BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif

5 Rekomendasi Desa Wisata di Pulau Jawa yang Bisa Dikunjungi dengan Road Trip

Kompas.com - 09/05/2022, 16:15 WIB
Ilustrasi mudik SHUTTERSTOCKIlustrasi mudik

KOMPAS.com – Melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi atau road trip menjadi opsi berwisata yang bisa dipilih wisatawan.

Salah satu keuntungan yang paling terasa saat road trip adalah keleluasaan. Wisatawan dapat berhenti kapan saja dan membawa barang apa pun. Keleluasaan tersebut sulit didapat ketika melakukan perjalanan dengan menggunakan transportasi umum.

Road trip juga dapat menghemat biaya karena wisatawan tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk tiket transportasi umum untuk menjelajah kota tujuan wisata. Bahkan, kebutuhan biaya perjalanan, seperti bahan bakar kendaraan dan akomodasi, bisa ditanggung bersama penumpang lain.

Selain itu, road trip juga menawarkan pengalaman dan keseruan berbeda. Wisatawan bisa berkunjung ke berbagai destinasi wisata sekaligus.

Bagi pencinta wisata budaya, road trip dapat menjadi pilihan tepat untuk mengunjungi sejumlah destinasi desa wisata yang berada di Pulau Jawa. Terlebih, wilayah ini memiliki berbagai pilihan desa wisata unik dan menarik yang hanya ada #DiIndonesiaAja.

Bila berencana berwisata ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, kamu bisa ikuti panduan rute road trip berikut.

 

Namun, sebelum berkunjung, simak dulu ulasan mengenai lima desa wisata tersebut.

1. Desa Wisata Candirejo

Desa Wisata Candirejo merupakan salah satu kawasan desa wisata di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang berjarak kurang lebih 3 kilometer (km) dari Candi Borobudur.

Desa Wisata Candirejo di Kabupaten MagelangDok. Desa Wisata Candirejo Desa Wisata Candirejo di Kabupaten Magelang

Saat berlibur ke sana, wisatawan akan disuguhi pemandangan sawah yang asri dan hijau, kesegaran air sungai, serta udara sejuk. Pengunjung juga akan dibuat takjub dengan keindahan perbukitan Menoreh.

Desa Wisata Candirejo menawarkan delapan paket wisata. Harganya mulai dari Rp 100.000-Rp 975.000 per orang.

Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah belajar memasak makanan tradisional setempat, seperti gudeg, sega pecel, dan sate kikil. Kemudian, wisatawan juga bisa bermain alat musik tradisional Jawa, yaitu Gamelan.

(Baca juga: Intip 4 Pesona Obyek Wisata Indonesia yang Bisa Disambangi Sambil Ikut Kegiatan Presidensi G20)

Selain itu, wisatawan juga bisa merasakan sensasi perjalanan off-road menggunakan mobil jip ke kawasan Bukit Menoreh. Di kawasan ini, wisatawan dapat menyaksikan keindahan matahari terbit.

2. Desa Wisata Tembi

Berada di Jalan Parangtritis, Sewon, Bantul, Yogyakarta, Desa Wisata Tembi mengandalkan suasana khas pedesaan dengan kekentalan budaya. Hal ini terlihat jelas dari sejumlah bangunan yang berbentuk Limasan.

Seperti namanya, rumah adat Limasan memiliki atap berbentuk limas. Sementara itu, bangunan rumah ini berbentuk persegi seperti rumah pada umumnya. Bagi masyarakat Jawa, rumah Limasan menunjukkan bahwa pemilik rumah tersebut memiliki strata sosial tinggi.

Selain menemui deretan rumah berbentuk Limasan, wisatawan juga akan diajak untuk merasakan kehidupan dan budaya masyarakat Desa Tembi. Salah satunya, wisatawan akan diajak untuk belajar membuat peralatan dapur dari tanah liat atau gerabah yang langsung dipandu para perajin.

Lomba menangkap bebek di Desa Wisata TembiIstimewa Lomba menangkap bebek di Desa Wisata Tembi

Selain itu, ada juga praktik membuat memedi manuk atau hantu sawah dengan menggunakan jerami sebagai bahan dasarnya. Adapun hantu sawah biasa dipasang petani untuk menakut-nakuti burung saat bulir padi mulai berisi.

Kemudian, wisatawan juga bisa belajar bercocok tanam secara tradisional, mengikuti lomba menangkap bebek, bersepeda, dan bermain gamelan.

3. Desa Wisata Nglanggeran

Desa wisata yang terletak di Kecamatan Patuk, GunungKidul, Yogyakarta itu merupakan salah satu desa wisata yang masuk ke dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia versi Global Green Destinations Days (GGDD) 2018.

