Kompas.com - 11/05/2022, 12:08 WIB

KOMPAS.com - Mega mendung menjadi salah satu motif batik khas Cirebon, Jawa Barat, yang populer di kalangan wisatawan berkat bentuknya dan perpaduan warnanya yang unik. 

Di tangan para perajin batik, lahirlah beragam kreatifitas warna-warna lembut dari motif mega mendung ini.

Lalu, apa sebenarnya makna di balik motif batik yang mirip bentuk gumpalan awan di langit ini?

Bila dilihat sekilas, motif mega mendung seolah menggambarkan awan ketika langit tengah mendung. Diharapkan, seseorang bisa tetap sejuk dan tenang meski sedang marah, sebagaimana cuaca mendung yang membawa kesejukan tersebut.

Baca juga:

"(Motif) mega mendung itu kan awan, awannya mendung dan menahan, bisa diartikan maknanya menahan amarah kita, jadi kita disuruh sabar, tenang, sejuk, seperti saat mendung, kan sejuk," tutur pemilik BT Trusmi, Sally, kepada Kompas.com, Jumat (29/4/2022).

Di sisi lain, lanjutnya, keberadaan motif mega mendung tidak terlepas dari unsur kebudayaan China yang masuk ke Tanah Air.

Hal tersebut bisa dilihat sewaktu salah satu tokoh penyebar agama Islam yang berpengaruh di wilayah Cirebon, Sunan Gunung Jati, meminang seorang wanita Tionghoa bernama Putri Om Tim.

Selain itu, dilansir dari Tribunnewswiki, Rabu (11/5/2022), pada waktu itu di Cirebon banyak dijumpai pedagang asal China. 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.