Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Fakta Istana Kepresidenan Yogyakarta, Tempat Jokowi Shalat Id

Kompas.com - 02/05/2022, 09:56 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan shalat Id di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Senin (2/5/2022).

Dilansir dari Kompas.com, Senin, Presiden Jokowi terlihat memakai kemeja putih dan peci, serta melaksanakan shalat di halaman istana.

Sebelumnya, kabar terkait lokasi shalat Id Presiden disampaikan oleh Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono.

"Presiden Shalat Id di Istana Kepresidenan Yogyakarta," ujar Heru, dikutip dari Kompas.com, Senin.

Berikut beberapa fakta seputar Istana Kepresidenan Yogyakarta, atau dikenal juga sebagai Gedung Agung Yogyakarta atau Gedung Negara, yang Kompas.com rangkum dari berbagai sumber:

Istana Kepresidenan Yogyakarta terletak di pusat keramaian

Istana Kepresidenan Yogyakarta berlokasi di titik keramaian Kota Gudeg, yakni dekat Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Museum Benteng Vredeburg, dan Malioboro. 

Alamatnya di Jalan Ahmad Yani, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Jaraknya dari Bandara Adisutjipto, misalnya, adalah 10 kilometer (km) dengan waktu tempuh hampir 30 menit.

Kompleks istana ini berada di ketinggian 120 meter di atas permukaan laut (mdpl), serta luas lahannya adalah 43.585 meter persegi. Gedung ini dibangun pada Mei 1824 atau ketika penjajahan Belanda. 

Berdasarkan laman resmi situs web Kementerian Sekretariat Negara, pembangunan gedung ini dicetus oleh seorang residen Belanda bernama Anthonie Hendriks Smissaer, dengan arsitek bernama A Payen. Dulunya bangunan ini merupakan kediaman residen Belanda. 

Terdapat beberapa wisma di kompleks ini, di antaranya Wisma Negara, Wisma Indraprasta, Wisma Sawojajar, Wisma Bumiratawu, dan Wisma Saptapratala, dilansir dari laman Cagar Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ada juga dua patung Dwarapala yang disebut Gupala setinggi dua meter di Pintu Gerbang Utama, serta monumen batu andesit bernama Dagoba atau Tugu Lilin setinggi 3,5 meter di depan Gedung Induk.

Baca juga: 13 Wisata Pantai Yogyakarta, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran 2022

Asal usul nama Gedung Agung Yogyakarta

Mengapa nama Istana Kepresidenan Yogyakarta dikenal juga sebagai Gedung Agung? 

Salah satu fungsi bangunan ini adalah sebagai tempat penerimaan tamu-tamu agung. Tercatat ada banyak tokoh-tokoh penting dari luar negeri yang singgah atau bahkan menginap di istana ini. 

Adapun tujuan mereka pun beragam, mulai dari tugas kenegaraan hingga mengunjungi tempat-tempat wisata di Yogyakarta.

Baca juga: 8 Wisata Yogyakarta Baru yang Bisa Dikunjungi Saat Lebaran 2022

Gedung Agung, Yogyakarta DOK. Shutterstock/Sutrisno GalleryShutterstock/Sutrisno Gallery Gedung Agung, Yogyakarta DOK. Shutterstock/Sutrisno Gallery

Pembangunan sempat tertunda akibat perang dan gempa bumi

Pada zaman dahulu, pembangunan istana ini sempat tertunda akibat Perang Diponegoro yang berlangsung pada 1825 - 1830. Pembangunan dilanjutkan usai perang tersebut atau pada tahun 1832. 

Namun, pada tahun 1867, gedung ini sempat runtuh karena peristiwa gempa bumi. Akhirnya gedung baru dibangun dan pembangunan selesai pada tahun 1869.

Bangunan itulah yang kini dikenal sebagai Gedung Induk Kompleks Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Negara. 

Baca juga: 20 Oleh-oleh Khas Yogyakarta, Ada Cokelat Monggo hingga Geplak

Saksi bisu berbagai peristiwa bersejarah

Istana Kepresidenan Yogyakarta menjadi saksi bisu beragam peristiwa penting di wilayah ini.

Setelah status administratif wilayah Yogyakarta berubah menjadi provinsi, maka gedung utama menjadi kediaman para Gubernur Belanda di Yogyakarta. Sedangkan, pada masa pendudukan Jepang, gedung ini menjadi kediaman penguasa Jepang di Yogyakarta. 

Pada tahun 1946, tepatnya ketika ibu kota Indonesia berpindah dari Jakarta ke Yogyakarta, bangunan ini menjadi Istana Kepresidenan, sekaligus rumah kediaman Presiden dan keluarganya. 

