Kompas.com - 11/05/2022, 13:06 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong peningkatan restoran-restoran Indonesia di luar negeri.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa, menjelaskan langkah-langkah strategis untuk memenuhi tujuan tersebut.

"Jadi ada beberapa hal menyambung dari kunjungan Pak Menteri (Menparekraf Sandiaga Uno) ke Amerika dan Australia. Ada beberapa langkah strategis yang kami lakukan bersama Kementerian Perdagangan, ke depan dalam waktu jangka pendek," kata dia dalam Weekly Press Briefing yang digelar hybrid, Senin (9/5/2022).

Baca juga:

Adapun hal ini dilakukan berkaitan dengan program Indonesia Spice Up The World yang berlangsung hingga tahun 2024.

Dari laporan Kompas.com, Senin (19/7/2021), tujuan Indonesia Spice Up The World adalah untuk mendorong kehadiran kuliner Indonesia di mancanegara. Selain itu, program ini menargetkan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri dan meningkatkan nilai ekspor bumbu serta rempah-rempah menjadi 2 miliar Dolar AS (sekitar Rp 29 triliun).

Strategi mendorong kuliner Indonesia di dunia

Ilustrasi rempah.SHUTTERSTOCK / Milos Batinic Ilustrasi rempah.

Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menjelaskan, langkah pertama adalah melakukan
pendataan kembali semua restoran Indonesia yang ada di luar negeri.

"Kami akan melakukan pendataan kembali serta melihat kembali kelas restorannya. Mana restoran yang hanya dikunjungi oleh orang Indonesia, dan mana yang dikunjungi oleh orang asing atau lokal asli sana," tutur Kiki.

Baca juga: Kemenpar Ajak Diaspora Promosikan Kuliner Indonesia di Luar Negeri

Kedua, Kemenparekraf akan bekerja sama dengan KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia), KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia), dan ITPC (Indonesian Trade Promotion Center).

Tujuannya menginventarisasi jumlah kebutuhan bahan baku yang dibutuhkan restoran-restoran tersebut, dalam waktu per tahun atau per bulan.

Sehingga, kata Kiki, ekspor bahan baku Indonesia untuk kebutuhan restoran maupun kebutuhan tempat lainnya dapat terkuantifikasi.

"Nah ini ternyata isu yang menyebabkan salah satunya restoran Indonesia kurang bisa cepat berkembang, salah satu yang utama adalah karena kurangnya bumbu-bumbu Indonesia. Kalaupun ada, harganya mahal, karena ekspornya sendiri-sendiri," terang dia.

Untuk mengatasi hal ini, ia menjelaskan, Kemenparekraf akan terus melakukan koordinasi bersama Kementerian Perdagangan.

Ilustrasi kuliner Indonesia.Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ilustrasi kuliner Indonesia.

Ketiga, melakukan promosi kuliner Indonesia di berbagai acara-acara penting di luar negeri.

Seperti yang telah disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) sebelumnya, kata Kiki, makanan Indonesia sudah disajikan di kantor Wali Kota New York, saat kunjungan kerja beberapa waktu lalu.

"Kita harapkan ke depan di acara-acara penting lainnya di luar negeri, kuliner Indonesia juga akan tampil, bekerja sama dengan pengusaha kuliner Indonesia yang ada di negara tersebut," terang Kiki.

Baca juga:

Terakhir, Kemenparekraf juga akan mengikuti serta mendukung perhelatan kuliner Indonesia yang sudah cukup terkenal dan mendunia. Salah satunya yakni Ubud Food Festival.

"Di sana akan datang chef-chef internasional, kita juga akan di sana untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi gastronomi," tuturnya.

Sehingga, nantinya, diharapkan warga negara asing yang berkunjung ke Indonesia dapat lebih memahami kuliner-kuliner lokal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.