa hari sebelum puasa (2/4/2022), acara kebudayaan Indonesia di kantor YTB (kantor lembaga beasiswa pemerintah Turki). Sesi pengenalan makanan Indonesia kepada international student.Dok. Alinda Putri Dewanti Beberapa hari sebelum puasa (2/4/2022), acara kebudayaan Indonesia di kantor YTB (kantor lembaga beasiswa pemerintah Turki). Sesi pengenalan makanan Indonesia kepada international student.

Lebih lanjut, Alin menjelaskan, protokol kesehatan seperti yang diterapkan di Indonesia, seperti kewajiban memakai masker dan menggunakan aplikasi layaknya PeduliLindungi, juga sudah dilonggarkan.

"Sebelumnya sempat ada namanya Hes (seperti PeduliLindungi). Tapi sudah dicabut sejak bulan lalu, dulu pakai itu nunjukkin kode ke mal, kampus, naik transportasi. Sekarang masker cuma wajib di ruangan tertutup, transportasi umum juga," jelas Alin.

Baca juga: Turki Bebaskan Pemakaian Masker karena Kasus Covid-19 yang Melandai

Oleh karena itu, menurutnya, kegiatan beribadah dan berbuka puasa juga telah diperbolehkan dalam skala lebih besar.

"Di sini (kasusnya) udah cukup melandai, tingkat vaksinnya juga cukup tinggi," tambahnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Travel Update
Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Travel Update
4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

Jalan Jalan
Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Travel Tips
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Travel Update
6 Tips Mendaki Gunung Prau Lintas Jalur Patak Banteng-Dieng, Jangan Kesorean

6 Tips Mendaki Gunung Prau Lintas Jalur Patak Banteng-Dieng, Jangan Kesorean

Travel Tips
Itinerary Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Turun Dieng

Itinerary Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Turun Dieng

Itinerary
Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo Ditunda, Catat Harganya Saat Ini

Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo Ditunda, Catat Harganya Saat Ini

Travel Update
Sensasi Ikut Tradisi Makan Bajamba Asal Minangkabau, Berbalas Pantun

Sensasi Ikut Tradisi Makan Bajamba Asal Minangkabau, Berbalas Pantun

Jalan Jalan
Presiden Joko Widodo Akan Buka IITCEF 2022 di Jakarta

Presiden Joko Widodo Akan Buka IITCEF 2022 di Jakarta

Travel Update
Jumlah Kunjungan Wisata ke Cianjur Naik Setiap Akhir Pekan

Jumlah Kunjungan Wisata ke Cianjur Naik Setiap Akhir Pekan

Travel Update
KAI Daop 1 Jakarta Tawarkan Promo Tiket Kereta Api Mulai Rp 17.000

KAI Daop 1 Jakarta Tawarkan Promo Tiket Kereta Api Mulai Rp 17.000

Travel Promo
Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Ditunda sampai Januari 2023

Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Ditunda sampai Januari 2023

Travel Update
7 Wisata Salatiga, Ada Tempat Liburan dengan Pemandangan Alam

7 Wisata Salatiga, Ada Tempat Liburan dengan Pemandangan Alam

Jalan Jalan
Pengalaman Naik ke Atas Puncak Jam Gadang, Ada Apa di Dalamnya?

Pengalaman Naik ke Atas Puncak Jam Gadang, Ada Apa di Dalamnya?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.