Selanjutnya, pada tahun 1947, istana ini juga menjadi tempat pelantikan Jenderal Soedirman sebagai Panglima Besar TNI. 

Kendati demikian, pada tahun 1948, terjadi Agresi Militer Belanda II di Yogyakarta yang mengakibatkan Presiden, Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan beberapa tokoh lainnya diasingkan ke luar Pulau Jawa. 

Baca juga: 10 Tempat Wisata Malam di Yogyakarta, Banyak Spot Instagramable

Pernah dikunjungi Ratu Elizabeth II dan Putri Diana dari Inggris

Selain pernah menjadi kediaman Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, istana ini juga menjadi tempat beristirahat atau berkunjungnya para tamu negara. Bahkan, tercatat ada 65 kepala negara yang pernah menyambangi istana ini.

Pada tahun 1958, Presiden India Rajendra Prasad menjadi tamu negara pertama yang mendatangi istana ini. 

Kemudian, pada tahun 1960-an, ada pula Raja Bhumibol Adulyadej dari Muangthai (Thailand), Presiden Pakistan Ayub Khan, dan Perdana Menteri Aljazair Ferhart Abbas yang mengunjungi dan menginap di Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta.

Tokoh-tokoh penting lainnya yang pernah mengunjungi istana ini, di antaranya Ratu Elizabeth II dari Inggris (1974), Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew (1980), Pangeran Charles dan Putri Diana dari Inggris (1989), dan Kaisar Akihito dari Jepang (1991).

Baca juga: 7 Masjid Unik di Yogyakarta, Ada yang Usianya 249 Tahun 

 

 

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tak Sekadar Dokumen Perjalanan, Ini 5 Negara dengan Desain Paspor Terunik

Tak Sekadar Dokumen Perjalanan, Ini 5 Negara dengan Desain Paspor Terunik

BrandzView
5 Wisata Pulau di Tomia di Wakatobi, Ada Pulau 1.000 Penyu

5 Wisata Pulau di Tomia di Wakatobi, Ada Pulau 1.000 Penyu

Jalan Jalan
Cara Beli Tiket Jakarta Fair 2024 Online dan Offline, mulai Rp 40.000

Cara Beli Tiket Jakarta Fair 2024 Online dan Offline, mulai Rp 40.000

Travel Tips
KA Blambangan Ekspres dan Banyubiru Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation

KA Blambangan Ekspres dan Banyubiru Akan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation

Travel Update
Midea Tawarkan Program Berhadiah Liburan ke Inggris

Midea Tawarkan Program Berhadiah Liburan ke Inggris

Travel Update
Kenapa Banyak Kamar Mandi Vila di Bali Pakai Konsep Semi-terbuka?

Kenapa Banyak Kamar Mandi Vila di Bali Pakai Konsep Semi-terbuka?

Hotel Story
Wisata Alam Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Buka Lagi mulai 15 Juni

Wisata Alam Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Buka Lagi mulai 15 Juni

Travel Update
Jakarta Fair 2024: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Jakarta Fair 2024: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Update
Runway Bandara Komodo di NTT Diperpanjang, Ditargetkan Siap Bulan Juli

Runway Bandara Komodo di NTT Diperpanjang, Ditargetkan Siap Bulan Juli

Travel Update
4 Aktivitas di Jakarta Fair 2024, Tak Hanya Belanja

4 Aktivitas di Jakarta Fair 2024, Tak Hanya Belanja

Jalan Jalan
5 Hotel Rp 300.000-an Dekat Stasiun Bogor, Staycation Setelah Idul Adha

5 Hotel Rp 300.000-an Dekat Stasiun Bogor, Staycation Setelah Idul Adha

Hotel Story
7 Wisata Curug di Puwokerto, Destinasi Liburan Idul Adha

7 Wisata Curug di Puwokerto, Destinasi Liburan Idul Adha

Jalan Jalan
Indonesia AirAsia Terbang dari Denpasar ke Phuket dan Kota Kinabalu mulai Agustus 2024

Indonesia AirAsia Terbang dari Denpasar ke Phuket dan Kota Kinabalu mulai Agustus 2024

Travel Update
4 Tips Packing dengan Bawaan Sedikit Pakai Tote Bag

4 Tips Packing dengan Bawaan Sedikit Pakai Tote Bag

Travel Tips
4 Wisata Pantai di Pulau Tomia di Wakatobi, Bisa Lihat Paus Berenang

4 Wisata Pantai di Pulau Tomia di Wakatobi, Bisa Lihat Paus Berenang

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com