Kompas.com - 09/05/2022, 07:07 WIB
Foto : Waterfront city di Labuan Bajo, dipadati wisatawan setiap sore hari. Kompas.com/Nansianus TarisFoto : Waterfront city di Labuan Bajo, dipadati wisatawan setiap sore hari.

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Sejak rampungnya pembangunan Waterfront City di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tempat itu menjadi magnet baru bagi warga dan wisatawan.

Terlebih setiap sore hari, tempat yang adalah titik nol kota Labuan Bajo itu selalu dipadati wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Para wisatawan tampak berfoto di atas tangga-tangga Waterfront dengan latar belakang pantai dan gugusan pulau-pulau mungil di sekitar kota Labuan Bajo.

Baca juga: Duta Besar Irlandia untuk Indonesia Liburan di Desa Wisata Wae Lolos, Labuan Bajo

Ada juga wisatawan yang datang untuk nongkrong santai bersama keluarga dan kerabat sembari menikmati kopi khas Manggarai yang disiapkan penjual kopi keliling.

Juan, salah seorang wisatawan lokal, mengaku kagum dengan pembangunan Waterfront City  Labuan Bajo. Selama ini, ia hanya melihat bangunan megah berkelas dunia tersebut di televisi dan internet.

Kini, warga Labuan Bajo dan sekitarnya, bisa melihat langsung tempat yang indah nan megah di Labuan Bajo.

Baca juga: Kunjungan Wisata di Wae Bobok Labuan Bajo Naik Drastis Saat Libur Lebaran 2022

“Ini benar-benar melengkapi keindahan kota Labuan Bajo. Dari sini, kita bisa melihat jelas, ternyata Labuan Bajo itu benar-benar indah,” ungkap Juan kepada Kompas.com, Sabtu (7/5/2022) sore.

Masalah sampah di Waterfront Labuan Bajo

Di balik keindahan Waterfront City itu, ada hal yang menurut Juan mesti menjadi perhatian pemerintah dan stakeholders, serta wisatawan, yakni sampah.

Makin ramai dikunjungi, ternyata makin banyak pula sampah plastik berserakan di Waterfront Labuan Bajo.

Foto : Waterfront, titik nol kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.Dokumen Kemenparekraf Foto : Waterfront, titik nol kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

“Mungkin itu yang perlu diperhatikan. Bagaimana bisa membuat wisatawan nyaman jika tempat wisatanya kotor,” katanya.

Ia pun berharap kepada pemerintah dan pihak yang berkepentingan agar menyiapkan tempat sampah di setiap bagian waterfront.

Baca juga: Wela Bajo Flores Coffee, Seruput Kopi Asli Manggarai Sambil Nikmati Sunset Labuan Bajo

Selain itu, mesti ada peringatan keras bagi wisatawan yang membuang sampah sembarang saat berwisata ke tempat itu.

“Kasian kan, wisatawan dari luar datang, lihat sampah berserakan begini. Citra pariwisata Labuan Bajo bisa buruk di mata wisatawan. Mungkin ini bisa jadi perhatian serius,” ujar Juan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.