Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

13 Perayaan Paskah Unik di Berbagai Negara, Ada Lempar Pot dari Rumah

Kompas.com - 15/04/2022, 10:31 WIB
Ulfa Arieza ,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Umat Kristen dan Katolik akan merayakan Hari Paskah atau hari kebangkitan Yesus Kristus yang jatuh pada Minggu (17/04/2022). Ada beragam cara untuk merayakan Hari Paskah dari seluruh dunia. 

Mengutip Kompas.com (10/4/2020), rangkaian Pekan Suci untuk merayakan Paskah terdiri dari lima hari. Dalam lima hari itu, umat Kristen dan Katolik melakukan ibadah atau misa.

Lima hari tersebut dimulai dari Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci atau Malam Paskah, dan Minggu Paskah.

Baca juga: Kapan Waktu yang Pas Ucapkan Selamat Hari Paskah, Ini Jawabannya

Baca juga: Memaknai Paskah sebagai Hari Kebangkitan, bagi Umat Katolik dan Kristiani

Adapun, ternyata ada beragam perayaan paskah di dunia. Berikut 13 tradisi unik perayaan Hari Paskah dari berbagai negara di dunia:

1. Yunani

Yunani mempunyai beragam tradisi unik untuk merayakan Pekan Suci. Mengutip dari The Culture Trip, tradisi perayaan Hari Paskah dimulai pada Kamis Putih dengan membuat roti kepang tiga khas Hari Paskah atau dikenal sebagai tsoureki. 

Tradisi melempar pot-pot di Yunani saat Paskah Shutterstock Tradisi melempar pot-pot di Yunani saat Paskah

Tsoureki disajikan dengan telur rebus berwarna merah di tengahnya. Warna merah melambangkan kelahiran kembali kehidupan dan darah Kristus.

Pada Sabtu Suci atau Minggu Paskah, warga Yunani  melakukan tradisi Tsougrisma atau memecah telur. Tradisi ini melambangkan kebangkitan Tuhan.

Sementara itu, masyarakat Pulau Corfu di Yunani melemparkan pot-pot tua ke jalanan dari jendela rumah mereka untuk merayakan paskan, seperti dikutip dari BBC dalam Kompas.com (12/4/2020). 

2. Ukraina

Masyarakat Ukraina mempunyai tradisi unik merayakan Hari Paskah yakni saling mengguyur satu sama lain, seperti dikutip dari BBC di Kompas.com (12/4/2020). 

Tradisi saling mengguyur air saat Paskah di Ukraina Shutterstock Tradisi saling mengguyur air saat Paskah di Ukraina

Tradisi ini dirayakan pada Senin, sehari setelah Minggu Paskah. Oleh sebab itu, tradisi ini disebut dengan Wet Monday.

Namun demikian, belum diketahui apakah tradisi Wet Monday akan berlangsung pada perayaan Hari Paskah pada tahun ini mengingat negara tersebut tengah berkonflik dengan Rusia.

Baca juga: 15 Negara yang Pernah Jadi Bagian Uni Soviet Selain Ukraina

Tradisi serupa juga berlangsung pada negara Skandinavia lainnya, seperti Polandia, Republik Ceko, dan Slovakia. 

3. Perancis 

Ada beragam tradisi unik di Perancis untuk merayakan Hari Paskah. Mengutip The Culture Trip, lonceng gereja tidak berbunyi antara Jumat Agung dan Minggu Paskah sebagai tanda penghormatan kepada Yesus dan peringatan kematiannya.

Anak-anak diberi tahu bahwa lonceng gereja terbang ke Roma. Pada Minggu Paskah pagi, lonceng telah kembali dengan membawa cokelat untuk anak-anak.

Bendera Prancis dengan latar belakang Menara Eiffel di Paris.SHUTTERSTOCK/ CREATIVE LAB Bendera Prancis dengan latar belakang Menara Eiffel di Paris.

Ketika itulah, ditemukan banyak coklat berbentuk lonceng di toko. Kemudian lonceng gereja kembali berbunyi yang melambangkan kembalinya Kristus. Setelah lonceng kembali, tradisi perburuan telur Paskah  dimulai di dalam dan di luar rumah.

Sementara itu, di satu kota kecil selatan Perancis, orang-orang berkumpul setiap Senin Paskah untuk membagikan omelet yang sangat besar, seperti dikutip dari BBC oleh Kompas.com (12/4/2020). 

Baca juga: Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Simak Penjelasannya

Butuh sekitar 15.000 telur untuk membuat omelet ini. Omelet tersebut berukuran besar sehingga dapat digunakan untuk memberi makan ribuan orang.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Hotel Accor Meriahkan Java Jazz 2024 dengan Kuliner dan Hiburan

Hotel Accor Meriahkan Java Jazz 2024 dengan Kuliner dan Hiburan

Travel Update
787.900 Turis China Kunjungi Indonesia pada 2023, Sebagian ke Labuan Bajo

787.900 Turis China Kunjungi Indonesia pada 2023, Sebagian ke Labuan Bajo

Travel Update
4 Aktivitas yang bisa Dilakukan di Hutan Kota Babakan Siliwangi

4 Aktivitas yang bisa Dilakukan di Hutan Kota Babakan Siliwangi

Jalan Jalan
Sempat Tutup karena Longsor, Kali Udal Gumuk di Magelang Buka Lagi

Sempat Tutup karena Longsor, Kali Udal Gumuk di Magelang Buka Lagi

Travel Update
Hutan Kota Babakan Siliwangi : Lokasi, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Hutan Kota Babakan Siliwangi : Lokasi, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com