Kompas.com - 15/05/2022, 12:25 WIB

KOMPAS.com - Lintang Cetho Park merupakan obyek wisata baru di kawasan lereng Gunung Lawu sisi utara, tepatnya di wilayah Karanganyar, Jawa Tengah. Destinasi wisata yang baru buka pada 1 Mei 2022 ini, mengusung konsep wisata alam. 

Owner Representative Lintang Cetho Park Emiko menjelaskan, tempat wisata ini mempunyai sejumlah fasilitas. Salah satunya adalah fasilitas berkeliling sejumlah destinasi wisata di sekitar Lintang Cetho Park menggunakan mobil klasik Volkswagen (VW) dan jeep. 

“Dengan kehadiran Lintang Cetho Park ini, harapan kami bisa mengangkat destinasi di Lawu utara, semakin dilirik wisatawan, dan semakin banyak yang berkunjung,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (11/5/2022). 

Dalam perjalanan, wisatawan akan diajak singgah ke sejumlah tempat wisata sesuai dengan rute yang dipilih. Pilihan tempat wisata yang disinggahi termasuk kebun teh dan kawasan Candi Cetho. Selanjutnya, titik akhir perjalanan wisatawan tersebut adalah Lintang Cetho Park. 

Baca juga: Harga Tiket Lintang Cetho Park, Wisata Alam Baru untuk Libur Panjang 

Baca juga: Main ke Lintang Cetho Park, Naik VW Keliling Kebun Teh dan Candi Cetho

Iko, sapaan akrabnya menjelaskan, lokasi Lintang Cetho Park berjarak dua kilometer, atau lima menit perjalanan dari Candi Cetho.

8 tempat wisata di sekitar Lintang Cetho Park

Selain Candi Cetho, Lintang Cetho juga dikelilingi banyak tempat wisata yang bisa sekalian dikunjungi, yakni berikut ini: 

1. Candi Cetho

Candi Cetho merupakan situs bersejarah yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Seperti disampaikan sebelumnya, jarak Lintang Cetho Park ke Candi Cetho hanya 2 kilometer atau 5-10 menit perjalanan. 

“Jadi, lokasi kami tepat di bawah Candi Cetho,” ujar Iko. 

Candi Cetho berada di lereng Gunung Lawu dengan ketinggian 1.496 meter di atas permukaan lautErviyanto Nugroho/Shutterstock.com Candi Cetho berada di lereng Gunung Lawu dengan ketinggian 1.496 meter di atas permukaan laut

Mengutip laman Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya, situs Candi Cetho diperkirakan dibangun sekitar 1451-1470 pada zaman Kerajaan Majapahit. Candi bercorak HIndu ini mempunyai arsitektur menyerupai punden berundak. 

Ada 13 teras yang tersusun dari barat ke timur, dengan pola susunan makin ke belakang makin tinggi dan dianggap paling suci. Masing-masing halaman teras dihubungkan oleh sejumlah pintu dan jalan setapak yang seolah-olah membagi halaman teras menjadi dua bagian.

Baca juga: Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho, Simak Estimasi Waktunya

Di teras terakhir terdapat candi induk. Nama cetho, yang dalam bahasa Jawa berarti jelas, digunakan sebagai nama dusun tempat candi ini berada. 

Sebab, dari lokasi Dusun Cetho orang dapat melihat dengan jelas ke berbagai arah, seperti pemandangan Kota Karanganyar, Solo Gunung Merbabu, Merapi, Sumbing, dan Lawu

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Jalan Jalan
Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Jalan Jalan
Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Travel Update
Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Travel Update
5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

Jalan Jalan
Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Jalan Jalan
7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

Travel Tips
3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

Travel Update
Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Jalan Jalan
Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Travel Tips
Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Travel Update
Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Travel Update
Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Travel Update
7 Patung Yesus Tertinggi di Dunia, Ada yang dari Indonesia

7 Patung Yesus Tertinggi di Dunia, Ada yang dari Indonesia

Jalan Jalan
Harga Tiket Wahana Romokalisari Adventure Land, Wisata Baru Surabaya

Harga Tiket Wahana Romokalisari Adventure Land, Wisata Baru Surabaya

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.