Kompas.com - 19/04/2022, 19:03 WIB

Dampak merokok di non-smoking room hotel

Berbeda dengan Harper Malioboro, manajemen Artotel Suites Bianti Yogyakarta tidak menyediakan smoking room bagi para tamu. 

Marketing Communications Manager Artotel Suites Bianti Yogyakarta, Sankar Adityas Cahyo menjelaskan, hal ini disebabkan pihak hotel menjaga interior di hotel dari potensi kerusakan.

Namun, ada pula hotel di bawah naungan Artotel Group lainnya yang menyediakan fasilitas smoking room bagi para tamu. 

“Kebetulan kami Artotel Suites Bianti Yogyakarta, kategorinya luxury hotel. Jadi, kami sangat menjaga interior dan art (karya seni) yang ada di dalam kamar agar jangan sampai rusak,” jelas Sankar. 

Sebagai informasi bagi tamu, pihak Artotel Suites Bianti Yogyakarta telah mencantumkan keterangan saat pemesanan, bahwa jenis kamar adalah non-smoking room.

Selain itu, para tamu wajib mengisi dan menandatangi formulir pendaftaran yang mencantumkan ketentuan denda jika melanggar. 

Meskipun tidak memiliki smoking room, pihak hotel tetap menyediakan smoking area bagi para tamu. Di antaranya area bar, sky lounge, dan area outdoor hotel, kecuali kolam renang. 

Menurutnya, jika tamu nekat merokok di non-smoking room, maka staf hotel harus memberikan perawatan intensif di kamar tersebut. 

“Kalau sampai ada yang merokok di kamar, maka kamar tersebut harus kami non-aktifkan selama dua hari untuk perawatan intensif,” terangnya.

Baca juga:

kamar hotel di Swiss-Belboutique Hotel YogyakartaDok. https://www.swiss-belhotel.com/id-id/swiss-belboutique-yogyakarta kamar hotel di Swiss-Belboutique Hotel Yogyakarta

Sama halnya dengan Swiss-Belboutique Yogyakarta juga tidak menyediakan fasilitas smoking room.

Oleh karena itu, para tamu hanya diperbolehkan merokok di smoking area yang berada di rooftop bar, area luar lobi hotel, dan area outdoor restoran. 

Assistant Public Relations Manager & Loyalty Program Swiss-Belboutique Hotel Yogyakarta, Leno Christiannaldo menjelaskan, kebijakan ini diambil pihak pengelola untuk mencegah risiko yang timbul akibat puntung rokok yang masih menyala. 

“Pertimbangannya, pertama memang keputusan dari owner (pemilik). Kedua untuk alasan keamanan, karena kadang tamu juga ceroboh, puntung rokok masih menyala terus ditinggal tidur,” terangnya. 

Baca juga:

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.