Kompas.com - 08/05/2022, 18:06 WIB
ilustrasi liburan Shutterstockilustrasi liburan

KOMPAS.com - Libur panjang Lebaran 2022 telah usai. Selanjutnya, masyarakat akan kembali kepada rutinitas dan kesibukan masing-masing. 

 Baca juga: Mengapa Liburan Terasa Cepat Berlalu? Ini Penjelasannya 

Baca juga: 7 Penyebab Stres Pasca-Liburan, Ada Makan Berlebihan

Apakah kamu merasa bahwa periode libur panjang selalu terasa singkat? Jika iya, jangan khawatir karena ada penjelasan dari sisi ilmiah dan psikologis atas hal tersebut.

Penjelasan liburan terasa singkat

Pengajar mata kuliah Biofisika dan Kompleksitas, program studi S2 Biofisika, Institut Pertanian Bogor (IPB) Husin Alatas mengatakan, perasaan seseorang atas liburan yang terasa singkat berkaitan dengan paradoks liburan atau holiday paradox.

“Dalam paradoks ini, orang merasa bahwa waktu yang dijalani ketika melakukan aktivitas liburan terasa berjalan lebih cepat ketimbang ketika melakukan aktivitas rutin di kantor atau di sekolah,” terangnya kepada Kompas.com, Minggu (8/5/2022). 

Ia menjelaskan liburan menghasilkan persepsi menyenangkan yang dipicu oleh produksi hormon dopamin dalam jumlah berlebih di otak. 

Pengunjung memadati kawasan wisata, Pantai Kukup, Gunungkidul, DIY, Rabu (4/5/2022).KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Pengunjung memadati kawasan wisata, Pantai Kukup, Gunungkidul, DIY, Rabu (4/5/2022).

Patut diduga bahwa produksi berlebih hormon dopamin tersebut mengakibatkan orang menjadi lebih fokus pada aktivitas liburan. Sebab, liburan banyak memberikan pengalaman baru yang menyenangkan, serta terekam lebih lama dalam ingatan. 

“Hal yang berbeda mungkin terjadi dalam aktivitas rutin seperti kerja dan lainnya, yang kemungkinan besar tidak memberikan pengalaman baru yang menyenangkan dan terekam dalam ingatan, akibat kurangnya produksi hormon dopamin,” paparnya. 

Persepsi waktu dan prediksi jeda waktu oleh otak

Produksi hormon dopamin tersebut berkaitan dengan aktivitas otak. Menurut Husin, otak manusia memiliki cara unik dalam mempersepsikan waktu dan memprediksi jeda waktu. 

Aktivitas otak mempersepsikan waktu dan memprediksi jeda waktu inilah yang memicu perasaan waktu terasa lama dan terasa singkat. 

Baca juga: Jangan Repot Bawa Bagasi, Bisa Bikin Stres Saat di Bandara

Baca juga: Daftar Libur Nasional Usai Lebaran 2022, Masih Ada 8 Hari

Ia mengatakan dalam beberapa eksperimen yang melibatkan hewan, telah diamati bahwa hormon dopamin dapat memengaruhi kerja jam internal biologis.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.