(Baca juga: Mengenal Sustainable Tourism, Konsep Wisata dengan Memperhatikan Aspek Keberlanjutan Lingkungan)

Bisa dikatakan, Desa Wisata Nglanggeran merupakan kawasan yang menawarkan pilihan wisata lengkap. Di kawasan ini, wisatawan dapat menjumpai wisata alam, budaya, dan edukasi sekaligus.

Salah satu wisata unggulan di Desa Wisata Nglanggeran adalah Gunung Api Purba Nglanggeran. Gunung purba ini memiliki ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Pengunjung bisa melihat matahari terbit dan terbenam di kawasan wisata itu. Untuk mencapai puncak gunung, wisatawan membutuhkan waktu sekitar 50 menit dengan berjalan kaki.

Obyek wisata lain yang juga bisa dijelajahi wisatawan di Desa Wisata Nglanggeran adalah Embung Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang, Kampung Pitu, Griya Cokelat Nglanggeran, dan Desa Wisata Bobung.

4. Desa Wisata Sangiran

Desa Wisata Sangiran yang terletak di Desa Krikilan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, merupakan rumah bagi situs sejarah yang diakui oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNESCO.

Desa yang masuk ke dalam daerah cagar budaya Sangiran itu bahkan ditetapkan sebagai World Culture Heritage oleh UNESCO pada 1996.

Untuk mendapatkan informasi seputar peradaban manusia purba dan binatang purba yang ditemukan di Jawa, wisatawan bisa berkunjung ke Museum Manusia Purba Sangiran.

Desa Wisata Sangiran di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Desa Wisata Sangiran di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Di desa wisata tersebut, wisatawan juga bisa mengunjungi sumber mata air asin Pablengan, berwisata kuliner, berbelanja oleh-oleh, serta menonton pertunjukan Gamelan Renteng, Tari Bubak Kawah, dan Tari Gerbang Sukowati.

5. Desa Wisata Majapahit

Desa wisata yang terletak di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, itu masuk ke dalam daftar 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Desa wisata tersebut mengandalkan wisata budaya peninggalan Kerajaan Majapahit. Pasalnya, desa wisata ini berada tepat di jantung ibu kota Kerajaan Majapahit.

(Baca juga: Pas bagi Pengantin Baru, Berikut 4 Destinasi Romantis untuk Honeymoon #DiIndonesiaAja)

Untuk merasakan sensasi tinggal di zaman Kerajaan Majapahit, pengunjung bisa menginap di homestay tematik dengan bangunan khas kerajaan.

Selain itu, pengunjung bisa menyaksikan pertunjukan seni, seperti gamelan, keroncong, dan wayang kulit dari sanggar seni budaya Buddhis Majapahit.

Kemudian, wisatawan juga bisa mengunjungi patung Buddha Tidur. Patung yang berada di dalam Maha Vihara Majapahit itu merupakan penggambaran momen ketika sang Buddha akan meninggal.

Sebelum kembali ke rumah, jangan lupa untuk membeli cendera mata berupa batik Bejijong dan berbagai produk olahan kuningan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Wisata Majapahit Bejijong di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, pada Rabu (15/9/2021).Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Wisata Majapahit Bejijong di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, pada Rabu (15/9/2021).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Wisata Majapahit
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, dengan berbelanja produk kreatif lokal, wisatawan turut berkontribusi dalam mempercepat kebangkitan ekonomi lokal.

“Perjalanan wisata secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan ekonomi lokal antara 20 hingga 25 persen,” ujar Menparekraf.

Meski situasi pandemi Covid-19 mulai terkendali, Sandiaga mengimbau wisatawan agar mematuhi segala aturan perjalanan yang berlaku demi keamanan bersama. Salah satunya, vaksinasi lengkap, termasuk booster.

Selain itu, wisatawan juga harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) 6M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, serta menghindari makan bersama.

Pastikan juga spot-spot wisata yang dikunjungi di ketika road trip sudah tersertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Sebagai informasi, CHSE diberikan kepada pelaku industri pariwisata, seperti hotel, restoran, dan wahana rekreasi yang mampu memberikan jaminan kebersihan, kesehatan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan kepada wisatawan.

Sambil menikmati road trip, kamu juga bisa mengikuti sayembara Ambassador Kampung Sini (Akamsi) yang diadakan Kemenparekraf.

Lewat kompetisi tersebut, kamu bisa mengunggah foto atau video untuk mempromosikan keindahan wisata alam, spot foto instagramable, makanan paling enak dan autentik, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal.

Dengan mengikuti sayembara yang digelar pada 15 Maret 2022 hingga 15 Mei 2022 itu, kamu berkesempatan mendapatkan sejumlah hadiah menarik, seperti iPhone 13 Pro Max, Xiaomi 11 Ultra, dan uang elektronik dengan total jutaan rupiah.

Untuk ketentuan lebih lanjut mengenai sayembara Akamsi dan berbagai informasi menarik seputar #WonderfulIndonesia, jangan lupa ikuti akun Instagram @pesona.indonesia dan TikTok @pesonaindonesia.


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.