Jam Rawan Klitih di Yogyakarta yang Harus Dihindari Pengendara Saat Bepergian

Kompas.com - 19/04/2022, 17:31 WIB

KOMPAS.com – Beberapa waktu yang lalu aksi klitih di Yogyakarta menelan korban jiwa yang diduga tewas karena sabetan benda tajam berupa gir. 

Dilansir dari Kompas.com, Senin (11/4/2022), Remaja bernama Dafa Adzin Albasith itu meninggal dunia ketika tengah mencari makan sahur di dini hari pada Senin (4/4/2022) lalu.

Akibat kejadian tersebut, masyarakat Yogyakarta merasa tak tenang dengan keberadaan klitih karena menghantui mereka yang hendak pergi keluar atau pulang pada malam hari.

Baca juga: Tips untuk Wisatawan agar Terhindar dari Klitih Saat di Yogyakarta

Menanggapi klitih, Humas Polda DIY Yulianto mengatakan bahwa sebenarnya kejahatan bisa terjadi kapan saja, tetapi kebanyakan terjadi di malam hari.

“Kejahatan biasanya terjadi di saat malam hari hari di atas jam 22.00 WIB,” kata Yulianto kepada Kompas.com, Selasa (19/4/2022).

Meski kejahatan kerap terjadi di atas pukul 22.00 WIB, Yulianto mengaku tak ada larangan jam malam untuk masyarakat yang akan berkendara atau bepergian.

Pelaku S berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian, Senin (3/1/2022)KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO Pelaku S berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian, Senin (3/1/2022)

Selain itu, karena kejahatan bisa terjadi di mana saja, pihak kepolisian juga tak menentukan mana saja wilayah yang dianggap berbahaya bagi masyarakat. 

“Selama ini, polisi juga tidak menetapkan lokasi tertentu untuk dihindari (dan dianggap berbahaya),” ucap Yulianto.

Yulianto juga menambahkan bahwa kata klitih sebaiknya dihindari, tapi diganti dengan ungkapan kejahatan jalanan remaja.

Baca juga: Apa Itu Klitih di Yogyakarta? Berikut Asal-usulnya

Pasalnya, arti sebenarnya dari klitih pada awalnya bukan mengacu kepada tindak kejahatan tapi pergi keluar malam untuk menghilangkan kepenatan, seperti dilansir dari Kompas.com (6/4/2022). 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Telaga Cebong di Desa Tertinggi Pulau Jawa

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Telaga Cebong di Desa Tertinggi Pulau Jawa

Travel Tips
Antapura De Djati, Tempat Nikmati Suasana Ala Ubud di Garut

Antapura De Djati, Tempat Nikmati Suasana Ala Ubud di Garut

Travel Update
Lion Air Terbang Lagi dari Bandara Kertajati ke Arab Saudi, Layani Ibadah Umrah

Lion Air Terbang Lagi dari Bandara Kertajati ke Arab Saudi, Layani Ibadah Umrah

Travel Update
5 Tips Wisata ke Museum MACAN Jakarta, Jangan Bawa Kamera

5 Tips Wisata ke Museum MACAN Jakarta, Jangan Bawa Kamera

Travel Tips
4 Wisata di Desa Sembungan, Konon Ada Paku Pulau Jawa

4 Wisata di Desa Sembungan, Konon Ada Paku Pulau Jawa

Jalan Jalan
Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Wisata Religi Baru di Singkawang

Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Wisata Religi Baru di Singkawang

Travel Update
Rute ke Desa Sembungan dari Dieng, Menuju Desa Tertinggi Pulau Jawa

Rute ke Desa Sembungan dari Dieng, Menuju Desa Tertinggi Pulau Jawa

Travel Tips
COCOTEL Kerja Sama dengan Archipelago Luncurkan Teknologi Hotel Baru

COCOTEL Kerja Sama dengan Archipelago Luncurkan Teknologi Hotel Baru

Travel Update
KAI Terapkan Face Recognition, Naik Kereta Cukup Pindai Wajah

KAI Terapkan Face Recognition, Naik Kereta Cukup Pindai Wajah

Travel Update
DeLoano Glamping Borobudur Kembali Buka, Cocok buat Healing

DeLoano Glamping Borobudur Kembali Buka, Cocok buat Healing

Travel Update
Beragam Kendala Kembangkan Wisata Air Terjun di Manggarai Timur NTT

Beragam Kendala Kembangkan Wisata Air Terjun di Manggarai Timur NTT

Travel Update
Jumlah Tamu Hotel Turun pada Agustus 2022, tapi Nginap Lebih Lama

Jumlah Tamu Hotel Turun pada Agustus 2022, tapi Nginap Lebih Lama

Travel Update
1,73 Juta Wisman Kunjungi Indonesia Sepanjang 2022, Naik 2.000 Persen

1,73 Juta Wisman Kunjungi Indonesia Sepanjang 2022, Naik 2.000 Persen

Travel Update
Digital Nomad yang Tinggal hingga 5 Tahun Bisa Pakai Visa Second Home

Digital Nomad yang Tinggal hingga 5 Tahun Bisa Pakai Visa Second Home

Travel Update
Super Air Jet Buka Rute Surabaya-Kupang, Mulai 14 Oktober

Super Air Jet Buka Rute Surabaya-Kupang, Mulai 14 Oktober

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.